Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jepang Kekurangan Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Sejak Sekolah Vokasi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jepang Kekurangan Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Sejak Sekolah Vokasi
Jateng

Jepang Kekurangan Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Sejak Sekolah Vokasi

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 21 September 2026 15:06
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
epang kekurangan tenaga kerja sektor transportasi. Jateng menyiapkan calon pengemudi sejak sekolah vokasi melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan.
epang kekurangan tenaga kerja sektor transportasi. Jateng menyiapkan calon pengemudi sejak sekolah vokasi melalui kerja sama dengan 3EEE Inc Japan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Peluang kerja bagi tenaga kerja asal Jawa Tengah di Jepang semakin terbuka. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan calon pekerja, khususnya bidang transportasi, sejak pendidikan vokasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja Jepang yang tengah menghadapi kekurangan pekerja pengemudi.

Contents
  • Jateng Siapkan Pengemudi untuk Pasar Kerja Jepang
  • Penempatan Pekerja Jateng ke Jepang Meningkat
  • 3EEE Dorong Pemerintah Terlibat dalam Penempatan
  • Jepang Hadapi Perubahan Demografi

Pembahasan kerja sama tersebut dilakukan saat CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori bertemu Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (21/9/2026).

Luthfi mengatakan, penyiapan calon pekerja perlu dilakukan sejak bangku sekolah kejuruan. Selain keterampilan teknis, mereka juga harus memiliki kemampuan bahasa Jepang sesuai persyaratan pekerjaan.

“Nanti dinas pendidikan sama dinas tenaga kerja didiskusikan dengan 3EEE ini,” kata Luthfi.

Jateng Siapkan Pengemudi untuk Pasar Kerja Jepang

Pemprov Jateng membuka peluang kerja sama dengan 3EEE Inc Japan untuk menyiapkan pendidikan bahasa sekaligus meningkatkan kompetensi calon pekerja, khususnya pengemudi.

Pelatihan tidak hanya berfokus pada bahasa Jepang. Calon pengemudi juga akan dibekali kemampuan keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.

Skema tersebut diharapkan membuat tenaga kerja asal Jawa Tengah memiliki kompetensi pengemudi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan standar industri transportasi di Jepang.

Penempatan Pekerja Jateng ke Jepang Meningkat

Peluang kerja di Jepang juga terlihat dari meningkatnya jumlah pekerja asal Jawa Tengah yang ditempatkan ke negara tersebut.

Data Pemprov Jateng mencatat penempatan pekerja ke Jepang meningkat dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025. Jumlah tersebut naik sekitar 52 persen.

Luthfi menekankan, peningkatan penempatan pekerja harus diikuti dengan penguatan kompetensi. Tenaga kerja yang dikirim tidak hanya diharapkan memenuhi kebutuhan industri, tetapi juga mampu bekerja sesuai standar yang berlaku di negara tujuan.

3EEE Dorong Pemerintah Terlibat dalam Penempatan

Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan Hideo Mori mengatakan, keterlibatan pemerintah diperlukan untuk membangun mekanisme penempatan tenaga kerja yang jelas.

“Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya,” ujar Mori.

Menurutnya, pemerintah juga dapat membantu menjembatani informasi mengenai visa dan berbagai ketentuan bekerja di Jepang.

Mori menyebut kebutuhan tenaga kerja di Jepang terus meningkat seiring persoalan kekurangan pekerja. Karena itu, pembahasan mengenai skema penempatan dinilai perlu dilakukan secara terarah.

Jepang Hadapi Perubahan Demografi

CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka mengatakan kebutuhan tenaga kerja Jepang berkaitan erat dengan perubahan demografi.

Menurut Tanaka, populasi Jepang yang saat ini sekitar 120 juta jiwa diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta jiwa setelah 2040. Pada saat yang sama, sekitar 40 persen penduduk Jepang diproyeksikan masuk kelompok lanjut usia.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan tenaga kerja dari luar negeri, termasuk dari Indonesia.

Tanaka juga melihat pengalaman kerja di Jepang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pekerja Indonesia. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama bekerja di Jepang diharapkan dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk pengembangan keterampilan serta pembangunan di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Mudik Gratis Jateng 2026 Siap Berangkat, 325 Bus Lulus Pemeriksaan Kelayakan
170 Peserta Ramaikan Triana Widodo Cup #1, Wonosobo Bidik Atlet Tenis Meja Nasional
Gowes Sambil Wisata, Jasirah Heritage Cycling 2026 Kenalkan Destinasi Bersejarah
Dugaan Keracunan Program MBG di Kudus, Pemprov Jateng Turun Tangan Lakukan Evaluasi
Porprov XVII Jateng 2026 Siap Digelar, Wagub Taj Yasin: Momentum Dongkrak Ekonomi Daerah
TAGGED:3EEE Inc Japankerja di Jepanglowongan kerja Jepangpekerja migran Jatengpengemudi Jepangsekolah vokasi Jatengtenaga kerja Indonesia ke Jepang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Soedirman Bike Festival 2026 di Purbalingga, 3.900 Goweser Padati Alun-Alun
Next Article Fahmi Muhammad Hanif mendukung 4 Raperda prakarsa DPRD. Sejumlah materi diminta disesuaikan dengan regulasi terbaru Bupati Fahmi Dukung 4 Raperda DPRD Purbalingga, Minta Materi Disesuaikan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.