Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Siswa MTs di Cilacap Diduga Dianiaya Teman Asrama gegara Tuduhan Uang Hilang
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Cilacap > Siswa MTs di Cilacap Diduga Dianiaya Teman Asrama gegara Tuduhan Uang Hilang
Cilacap

Siswa MTs di Cilacap Diduga Dianiaya Teman Asrama gegara Tuduhan Uang Hilang

Reza Sanjaya
Last updated: 5 Oktober 2026 23:35
By Reza Sanjaya
6 Min Read
Share
MTs
CCTV di sebuah asrama, MTs di Cilacap merekam aksi penganiayaan. (Tangkapan Video).
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Siswa MTs di Cilacap berinisial MNA diduga menjadi korban perundungan dan penganiayaan di lingkungan asrama. Dugaan kekerasan tersebut bermula setelah korban mendapat tuduhan mengambil uang milik salah satu teman satu asrama.

Contents
  • Korban Siswa MTs Jalani Pemeriksaan di Rumah Sakit
  • Ibu Korban Siswa MTs Mengaku Terpukul
  • Pengelola Asrama MTs Lakukan Investigasi

MNA yang masih duduk di kelas IX itu diduga mengalami kekerasan yang melibatkan sejumlah siswa. Rekaman CCTV di lingkungan asrama memperlihatkan korban mendapat perlakuan kasar hingga terjatuh setelah seorang siswa menendang tubuhnya.

Keluarga kemudian membawa MNA ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Mereka juga melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Korban Siswa MTs Jalani Pemeriksaan di Rumah Sakit

Paman korban, Cecep Saeful Rahman, mengatakan keluarga mengetahui kejadian tersebut setelah MNA menghubungi ibunya. Keluarga kemudian mendatangi asrama untuk memastikan kondisi korban.

Setelah bertemu MNA, keluarga membawa siswa tersebut ke rumah sakit di wilayah Majenang. Tim medis melakukan sejumlah pemeriksaan, termasuk CT scan pada bagian kepala.

Cecep mengatakan keluarga saat ini memprioritaskan pemulihan kondisi korban. Menurutnya, keluarga ingin MNA segera pulih secara fisik dan dapat melewati trauma setelah mengalami dugaan kekerasan.

“Yang pertama itu tentu pemulihan korban. Harapannya adik saya ini pemulihannya bisa cepat, bisa pulih dari trauma ini. Harapan utamanya bisa sehat kembali, pulih kembali, kemudian bisa kembali belajar,” kata Cecep.

Selain menangani kondisi kesehatan korban, keluarga juga mengambil langkah hukum. Cecep mengatakan keluarga sudah membuat laporan kepada kepolisian terkait dugaan penganiayaan yang menimpa MNA.

Keluarga berharap polisi dapat mengusut perkara tersebut berdasarkan bukti dan keterangan yang ada. Mereka juga meminta pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum.

“Harapan kedua, baik dari pelaku maupun pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab atau yang terkait dengan kejadian ini bisa mempertanggungjawabkan keseluruhan akibat yang timbul dari kejadian ini,” ujarnya.

Ibu Korban Siswa MTs Mengaku Terpukul

Ibu korban, Siti Muflihah, mengaku terpukul setelah mengetahui anaknya mengalami dugaan kekerasan di asrama. Perasaannya semakin berat setelah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan perlakuan terhadap anaknya.

“Ya sangat sakit hati. Saya sudah tidak bisa berkata banyak. Saya sudah terlanjur kecewa,” ujar Siti.

Siti mengatakan MNA sempat menghubunginya melalui telepon dan menceritakan kejadian yang dialaminya. Setelah menerima kabar tersebut, keluarga langsung mendatangi asrama.

Keluarga kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Hingga kini, MNA masih menjalani proses pemeriksaan medis dan keluarga menunggu hasil pemeriksaan bagian kepala.

Keluarga berharap kondisi korban segera membaik. Mereka juga ingin MNA dapat kembali mengikuti kegiatan belajar setelah kondisi fisik dan psikologisnya pulih.

Pengelola Asrama MTs Lakukan Investigasi

Direktur Asrama Arif Budian membenarkan adanya informasi mengenai dugaan perundungan yang melibatkan sejumlah santri. Pengelola asrama kemudian mengambil langkah untuk mengetahui rangkaian kejadian tersebut.

Arif mengatakan pihaknya memanggil sejumlah santri yang diduga terlibat. Pengelola meminta keterangan mereka dan melakukan investigasi internal.

“Langkah pertama kami memanggil dan menginvestigasi terhadap santri yang diduga melakukan tindakan kepada korban,” kata Arif.

Setelah proses investigasi internal, pihak asrama mengonfirmasi informasi yang diperoleh kepada korban dan keluarganya. Pengelola juga memfasilitasi pertemuan antara keluarga korban dengan keluarga santri yang diduga terlibat.

Arif mengatakan kasus tersebut menjadi evaluasi bagi pengelola asrama. Pihaknya berencana memperkuat sistem pengawasan untuk menjaga keamanan para santri.

“Kami akan memperkuat sistem dan juga tata tertib yang ada di lingkungan asrama. Unsur keamanan dan pengamanan juga akan kami tambah,” ujarnya.

Selain memperketat pengawasan, pengelola asrama akan meningkatkan edukasi kepada para santri tentang dampak perundungan dan kekerasan. Edukasi tersebut diharapkan dapat mendorong para santri menyelesaikan persoalan tanpa menggunakan kekerasan.

Pengelola juga akan mengevaluasi penerapan tata tertib di lingkungan asrama. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Polisi Dalami Dugaan Penganiayaan

Di sisi lain, keluarga korban tetap melanjutkan proses hukum atas dugaan penganiayaan terhadap siswa MTs di Cilacap tersebut. Polisi menangani laporan keluarga untuk mendalami kejadian yang berlangsung di lingkungan asrama.

Proses penyelidikan akan mengarah pada rangkaian kejadian, termasuk dugaan penyebab kekerasan dan pihak-pihak yang terlibat. Polisi juga akan mengacu pada bukti serta keterangan saksi dalam menangani perkara tersebut.

Rekaman CCTV menjadi salah satu informasi yang diketahui keluarga terkait dugaan kekerasan. Namun, proses hukum tetap membutuhkan pendalaman dari pihak kepolisian untuk memastikan rangkaian kejadian secara utuh.

Kasus siswa MTs di Cilacap ini menjadi perhatian karena dugaan kekerasan terjadi di lingkungan pendidikan berasrama. Keluarga berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan memberikan kepastian terhadap perkara tersebut.

Untuk saat ini, keluarga masih fokus mendampingi MNA menjalani pemeriksaan dan pemulihan. Mereka berharap korban segera pulih dari dampak fisik maupun trauma sehingga dapat kembali belajar dan menjalani aktivitas seperti sebelumnya.

Gunung Srandil Cilacap, Destinasi Wisata Religi Sarat Sejarah dan Spiritualitas
SNI Salurkan 500 Paket Sembako untuk Masyarakat Pesisir Saat Nelayan Alami Paceklik
Tegalkamulyan Cilacap, Kawasan Pesisir yang Jadi Motor Wisata dan Ekonomi Maritim
Kampoeng Kopi Sugara Cilacap, Wisata Kebun Kopi Edukatif Bernuansa Alam di Perdesaan
Jadi Pusat Investasi Baru, Dorong Revitalisasi Pelabuhan dan Perluasan Pasar Global
TAGGED:cilacapmajenangMTs
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Nawal Yasin mendukung perjuangan guru PAUD Jawa Tengah memperoleh kesetaraan status dan hak profesi, termasuk akses PPG serta peluang PNS dan PPPK. HUT Himpaudi ke-21, Nawal Yasin Dorong Kesetaraan Hak Guru PAUD Jawa Tengah
Next Article Tim dari Puskesmas Banjarnegara 1 saat melakukan supervisi di linik Rutan Banjarnegara Puskesmas Banjarnegara 1 Supervisi Klinik Rutan, Layanan Kesehatan Warga Binaan Jadi Sorotan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.