Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Kekeringan Makin Parah, Air Sumur Warga Pati Asin hingga Tak Layak Minum
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Kekeringan Makin Parah, Air Sumur Warga Pati Asin hingga Tak Layak Minum
Jateng

Kekeringan Makin Parah, Air Sumur Warga Pati Asin hingga Tak Layak Minum

Reza Sanjaya
Last updated: 6 Oktober 2026 17:32
By Reza Sanjaya
7 Min Read
Share
Wakil Gubernur Jateng sip atasi kekeringan di Pati dan mengubah air payau menjadi siap minum
Wakil Gubernur Jateng sip atasi kekeringan di Pati dan mengubah air payau menjadi siap minum. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Warga Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, menghadapi kekeringan dan persoalan air bersih yang tak kunjung selesai setiap musim kemarau. Bukan hanya sumber air mengering, air tanah yang tersisa juga terasa asin sehingga sulit digunakan untuk minum dan memasak.

Contents
  • Air Payau Jadi Masalah Utama Warga Triguno
  • Pemprov Jateng Siapkan Teknologi Desalinasi
  • 10 Truk Air Bersih Disalurkan untuk Kebutuhan Mendesak
  • Bendungan Triguno Bisa Jadi Penopang Air
  • Sekitar 60 Desa di Pati Terdampak Kekeringan
  • Jaringan PDAM Juga Akan Diperluas
  • Warga Sudah Lima Bulan Menghadapi Kekeringan
  • Air Sumur Asin, Warga Terpaksa Mengandalkan Bantuan

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencari solusi yang lebih permanen. Pemprov Jateng berencana menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) untuk mengolah air payau menjadi air tawar melalui teknologi desalinasi.

Langkah ini disiapkan agar warga tidak terus bergantung pada distribusi air bersih setiap kali musim kemarau tiba.

Air Payau Jadi Masalah Utama Warga Triguno

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melihat langsung kondisi warga saat menyalurkan bantuan air bersih bersama Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Nawal Arafah Yasin di Dusun Putuk, Desa Triguno, Selasa (6/10/2026).

Menurut Taj Yasin, persoalan di Triguno tidak hanya berkaitan dengan kekeringan. Kondisi air tanah yang cenderung payau membuat kebutuhan warga terhadap air bersih semakin mendesak.

“Ternyata di desa ini airnya payau, sehingga yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya air bersih, air minum ya,” kata Taj Yasin.

Air sumur masih dapat dimanfaatkan untuk sejumlah kebutuhan, seperti mandi. Namun, rasa asin membuat air tersebut tidak ideal untuk konsumsi.

Kondisi itu membuat warga membutuhkan sumber air alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.

Pemprov Jateng Siapkan Teknologi Desalinasi

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Jawa Tengah berencana melanjutkan program desalinasi bersama Undip di Desa Triguno.

Teknologi tersebut akan digunakan untuk mengolah air payau menjadi air tawar yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Kita nanti akan kerja sama melanjutkan program Pemprov yaitu desalinasi dengan Undip. Kita bikin di desa ini supaya air payau itu nanti bisa diubah menjadi air minum,” ujar Taj Yasin.

Program desalinasi diharapkan menjadi jawaban atas persoalan yang selama ini dihadapi warga. Jika berjalan optimal, masyarakat tidak harus selalu menunggu bantuan tangki setiap musim kemarau.

Dengan demikian, penanganan kekeringan tidak berhenti pada bantuan darurat, tetapi mulai diarahkan pada penyediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

10 Truk Air Bersih Disalurkan untuk Kebutuhan Mendesak

Sambil menyiapkan solusi permanen, Pemprov Jateng tetap melakukan penanganan kebutuhan air warga.

Sebanyak 10 truk air bersih disalurkan ke Desa Triguno. Bantuan tersebut menjadi langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami kesulitan air.

Taj Yasin menegaskan, distribusi air bersih merupakan solusi sementara. Pemerintah tetap perlu menyiapkan sistem yang mampu mengatasi persoalan air secara berkelanjutan.

Bendungan Triguno Bisa Jadi Penopang Air

Selain desalinasi, Taj Yasin juga menyoroti keberadaan Bendungan Triguno yang berpotensi mendukung kebutuhan air masyarakat.

Bendungan tersebut memiliki debit sekitar 35.000 meter kubik air. Namun, pemanfaatannya masih membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.

Sejumlah saluran air perlu mendapatkan pemeliharaan dan perbaikan agar distribusi air dari bendungan dapat berjalan lebih optimal.

Menurut Taj Yasin, perbaikan jaringan menjadi bagian penting agar potensi sumber air yang sudah tersedia dapat benar-benar dirasakan masyarakat.

Sekitar 60 Desa di Pati Terdampak Kekeringan

Terkait persoalan kekeringan di Pati tidak hanya terjadi di Desa Triguno. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengatakan sekitar 60 desa terdampak kekeringan berdasarkan data terakhir.

Pemkab Pati pun terus melakukan distribusi air bersih dengan memanfaatkan berbagai sumber pendanaan, termasuk CSR dan Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Kami terus berupaya untuk pengiriman air bersih, entah dari CSR, entah dari BTT sudah kami siapkan,” kata Risma.

Keterbatasan armada tangki menjadi salah satu kendala dalam distribusi air. Untuk mengatasinya, Pemkab Pati berkoordinasi dengan pengusaha pemilik truk tangki serta pemerintah kabupaten lain.

Langkah tersebut dilakukan agar pengiriman air dapat menjangkau lebih banyak desa yang membutuhkan.

Jaringan PDAM Juga Akan Diperluas

Selain mengandalkan distribusi tangki, Pemkab Pati menyiapkan perluasan jaringan PDAM.

Saat ini, PDAM Pati memiliki sekitar 47.000 pelanggan. Pemerintah daerah berencana memperluas jaringan agar wilayah yang selama ini mengalami kekeringan dapat memperoleh akses air perpipaan.

“Kami akan bangun jaringan supaya jaringan PDAM ini bisa mengalir ke daerah-daerah terdampak kekeringan,” tegas Risma.

Perluasan jaringan PDAM diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang bersama program desalinasi.

Warga Sudah Lima Bulan Menghadapi Kekeringan

Bagi masyarakat Triguno, persoalan air bukan masalah baru. Kekeringan hampir selalu datang setiap musim kemarau.

Suparmi, warga setempat, mengatakan kondisi tersebut terjadi berulang setiap tahun.

“Tiap tahun kalau musim kemarau pokoknya kekeringan,” ujarnya.

Warga lainnya, Sukawi, mengatakan kesulitan air tahun ini telah berlangsung sekitar lima bulan, sejak awal Mei.

“Awal bulan lima kayaknya, lima bulanan. Susah kalau enggak ada bantuan,” kata Sukawi.

Menurut Sukawi, distribusi air dari pemerintah menjadi kebutuhan penting selama musim kemarau. Biasanya, sekitar 40 tangki air dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tanpa bantuan tersebut, warga akan kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Air Sumur Asin, Warga Terpaksa Mengandalkan Bantuan

Keterbatasan sumber air membuat kondisi warga semakin sulit. Embung di sekitar desa hanya berfungsi sebagai tempat penampungan air.

Ketika embung mengering, pilihan warga semakin terbatas.

Sumur sebenarnya masih tersedia. Namun, air yang keluar cenderung asin sehingga penggunaannya terbatas.

“Sumur di sini keluarnya asin. Kalau ada sumur ya, jadi susah memang. Kalau untuk mandi boleh-boleh saja, bisa-bisa saja,” ujar Sukawi.

Kondisi inilah yang membuat rencana desalinasi menjadi penting bagi warga Triguno.

Jika air payau dapat diolah menjadi air tawar untuk konsumsi, masyarakat memiliki sumber air yang lebih dekat dan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan tangki.

Dengan kombinasi desalinasi, perbaikan saluran Bendungan Triguno, perluasan jaringan PDAM, serta distribusi air bersih saat kondisi darurat, Pemprov Jawa Tengah dan Pemkab Pati berupaya mengubah penanganan kekeringan dari sekadar bantuan sementara menjadi solusi air bersih yang berkelanjutan.

Cegah Banjir di Musim Hujan, Wagub Taj Yasin Ajak Warga Jateng Perbanyak Biopori
Wagub Taj Yasin Soroti Bullying di Pati dan Pemalang, Sekolah Diminta Perkuat Edukasi Karakter
Jateng Surplus Beras Hingga 1,5 Juta Ton, Tapi Harga Mulai Naik, Ini Langkah Pemprov
Bukan Sekadar Berdoa Minta Hujan, PLN UBP Mrica Soroti Pentingnya Menjaga DAS Serayu
Perang Obor Jepara, Tradisi Warisan Leluhur Tegalsambi Kembali Jadi Magnet Wisata Budaya
TAGGED:air bersihair payauberita patidesalinasikekeringanwarga pati
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin bersama ribuan warga ikut merayakan kemenangan Timnas Indonesia setelah berhasil keluar sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand lewat adu penalti. Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Ribuan Warga Pecah dalam Euforia Kemenangan
Next Article Gentasari Maju Calon Kades Gentasari, Eko Priyono Siapkan Program Infrastruktur

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.