ANGIN kencang menerjang wilayah Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (23/1/2026) sore. Akibatnya, ratusan pohon pinus tumbang, memutus akses jalan dan menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah titik.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Hembusan angin yang kuat membuat banyak pohon pinus berukuran besar roboh dan melintang di badan jalan, khususnya di jalur Gripit–Kalibening, yang merupakan akses utama warga.
Akses Jalan Lumpuh, Arus Lalu Lintas Terganggu
Batang-batang pohon pinus yang tumbang menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan tidak dapat melintas. Kondisi ini membuat arus transportasi warga terganggu dan memaksa aparat serta masyarakat setempat menutup sementara jalur tersebut demi keselamatan.
Sejumlah pengguna jalan terpaksa mencari jalur alternatif karena kawasan terdampak berada di tengah hutan pinus yang rawan pohon tumbang susulan.
Angin Kencang Sebabkan Listrik Padam Akibat Kabel Putus
Selain mengganggu akses jalan, angin kencang juga menyebabkan aliran listrik terputus. Banyak kabel listrik rusak akibat tertimpa pohon tumbang, sehingga beberapa wilayah mengalami pemadaman listrik sejak sore hari.
Petugas terkait masih melakukan pendataan dan penanganan untuk memastikan jaringan listrik dapat kembali normal dengan aman.
BPBD dan Warga Lakukan Pembersihan Pohon
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga tak lama setelah kejadian. Tim BPBD bersama relawan dan masyarakat langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat dan segera melakukan tinjauan lokasi. Hari ini relawan bersama tim terkait dan dibantu warga berupaya membersihkan pohon-pohon yang melintang di jalan,” ujar Aji, Sabtu (24/1/2026).
Polisi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Kapolsek Kalibening, Iptu Saripin, menyebutkan bahwa hingga Sabtu, angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah tersebut. Ia mengimbau warga agar tetap waspada, terutama saat melintas di jalur rawan pohon tumbang.
Polisi juga telah memasang tanda peringatan dan pengalihan jalur untuk mencegah pengendara melintas di ruas jalan tengah hutan.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar memperhatikan kondisi cuaca. Jika hujan disertai angin kencang, sebaiknya mencari jalur lain dan menghindari ruas tersebut,” katanya.
*Baca media group Kami
