HUJAN belum juga reda ketika angin kencang tiba-tiba menyapu Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/1/2026) petang. Dalam hitungan menit, atap rumah warga beterbangan, suara dentuman memecah kesunyian, dan kepanikan tak terhindarkan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu memaksa warga keluar rumah demi menyelamatkan diri. Sejumlah keluarga hanya bisa pasrah menyaksikan atap rumah mereka terangkat dan terbawa angin, sementara air hujan masuk membanjiri ruangan.
Menurut keterangan warga, cuaca buruk sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat (23/1/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin terus mengguyur wilayah tersebut dan kembali menguat pada Sabtu sore.
Ketua Bidang Infokom PMI Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan puncak kejadian terjadi saat hembusan angin mendadak menguat dan menerjang permukiman warga.
“Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Angin langsung menghantam bangunan rumah warga, bahkan atap sekolah juga ikut rusak,” ujar Aji, berdasarkan laporan relawan di lapangan.
Material bangunan seperti seng dan genting terlepas dari rangkanya, beterbangan, bahkan sebagian terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh.
Rumah Warga dan Sekolah Ikut Rusak Akibat Angin Kencang
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 10 rumah warga dan satu fasilitas pendidikan terdampak bencana angin kencang tersebut. Kerusakan didominasi pada bagian atap, baik hilang seluruhnya maupun sebagian akibat diterjang angin kencang. Bahkan, satu rumah dilaporkan mengalami retakan pada dinding.
Beberapa warga yang terdampak antara lain:
- Suratman, Tuhrim, dan Ahni, yang kehilangan seluruh atap seng rumahnya
- Manis, warga RT 3 RW 03, yang selain kehilangan atap juga mengalami keretakan tembok
- SD Negeri 2 Grogol, yang atap sengnya rusak dan hilang sebagian
Kondisi ini membuat sejumlah rumah tidak lagi layak ditempati, terlebih saat hujan masih berpotensi turun.
Warga Mengungsi, Keselamatan Jadi Prioritas
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut memaksa beberapa keluarga mengungsi ke rumah saudara dan kerabat terdekat. Mereka memilih meninggalkan rumah demi menghindari risiko bangunan roboh atau tertimpa material saat cuaca kembali memburuk.
Di lokasi kejadian, tim gabungan bersama pemerintah desa bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan, assessment kebutuhan warga, serta memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.
Hingga Sabtu malam, warga Desa Grogol masih membutuhkan bantuan darurat untuk bertahan di tengah kondisi pascabencana. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain:
- Bahan bangunan seperti seng dan kaso
- Terpal untuk penutup rumah sementara
- Logistik permakanan
- Selimut dan kasur lantai
- Perlengkapan mandi
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga bertahan sembari menunggu perbaikan rumah dan kondisi cuaca kembali stabil.
Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.
