“Krisis air bersih di Kabupaten Banjarnegara meluas seiring kemarau berkepanjangan. BPBD setempat telah menyalurkan sekitar 10 juta liter air bersih ke 68 desa dan kelurahan.”
KABARBANYUMASRAYA.COM – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banjarnegara membuat akses air bersih semakin terbatas. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara terus mengintensifkan distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.
Hingga saat ini, sekitar 10 juta liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat di 60 desa dan delapan kelurahan yang tersebar di 15 kecamatan.
BPBD Banjarnegara Kerahkan Tujuh Mobil Tangki
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan kebutuhan warga dan kondisi sumber air di masing-masing wilayah.
Kekeringan yang berlangsung selama beberapa bulan menyebabkan sejumlah sumur dan mata air milik warga mulai mengering. Akibatnya, masyarakat kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari.
“Hingga saat ini, kami masih terus melakukan distribusi atau dropping air bersih pada sejumlah wilayah terdampak kekeringan,” kata Aji.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD mengerahkan tujuh armada tangki air dengan kapasitas masing-masing sekitar 5.000 liter. Sebanyak 30 personel gabungan BPBD dan relawan turut dilibatkan dalam proses distribusi.
Penyaluran diprioritaskan ke wilayah yang sumber airnya tidak lagi mencukupi kebutuhan masyarakat.
BPBD Cari Sumber Air Alternatif
Selain mengandalkan bantuan air menggunakan mobil tangki, BPBD Banjarnegara juga berupaya menemukan sumber mata air alternatif yang masih dapat dimanfaatkan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah pemasangan jaringan pipanisasi untuk mengalirkan air dari sumber yang tersedia agar lebih dekat dengan permukiman warga.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh pasokan air secara lebih mudah, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan cukup parah.
Distribusi Air Bersih Disesuaikan Kondisi Lapangan
BPBD Banjarnegara terus memantau perkembangan kekeringan di berbagai wilayah untuk mengantisipasi meluasnya krisis air bersih.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga berupaya mengoptimalkan sumber air alternatif guna menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.
Distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan selama kekeringan masih berlangsung.
Langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus mengurangi dampak kemarau berkepanjangan di Kabupaten Banjarnegara.
