PURBALINGGA – Donasi hasil penggalangan ASN Purbalingga disalurkan melalui PMI untuk membantu warga terdampak bencana di NTT dan Kalimantan.
Aksi penggalangan dana ini merupakan bentuk solidaritas untuk korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan yang ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama jajaran aparatur sipil negara (ASN Purbalingga). Dari penggalangan dana yang dilakukan, terkumpul Rp181.441.853 untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
Dana tersebut diserahkan secara simbolis Sekretaris Daerah Purbalingga Herni Sulasti kepada Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif dan Wakil Bupati Dimas Prasetyahani. Selanjutnya, bantuan hasil penggalangan dana ASN Purbalingga ini diserahkan kepada Ketua PMI Kabupaten Purbalingga Hanung Wikantono untuk diteruskan kepada masyarakat yang terdampak bencana di NTT dan Kalimantan.
Tak Hanya ASN Purbalingga, Bupati Purbalingga Ajak Masyarakat Ikut Berdonasi
Bupati Fahmi Muhammad Hanif mengatakan, penggalangan dana merupakan bentuk kepedulian ASN Purbalingga di lingkungan Pemerintah Kabupaten terhadap warga yang sedang menghadapi musibah.
“Donasi yang terkumpul dari ASN Purbalingga ini nantinya akan kami kirimkan untuk saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan,” kata Fahmi.
Ia juga mengajak masyarakat Purbalingga yang memiliki kemampuan finansial untuk ikut membantu korban bencana. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan memulihkan kehidupannya.
“Semoga saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan yang saat ini sedang mengalami bencana segera dapat pulih seperti sediakala,” ujarnya.
Warga Purbalingga Diminta Waspada Kekeringan dan Karhutla
Selain menyampaikan kepedulian kepada korban bencana di daerah lain, Pemkab Purbalingga juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan serta kebakaran lahan dan hutan.
Sejumlah wilayah Purbalingga masih menghadapi persoalan kekurangan air. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan menyimpan cadangan air jika memiliki tempat penampungan.
Fahmi menyebut berdasarkan informasi BMKG, kondisi kekeringan di Purbalingga berpotensi berlangsung cukup panjang hingga Februari mendatang.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, termasuk membakar sampah atau lahan di area perkebunan maupun kawasan hutan.
Pemkab Purbalingga Siapkan Distribusi Air Bersih
Pemkab Purbalingga terus melakukan penanganan terhadap wilayah yang terdampak kekeringan melalui distribusi air bersih secara rutin.
Warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat melaporkan kondisi tersebut melalui kanal Lapor Masbup. Laporan akan ditindaklanjuti dengan bantuan dropping air bersih ke wilayah yang membutuhkan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau dan kondisi kekeringan masih berlangsung.
*Ikuti media sosial kami.
