Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan
Banjarnegara

Angin Kencang Mengamuk di Grogol Banjarnegara, Atap Rumah Warga Beterbangan

Afifah Anis CH
Last updated: 25 Januari 2026 12:30
By Afifah Anis CH
3 Min Read
Share
kerusakan akibat diternag angin kencang
Rumah milik warga rusak akibat diterjang angin kencang yang terjadi Sabtu (24/1/2026) petang. (dok.PMI Banjarnegara)
SHARE

HUJAN belum juga reda ketika angin kencang tiba-tiba menyapu Desa Grogol, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Sabtu (24/1/2026) petang. Dalam hitungan menit, atap rumah warga beterbangan, suara dentuman memecah kesunyian, dan kepanikan tak terhindarkan.

Contents
  • Rumah Warga dan Sekolah Ikut Rusak Akibat Angin Kencang
    • Beberapa warga yang terdampak antara lain:
  • Warga Mengungsi, Keselamatan Jadi Prioritas

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu memaksa warga keluar rumah demi menyelamatkan diri. Sejumlah keluarga hanya bisa pasrah menyaksikan atap rumah mereka terangkat dan terbawa angin, sementara air hujan masuk membanjiri ruangan.

Menurut keterangan warga, cuaca buruk sebenarnya sudah berlangsung sejak Jumat (23/1/2026). Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin terus mengguyur wilayah tersebut dan kembali menguat pada Sabtu sore.

Ketua Bidang Infokom PMI Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan puncak kejadian terjadi saat hembusan angin mendadak menguat dan menerjang permukiman warga.

“Kejadiannya berlangsung sangat cepat. Angin langsung menghantam bangunan rumah warga, bahkan atap sekolah juga ikut rusak,” ujar Aji, berdasarkan laporan relawan di lapangan.

Material bangunan seperti seng dan genting terlepas dari rangkanya, beterbangan, bahkan sebagian terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh.

Rumah Warga dan Sekolah Ikut Rusak Akibat Angin Kencang

Berdasarkan data sementara, sedikitnya 10 rumah warga dan satu fasilitas pendidikan terdampak bencana angin kencang tersebut. Kerusakan didominasi pada bagian atap, baik hilang seluruhnya maupun sebagian akibat diterjang angin kencang. Bahkan, satu rumah dilaporkan mengalami retakan pada dinding.

Beberapa warga yang terdampak antara lain:

  • Suratman, Tuhrim, dan Ahni, yang kehilangan seluruh atap seng rumahnya
  • Manis, warga RT 3 RW 03, yang selain kehilangan atap juga mengalami keretakan tembok
  • SD Negeri 2 Grogol, yang atap sengnya rusak dan hilang sebagian

Kondisi ini membuat sejumlah rumah tidak lagi layak ditempati, terlebih saat hujan masih berpotensi turun.

Warga Mengungsi, Keselamatan Jadi Prioritas

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, bencana tersebut memaksa beberapa keluarga mengungsi ke rumah saudara dan kerabat terdekat. Mereka memilih meninggalkan rumah demi menghindari risiko bangunan roboh atau tertimpa material saat cuaca kembali memburuk.

Di lokasi kejadian, tim gabungan bersama pemerintah desa bergerak cepat melakukan pendataan kerusakan, assessment kebutuhan warga, serta memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Hingga Sabtu malam, warga Desa Grogol masih membutuhkan bantuan darurat untuk bertahan di tengah kondisi pascabencana. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain:

  • Bahan bangunan seperti seng dan kaso
  • Terpal untuk penutup rumah sementara
  • Logistik permakanan
  • Selimut dan kasur lantai
  • Perlengkapan mandi

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga bertahan sembari menunggu perbaikan rumah dan kondisi cuaca kembali stabil.

Anda bisa melihat info lain di Instagram kami.

Neon Padel Resmi Hadir di Surya Yudha Park, Ikon Baru Sport Tourism Banjarnegara
Bupati Amalia Tegaskan Stunting Tak Melulu Soal Kemiskinan, Pola Asuh Jadi Kunci Utama
Ramadan Berlalu, Pembinaan Spiritual Berlanjut, Jadi Fondasi Perubahan Warga Binaan
Rutan Banjarnegara Gelar Razia Gabungan dan Tes Urin, Tegaskan Komitmen Bersih Narkoba dan HP Ilegal
Sidang TPP Rutan Banjarnegara, 7 WBP Diusulkan Ikuti Program Integrasi
TAGGED:angin kencang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Masa tanggap darurat Pati diperpanjang Banjir dan Longsor Belum Reda, Status Tanggap Darurat Pati Diperpanjang hingga 6 Februari
Next Article Desa Mandiri Sragen Desa Mandiri di Jateng Meningkat, Bukti Kebijakan Pembangunan Desa Berjalan Efektif
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.