Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 60 Mustahik Banjarnegara Dilatih Usaha, Wabup: Harus Naik Kelas Jadi Muzaki
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > 60 Mustahik Banjarnegara Dilatih Usaha, Wabup: Harus Naik Kelas Jadi Muzaki
Banjarnegara

60 Mustahik Banjarnegara Dilatih Usaha, Wabup: Harus Naik Kelas Jadi Muzaki

Afifah Anis CH
Last updated: 16 September 2026 16:11
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Baznas Banjarnegara melatih 60 mustahik melalui pelatihan usaha ekonomi produktif. Peserta mendapat keterampilan, bantuan alat usaha, dan bantuan kambing.
Baznas Banjarnegara melatih 60 mustahik melalui pelatihan usaha ekonomi produktif. Peserta mendapat keterampilan, bantuan alat usaha, dan bantuan kambing. (dok. kominfo Banjarnegara)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banjarnegara mendorong para penerima zakat atau mustahik agar tidak terus bergantung pada bantuan. Melalui pelatihan usaha produktif, mereka dibekali keterampilan dan modal awal untuk membangun sumber penghasilan secara mandiri.

Contents
  • Baznas Ikut Dorong Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran
  • 60 Mustahik Belajar Empat Jenis Usaha
  • 20 Mustahik Dapat Bantuan Kambing
  • Zakat Didorong Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Program Pelatihan Usaha Ekonomi Produktif tersebut digelar di Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara, Rabu (16/9/2026), dan diikuti 60 mustahik.

Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali berharap program tersebut menjadi langkah awal bagi peserta untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga hingga suatu saat mampu berubah status dari penerima zakat menjadi pemberi zakat.

“Semoga ke depannya tidak menjadi mustahik lagi, tapi menjadi muzaki,” kata Wakhid.

Baznas Ikut Dorong Penanganan Kemiskinan dan Pengangguran

Wakhid mengapresiasi program Baznas karena dinilai ikut mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam menghadapi persoalan kemiskinan dan pengangguran.

Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah. Jika dikelola secara produktif, dana tersebut juga dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Persoalan kemiskinan dan pengangguran membutuhkan kolaborasi. Pemkab tidak bisa melakukan sendiri, membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak, salah satunya seperti Baznas ini,” ujarnya.

Ia meminta peserta tidak berhenti setelah memperoleh keterampilan dari pelatihan. Pengetahuan tersebut harus diterapkan menjadi kegiatan usaha yang menghasilkan.

Peserta juga didorong meningkatkan kualitas produk, mengembangkan kemampuan berwirausaha, serta memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk memperluas pemasaran.

60 Mustahik Belajar Empat Jenis Usaha

Wakil Ketua Baznas Banjarnegara Suhardi Ahmad menjelaskan, pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga memiliki bekal untuk langsung memulai usaha.

Sebanyak 60 peserta dibagi menjadi empat kelompok keterampilan. Masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang.

Empat bidang yang diberikan meliputi:

  • Pembuatan dawet ayu
  • Usaha fried chicken
  • Pembuatan roti kering
  • Pelatihan barista kopi

Selain mendapatkan pelatihan, peserta juga menerima bantuan peralatan yang dapat digunakan sebagai modal awal untuk menjalankan usaha.

“Peserta selain mendapatkan ilmu serta keterampilan juga memperoleh bantuan alat agar setelah pelatihan bisa dilanjutkan dengan membuka usaha,” ujar Suhardi.

20 Mustahik Dapat Bantuan Kambing

Program pemberdayaan Baznas Banjarnegara tidak berhenti pada pelatihan usaha. Sebanyak 20 mustahik juga menerima bantuan ternak kambing.

Setiap penerima memperoleh satu pasang kambing yang terdiri dari satu ekor jantan dan satu ekor betina.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan sekaligus aset produktif bagi penerima manfaat.

Dengan menggabungkan pelatihan keterampilan, bantuan peralatan usaha, dan bantuan ternak, Baznas Banjarnegara berupaya menciptakan model pemberdayaan yang tidak hanya bersifat konsumtif.

Zakat Didorong Jadi Modal Kemandirian Ekonomi

Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Melalui keterampilan dan dukungan modal awal, para mustahik diharapkan mampu mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan secara bertahap mencapai kemandirian ekonomi.

Target akhirnya bukan sekadar membuat penerima bantuan memiliki usaha, tetapi membuka jalan agar mereka mampu meningkatkan taraf hidup hingga kelak dapat menjadi muzaki, yakni pihak yang menunaikan zakat.

Dengan pola pemberdayaan tersebut, zakat diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga menjadi pijakan bagi mustahik untuk membangun kehidupan ekonomi yang lebih mandiri.

*Ikuti media sosial kami.

Kisah Nuhwanto, Mustahik Baznas Banjarnegara yang Kini Punya Usaha Mebel
146 Warga Binaan Jalani Skrining Kesehatan, Fokus Deteksi Dini TBC dan HIV
Bupati Tekankan Percepatan Serapan APBD 2026, OPD Diminta Kerja Tepat Sasaran
Lonjakan Pengunjung di Objek Wisata, Polres Banjarnegara Perketat Pengamanan
Pemkab Banjarnegara Siapkan Pengamanan dan Layanan Mudik Lebaran 2026
TAGGED:bantuan BaznasBaznas Banjarnegaramustahik Banjarnegaramuzakipelatihan usaha Baznaspemberdayaan ekonomiusaha ekonomi produktif.
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Para kafilah dalam MTQ Nasional saat mendapatkan layanan dari 20 terapis yang tersedia 20 Terapis Netra Jateng Layani Kafilah MTQ Nasional, Tarif Pijat Rp50 Ribu
Next Article Wagub Taj Yasin ungkap rahasia jadi pemimpin bagi para santri Taj Yasin Ungkap Rahasia Jadi Pemimpin: Santri Butuh Ilmu, Istiqamah dan Riyadhah

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.