KABARBANYUMASRAYA.COM – Ada momen tak biasa saat Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau bazar UMKM MTQ Nasional XXXI 2026 di kawasan Simpang Lima Semarang. Di tengah kunjungan, Gus Yasin justru mampir ke stand Cukur Gratis Baznas Jateng dan meminta rambutnya dirapikan.
Momen spontan itu terjadi usai peresmian bazar UMKM di eks E Plaza Simpang Lima Semarang. Tanpa banyak persiapan, Gus Yasin membuka pecinya lalu duduk di kursi cukur. Ia kemudian dilayani Abdul Basir, barber yang mendapat pelatihan keterampilan mencukur dari Baznas Jawa Tengah.
“Kalau potong rambut berapa menit?” tanya Gus Yasin kepada Basir.
Sekitar 15 menit kemudian, rambut Gus Yasin selesai dirapikan. Momen sederhana tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi Basir. “Sangat bahagia sekali,” ujar Basir.
Cukur Gratis Jadi Daya Tarik Bazar MTQ Nasional
Stand Cukur Gratis Baznas Jateng menjadi salah satu tenant dalam pameran MTQ Nasional XXXI 2026. Layanan tersebut terbuka bagi pengunjung selama pameran yang berlangsung pada 11–20 September 2026.
Kehadiran stand tersebut tidak hanya memberikan layanan kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan melalui peningkatan keterampilan.
Di sisi lain, bazar MTQ Nasional dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk memperluas pasar produk UMKM sekaligus mempertemukan pelaku usaha dari berbagai daerah.
Gus Yasin Dorong UMKM Jateng Tembus Pasar Nasional
Gus Yasin mengatakan, MTQ Nasional menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan produk UMKM Jawa Tengah kepada masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, kedatangan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah membuka peluang terjadinya kerja sama ekonomi antardaerah.
“Karena kita negara yang besar, kita harus saling mengenal potensi-potensi kita. Jawa Tengah dengan provinsi yang lain memiliki potensi masing-masing sehingga kita ingin maju bersama,” katanya.
Ia berharap produk unggulan Jawa Tengah, termasuk sektor kriya, tidak hanya dipasarkan di daerah asal, tetapi juga bisa masuk ke pasar provinsi lain.
“Siapa tahu oleh-oleh khas kriya dari Jawa Tengah bisa dipasarkan di provinsi yang lain. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.
Pemprov Jateng, lanjut dia, juga mulai melakukan pengelompokan UMKM berdasarkan kesiapan dan kapasitas pasar.
UMKM yang telah naik kelas dan lolos kurasi akan diarahkan masuk ke pasar yang lebih luas. Sejumlah lokasi strategis seperti stasiun, rumah sakit milik Pemprov Jateng, hingga Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang menjadi sasaran pemasaran.
“Kalau yang sudah dikurasi bagus, kita langsung bawa ke bandara untuk ditawarkan, bahkan kita dorong sampai ke pasar internasional,” kata Gus Yasin.
150 Stan Ramaikan Bazar MTQ Nasional di Semarang
Dalam rangkaian MTQ Nasional XXXI, Pemprov Jateng menyediakan sekitar 150 stan untuk pameran dan bazar UMKM.
Stan tersebut diisi perwakilan sejumlah provinsi serta pelaku UMKM dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah July Emmylia dalam laporannya mengatakan seluruh stan yang disediakan telah terisi.
“Sudah terpenuhi 100 persen,” ujarnya.
Pameran dibuka oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia, Hj Helmi Halimatul Udhmah.
Gus Yasin berharap aktivitas ekonomi selama MTQ Nasional memberikan dampak langsung bagi masyarakat Jawa Tengah. Ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah diperkirakan meramaikan Kota Semarang selama penyelenggaraan MTQ.
Berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran ekonomi dari rangkaian kegiatan tersebut diperkirakan mencapai Rp500 miliar hingga Rp1,2 triliun.
“Ini positif. Kita ingin pertumbuhan ekonomi tetap bergerak melalui kegiatan seperti ini,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
