Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Hampir 11 Juta Liter Air Bersih Mengalir ke Warga, Kekeringan Banjarnegara Belum Berakhir
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Berita > Hampir 11 Juta Liter Air Bersih Mengalir ke Warga, Kekeringan Banjarnegara Belum Berakhir
Berita

Hampir 11 Juta Liter Air Bersih Mengalir ke Warga, Kekeringan Banjarnegara Belum Berakhir

Afifah Anis CH
Last updated: 5 Oktober 2026 17:30
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali saat menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Pagedongan
Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali saat menyalurkan bantuan air bersih di Kecamatan Pagedongan. (KBR)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Kekeringan masih melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara meski hujan mulai turun di beberapa daerah. Hingga kini, hampir 11 juta liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak.

Contents
  • Hampir 11 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
  • BPBD Kembali Droping Air ke 10 Desa
  • Wabup: Mitigasi Tidak Boleh Menunggu Bencana
  • Hujan Mulai Turun, Kekeringan Belum Berakhir
  • Pemkab Siapkan Antisipasi Bencana Berikutnya

Penanganan kekeringan mencakup 60 desa yang tersebar di 15 kecamatan, dengan lebih dari 200 titik terdampak.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat kesiapsiagaan bencana. Salah satunya melalui Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Lapangan Tembak Letda Makhlani, Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Senin (5/10/2026).

Gladi tersebut menjadi sarana untuk menguji kesiapan pemerintah daerah, BPBD, relawan, dan berbagai unsur terkait dalam menghadapi dampak kekeringan.

Hampir 11 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso mengatakan, distribusi air bersih terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih terdampak kekeringan.

“Total semua sampai saat ini se-Banjarnegara sudah hampir 11 juta liter air yang sudah disalurkan kepada masyarakat yang terdampak,” kata Aji.

Menurutnya, Kecamatan Pagedongan menjadi salah satu wilayah yang mendapat penanganan intensif.

Kekeringan yang berlangsung selama berbulan-bulan membuat distribusi air bersih harus dilakukan secara berkala. Selama sekitar empat hingga enam bulan terakhir, BPBD telah mengirimkan sekitar 1.000 tangki air bersih ke wilayah Pagedongan.

Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang mulai kesulitan mendapatkan air akibat terbatasnya sumber air selama musim kemarau.

BPBD Kembali Droping Air ke 10 Desa

Pada pelaksanaan Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026, BPBD kembali mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke 10 desa di Kecamatan Pagedongan.

Salah satu wilayah yang mendapat bantuan adalah Desa Kebutuhjurang. Selain itu, distribusi juga dilakukan ke Desa Kebutuhduwur dan sejumlah desa lain di sekitarnya.

“Hari ini kita dropping air bersih di 10 desa, antara lain di Kebutuhjurang, Kebutuhduwur dan beberapa desa sekitarnya di wilayah Kecamatan Pagedongan yang terdampak dan kesulitan air bersih saat musim kekeringan ini,” ujar Aji.

Distribusi air menjadi langkah penting untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama sumber air belum kembali normal.

Wabup: Mitigasi Tidak Boleh Menunggu Bencana

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali menegaskan bahwa gladi kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial.

Menurutnya, kesiapan menghadapi bencana harus dibangun sebelum kondisi darurat terjadi. Penanganan kekeringan juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Yang penting ikhtiar fisiknya kita maksimalkan, mitigasinya kita perkuat. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk para relawan, harus terus bergerak untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan,” kata Wakhid.

Kolaborasi antara pemerintah, relawan, masyarakat, dan unsur pemerintahan hingga tingkat bawah dinilai penting agar penanganan kekeringan dapat berjalan lebih cepat.

Hujan Mulai Turun, Kekeringan Belum Berakhir

Wakhid mengatakan, hujan memang mulai turun di sejumlah wilayah Banjarnegara. Namun, intensitasnya belum merata.

Karena itu, distribusi air bersih masih diperlukan, terutama di wilayah yang sumber airnya belum kembali normal.

Pemkab Banjarnegara juga tidak ingin lengah ketika memasuki perubahan musim. Hujan yang mulai turun justru membawa potensi bencana lain jika terjadi dengan intensitas tinggi.

“Ketika hujan mulai turun, kita juga harus tetap siap siaga. Jangan sampai hujan yang kita harapkan justru menimbulkan banjir atau longsor. Karena itu, mitigasi dan kesiapsiagaan harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkab Siapkan Antisipasi Bencana Berikutnya

Gladi Kesiapsiagaan Bencana 2026 di Pagedongan menjadi bagian dari upaya memperkuat respons terhadap berbagai potensi bencana.

Kesiapan personel, koordinasi antarlembaga, pemetaan wilayah rawan, hingga kecepatan distribusi bantuan menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak bencana.

Di tengah kekeringan yang masih terjadi di puluhan desa, Pemkab Banjarnegara memastikan pemantauan kondisi lapangan dan penanganan warga terus dilakukan.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca. Kekeringan yang belum sepenuhnya berakhir harus ditangani bersamaan dengan kesiapan menghadapi potensi banjir dan longsor saat hujan kembali meningkat.

Masjid Nusantara Watu Sanggar Purbalingga Diresmikan, Perpaduan Islam dan Budaya Jawa
Pertanyakan Musda di Semarang, Kader Partai Golkar Wonosobo Adukan Polemik Musda ke DPP
Bareskrim Bongkar Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp5,8 Miliar
60 Hari Panen, Petani Banjarnegara Raup Untung Rp40 Juta dari Bawang Merah
Dieng Culture Festival 2026 Digelar 28-29 Agustus, Jazz Atas Awan hingga Ritual Anak Gimbal Jadi Magnet Wisatawan
TAGGED:11 juta liter air60 desa kekeringanair bersih Banjarnegarabpbd banjarnegarakekeringan Banjarnegaramitigasi kekeringanPagedongan.
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article KONI Banjarnegara mematangkan keberangkatan kontingen Porprov Jateng 2026 dengan target menembus 7 besar dan memburu sebanyak mungkin medali emas. Misi Banjarnegara di Porprov Jateng 2026: Matangkan Keberangkatan Kontingen, Bidik 7 Besar
Next Article Nawal Yasin mendukung perjuangan guru PAUD Jawa Tengah memperoleh kesetaraan status dan hak profesi, termasuk akses PPG serta peluang PNS dan PPPK. HUT Himpaudi ke-21, Nawal Yasin Dorong Kesetaraan Hak Guru PAUD Jawa Tengah

Berita Terbaru

Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 berakhir dengan 42 klub dan 993 pemain. Simak daftar juara Liga 1, Liga 2, Liga 3, top scorer, dan pemain terbaik.
Liga Askab PSSI Purbalingga 2026 Tuntas, Diikuti 993 Pemain dan 42 Klub
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.