Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Berlomba 8 Jam, Peserta Kaligrafi MTQ Nasional Puji Kenyamanan Venue
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Berlomba 8 Jam, Peserta Kaligrafi MTQ Nasional Puji Kenyamanan Venue
Jateng

Berlomba 8 Jam, Peserta Kaligrafi MTQ Nasional Puji Kenyamanan Venue

Reza Sanjaya
Last updated: 15 September 2026 13:13
By Reza Sanjaya
5 Min Read
Share
Peserta lomba kaligrafi dalam MTQ Nasional 2026
Peserta lomba kaligrafi dalam MTQ Nasional 2026. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM – Bukan hanya soal persaingan meraih prestasi. Kenyamanan venue dan keramahan panitia lokal turut menjadi pengalaman berkesan bagi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ Nasional) XXXI Tingkat Nasional 2026 di Jawa Tengah.

Contents
  • Peserta Kaligrafi Puji Kenyamanan Venue
  • Panitia Lokal Dinilai Ramah dan Sigap
  • Peserta Papua Barat Rasakan Suasana Lomba MTQ Nasional yang Kondusif
  • Usai Lomba, Peserta Ingin Jelajah Semarang

Hal itu dirasakan peserta cabang kaligrafi yang berlomba di Auditorium Imam Barjo Universitas Diponegoro (Undip), Pleburan, Kota Semarang.

Ruang perlombaan yang nyaman, suasana relatif tenang, serta pendampingan panitia lokal dinilai membantu peserta menjaga konsentrasi selama menyelesaikan karya.

Peserta Kaligrafi Puji Kenyamanan Venue

Peserta kaligrafi dekorasi putri dari DKI Jakarta, Pevi Diana, mengatakan perlombaan menggunakan media triplek dengan waktu pengerjaan delapan jam, termasuk waktu istirahat.

Persiapan dilakukan sejak dua hari sebelum lomba setelah peserta menerima makro soal.

“Untuk kaligrafi dekorasi itu di triplek dengan waktu delapan jam, sudah termasuk istirahat,” kata Pevi.

Menurut dia, Auditorium Imam Barjo memberikan suasana yang mendukung konsentrasi. Area lomba juga dibuat lebih privat karena penonton tidak diperbolehkan masuk ke ruang perlombaan.

“Untuk arena dan segala macamnya enak, nyaman. Ruang privasi lebih ada. Lebih terjaga,” ujarnya.

Kenyamanan tersebut menjadi salah satu faktor penting bagi peserta kaligrafi yang harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk menyelesaikan karya secara detail.

Panitia Lokal Dinilai Ramah dan Sigap

Selain venue, pelayanan panitia lokal juga mendapat apresiasi. Pevi menilai para liaison officer (LO) yang mendampingi peserta cukup sigap memenuhi kebutuhan selama kegiatan.

Menurutnya, panitia tidak hanya membantu urusan transportasi, tetapi juga menciptakan suasana yang akrab selama mendampingi peserta.

“Asyik banget. Di mobil segala macam mereka langsung prepare dan ramah-ramah. Kalau mengantar ke mana-mana mereka selalu ramah, ngajak ngobrol,” ungkapnya.

Pevi sendiri bukan kali pertama mengikuti MTQ nasional. Sejak 2020, dia telah mengikuti sejumlah gelaran nasional, mulai dari Padang, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.

Dalam sejumlah keikutsertaan tersebut, Pevi pernah meraih juara harapan satu di Kalimantan Timur, juara harapan tiga di Kalimantan Selatan, serta masuk 10 besar saat tampil di Padang.

Tahun ini, targetnya lebih tinggi, yakni menembus babak final dan meraih juara pertama.

“Semoga final dan juara satu tahun ini,” harapnya.

Peserta Papua Barat Rasakan Suasana Lomba MTQ Nasional yang Kondusif

Kesan positif juga disampaikan Andi Faiz Azizi, peserta cabang kaligrafi hias mushaf yang mewakili Papua Barat.

MTQ Nasional XXXI 2026 menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ajang MTQ tingkat nasional sekaligus kunjungan perdana ke Jawa Tengah.

“Saya sebagai cabang kaligrafi hias mushaf mewakili Provinsi Papua Barat dalam MTQ Nasional tahun 2026. Ini yang pertama kali dan perdana mengikuti. Alhamdulillah, bisa berkontribusi dalam event ini,” kata Andi.

Dia menilai venue perlombaan cukup luas dan nyaman. Suasana ruangan yang sejuk dan tidak terlalu bising juga dinilai ideal untuk peserta kaligrafi yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

“Tempatnya cukup luas dan nyaman. Pada umumnya kaligrafi itu tempat yang sejuk dan tidak terlalu berisik, dan saya rasa di sini cukup bagus dan efisien,” terangnya.

Andi mengaku bersyukur telah menyelesaikan karya kaligrafi hias mushaf yang dilombakan. Kini, dia berharap hasil karyanya mampu mengantarkan Papua Barat meraih prestasi.

“Alhamdulillah tadi sudah selesai karyanya. Insyaallah juara saja sih,” pungkasnya.

Usai Lomba, Peserta Ingin Jelajah Semarang

Di balik keseriusan mengikuti kompetisi, peserta juga menyimpan keinginan menikmati suasana Jawa Tengah.

Pevi, misalnya, sudah mencari informasi mengenai kuliner dan tempat wisata di Semarang melalui media sosial. Dia juga tertarik mengunjungi bazar MTQ Nasional untuk melihat berbagai produk yang ditawarkan.

“Jalan-jalan sih, karena sudah lihat di TikTok, cari-cari food-nya apa saja, terus tempat wisatanya. Pingin banget ke bazar MTQ untuk lihat apa saja yang ada di sana,” tuturnya.

Sementara Andi juga berharap dapat mencicipi makanan khas Jawa Tengah dan mengunjungi sejumlah destinasi wisata setelah seluruh rangkaian perlombaan selesai.

“Jalan-jalan ke Jawa Tengah, mau coba jalan-jalan ke tempat wisata. Makanan khas sini sih mau,” katanya.

Bagi para peserta, MTQ Nasional XXXI 2026 tidak hanya menjadi arena untuk menunjukkan kemampuan dan mengejar prestasi. Kenyamanan venue serta keramahan panitia lokal turut membuat pengalaman berkompetisi di Jawa Tengah semakin berkesan.

*Ikuti media sosial kami.

Jelang Mudik Lebaran 2026, 4.870 Titik Jalan Berlubang di Jawa Tengah Dituntaskan
Isi Kuliah Mahasiswa Akuntansi Undip, Sekda Jateng Tekankan Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan
Gencarkan Layanan Kesehatan Ternak Keliling untuk Menjamin Kesehatan Hewan Kurban
Gubernur Lantik Mahanni Jadi Wakil Bupati Klaten, Kemiskinan 11 Persen Jadi Sorotan
Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
TAGGED:lomba kaligrafimtq nasionalvenue lomba
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Penyerahan penghargaan BPJS Kesehatan kepada Klinik Ibunda Klampok Banjarnegara Klinik Ibunda Klampok Banjarnegara Raih Faskes Terbaik JKN 2026
Next Article Wagub Taj Yasin saat Queen Latifa Hospital Semarang. Dorong Rumah Sakit Jateng Tingkatkan Layanan untuk Medical Tourism Speling Jangkau 18 Juta Warga, Taj Yasin Bidik Penguatan Medical Tourism Jateng

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.