KABARBANYUMASRAYA.COM – Gerakan Rabu Pon di Purbalingga tak sekadar penghijauan. Penanaman pohon diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, memulihkan lingkungan, sekaligus mengurangi risiko banjir dan longsor.
Gerakan menanam pohon kembali digaungkan di Kabupaten Purbalingga. Ketua TP PKK Jawa Tengah Ning Nawal Arafah Yasin bersama Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mendorong masyarakat memperluas penghijauan melalui program Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon atau Rabu Pon.
Dalam gerakan tersebut berlangsung di Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Ning Nawal mengatakan, penanaman pohon tidak harus dilakukan di pekarangan rumah. Titik-titik yang memiliki potensi bencana juga perlu menjadi sasaran penghijauan.
“Tanam pohon sebenarnya tidak hanya ditujukan pada pekarangan rumah, tapi juga titik kerawanan bencana,” kata Nawal.
Bupati Fahmi Kaitkan Rabu Pon dengan Mitigasi Bencana
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif menilai program Rabu Pon relevan dengan kondisi daerah yang sempat menghadapi bencana banjir dan longsor.
Menurutnya, Desa Tlahab Kidul yang berada di wilayah dataran tinggi memiliki posisi penting dalam menjaga daya serap air.
“Kegiatan Rabu Pon ini sangat luar biasa. Desa Tlahab Kidul ini juga desa di dataran yang cukup tinggi, sehingga mempunyai peran penting dalam penyerapan air agar tidak terjadi banjir ataupun longsor,” ujar Fahmi.
Ia berharap penanaman pohon dapat menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperbaiki lingkungan sekaligus mengurangi risiko bencana.
Selain fungsi ekologis, pohon buah yang ditanam juga diharapkan dapat mendukung pemanfaatan lahan dan ketahanan pangan masyarakat.
2,4 Juta Kader PKK Bisa Tanam 28,8 Juta Pohon
Nawal menyebut gerakan tersebut memiliki potensi besar jika dilakukan secara konsisten oleh kader PKK di seluruh Jawa Tengah.
Dengan sekitar 2,4 juta kader PKK, jika setiap kader menanam satu pohon setiap bulan, maka secara teoritis dapat mencapai 28,8 juta pohon dalam setahun.
Gerakan tersebut sekaligus menjadi respons terhadap berbagai persoalan lingkungan, seperti berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan pertanian, hingga pengelolaan sampah yang belum optimal.
“Sehingga dari ini kita ikut serta bagaimana melestarikan lingkungan dengan program Rabu Pon ini,” katanya.
Posyandu Didorong Jadi Pusat Pelayanan Masyarakat
Kunjungan Nawal ke Purbalingga juga diisi dengan peninjauan pelayanan Posyandu Melati Desa Tlahab Kidul.
Nawal bersama rombongan menyapa anak-anak TK Pertiwi 2 dan KB Tunas Harapan Bangsa. Dalam kegiatan tersebut juga diberikan susu dan perlengkapan sekolah.
Bersamaan dengan itu, masyarakat mendapat layanan administrasi kependudukan, seperti perekaman dan penerbitan KTP-el, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak, serta akta kelahiran dan kematian. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis turut digelar.
Fahmi mengatakan Posyandu kini memiliki cakupan pelayanan yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.
“Dari yang tadinya Posyandu hanya berfokus pada kesehatan, kini lebih luas cakupannya memberi pelayanan sektor pendidikan, pekerjaan umum, perumahan dan permukiman, sosial, ketertiban dan sebagainya,” jelasnya.
Nawal menambahkan, Posyandu kini diarahkan mengintegrasikan layanan berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Baznas Dorong Pemberdayaan Warga
Program di Desa Tlahab Kidul juga mendapat dukungan Baznas Jawa Tengah. Selain bantuan sembako dan pemugaran rumah tidak layak huni, Baznas Kabupaten Purbalingga memberikan bantuan indukan ayam untuk mendukung usaha ternak warga.
Wakil Ketua Baznas Jawa Tengah Zain Yusuf mengatakan zakat tidak hanya diarahkan untuk bantuan konsumtif, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program produktif yang telah dikembangkan antara lain budidaya ikan lele sistem bioflok, hidroponik, boga, hingga penguatan usaha kecil melalui pemasaran digital.
“Tangan kanan kepala daerah adalah APBD, maka tangan kirinya adalah Baznas. Jika tidak bisa melalui APBD, bisa menggunakan Baznas,” ujar Zain.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pemerintah, PKK, Posyandu, dan Baznas dalam menangani persoalan lingkungan, pelayanan dasar, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
*Ikuti media sosial kami.
