Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Taj Yasin Ungkap Rahasia Jadi Pemimpin: Santri Butuh Ilmu, Istiqamah dan Riyadhah
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Taj Yasin Ungkap Rahasia Jadi Pemimpin: Santri Butuh Ilmu, Istiqamah dan Riyadhah
Jateng

Taj Yasin Ungkap Rahasia Jadi Pemimpin: Santri Butuh Ilmu, Istiqamah dan Riyadhah

B Ansori
Last updated: 16 September 2026 16:22
By B Ansori
4 Min Read
Share
Wagub Taj Yasin ungkap rahasia jadi pemimpin bagi para santri
Wagub Taj Yasin ungkap rahasia jadi pemimpin bagi para santri. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM –  Menjadi pemimpin bukan perkara jabatan, melainkan proses panjang dalam membentuk karakter. Pesan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat berdialog dengan puluhan santri Ma’had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus Kabupaten Karanganyar.

Contents
  • Taj Yasin Tekankan Istiqamah sebagai Bekal Pemimpin
  • Pemprov Jateng Siapkan Beasiswa untuk Lulusan Pesantren
  • Santri Diajak Belajar Langsung di Lapangan

Pertemuan berlangsung di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (16/9/2026). Para santri datang untuk belajar langsung mengenai kepemimpinan sekaligus berdiskusi tentang tantangan generasi muda di masa depan.

Salah seorang santri, Taufik, menanyakan cara membangun jiwa kepemimpinan setelah keluar dari lingkungan pesantren.

Menjawab pertanyaan tersebut, Taj Yasin mengatakan karakter seorang pemimpin tidak terbentuk secara cepat. Menurutnya, proses itu membutuhkan pembelajaran, pengamalan ilmu, serta riyadhah atau latihan pengendalian diri dan pembentukan spiritual.

“Menjadi pemimpin itu ada tahapannya. Seperti teladan Nabi Muhammad SAW maupun Imam Syafi’i, semua melalui proses belajar, mengamalkan ilmu, hingga riyadhah. Di usia adik-adik santri saat inilah pondasi itu dibangun,” ujar Gus Yasin.

Taj Yasin Tekankan Istiqamah sebagai Bekal Pemimpin

Taj Yasin menilai santri memiliki bekal penting untuk menjadi pemimpin masa depan karena pendidikan pesantren tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan karakter.

Karena itu, Wagub Taj Yasin berpesan agar para santri menjaga keistiqamahan dalam beribadah serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan ketika nantinya terjun ke masyarakat.

Menurutnya, ilmu yang dimiliki akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam tindakan dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Dalam dialog tersebut, para santri juga menyampaikan pertanyaan mengenai kesiapan lulusan pesantren menghadapi persaingan global serta tantangan pembangunan di Jawa Tengah.

Pemprov Jateng Siapkan Beasiswa untuk Lulusan Pesantren

Taj Yasin mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus membuka dukungan pendidikan bagi kalangan santri.

Salah satunya melalui program beasiswa bagi lulusan pesantren yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk Ma’had Aly yang setara dengan jenjang S1.

“Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memfasilitasi beasiswa untuk lulusan pesantren, baik yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri, swasta, maupun Ma’had Aly yang setara S1,” jelasnya.

Ia berharap lulusan pesantren tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mempunyai kemampuan akademik dan kompetensi untuk menghadapi perkembangan dunia.

Selain program pendidikan, Pemprov Jateng juga memberikan insentif kepada ribuan pengajar agama sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam membentuk karakter generasi muda.

Santri Diajak Belajar Langsung di Lapangan

Kepala Unit Ma’had Tahfidzul Quran Isy Karima IMTAQ Shighor Program Khusus, Tri Musthofa, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari metode pembelajaran para santri.

Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Santri perlu melihat secara langsung bagaimana pengetahuan yang dipelajari diterapkan dalam kehidupan.

“Belajar tidak hanya di kelas. Mereka harus mengembara. Mereka harus pergi ke tempat di mana ilmu itu berasal, sehingga para santri bisa melihat ilmu teraplikasikan dan mendapatkan ilmu secara langsung,” ujarnya.

Kunjungan ke lingkungan pemerintahan Jawa Tengah menjadi kesempatan bagi para santri untuk mengenal lebih dekat praktik kepemimpinan dan pelayanan pemerintahan.

Tri berharap para santri memperoleh arahan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika kelak kembali ke tengah masyarakat.

“Kami berharap para santri mendapatkan arahan, nasihat, dan wejangan. Mereka merupakan penerus generasi bangsa dan dengan kemampuan-kemampuan yang ada, kami berharap mereka bisa bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara,” katanya.

Dialog tersebut menjadi ruang bagi para santri untuk melihat kepemimpinan dari dekat sekaligus memahami bahwa proses menjadi pemimpin membutuhkan ilmu, keteladanan, kedisiplinan, dan riyadhah yang dibangun sejak masa pendidikan.

*Ikuti media sosial kami.

Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar
Gubernur Jawa Tengah Ajak 130 Anak Panti Woro Wiloso Lebaran di Kantor Gubernuran
Porprov XVII Jateng Digelar 25–31 Oktober 2026 di Semarang Raya
Dipanen Presiden Prabowo, Tambak Udang Modern Kebumen Jadi Simbol Kebangkitan Perikanan Budidaya Nasional
Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai 14 Juli, Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Beroperasi
TAGGED:pemimpinsantritaj yasinwagub jateng
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Baznas Banjarnegara melatih 60 mustahik melalui pelatihan usaha ekonomi produktif. Peserta mendapat keterampilan, bantuan alat usaha, dan bantuan kambing. 60 Mustahik Banjarnegara Dilatih Usaha, Wabup: Harus Naik Kelas Jadi Muzaki
Next Article Semifinal MTQ Nasional 2026, 12 Kafilah Ditantang Gali Gagasan soal Ecotheology Semifinal MTQ Nasional 2026, 12 Kafilah Ditantang Gali Gagasan soal Ecotheology

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.