Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Berita > Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
BeritaJateng

Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat

Reza Sanjaya
Last updated: 22 Agustus 2026 17:55
By Reza Sanjaya
4 Min Read
Share
Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memasang benteng integritas dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Bahkan menegaskan tidak boleh ada ruang bagi korupsi dan penyalahgunaan anggaran, sementara setiap rupiah APBD harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Contents
  • Ahmad Luthfi: Tidak Boleh Ada Korupsi
  • Pengelolaan APBD Harus Transparan dan Tepat Sasaran
  • KPK: Integritas Jadi Benteng Pertama Cegah Korupsi
  • Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

Penegasan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin Rapat Koordinasi Penguatan Integritas dan Pencegahan Korupsi dalam Pemerintahan Daerah di Semarang. Rakor diikuti kepala daerah dan pimpinan DPRD se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bersama KPK, BPKP, LKPP, Kementerian Dalam Negeri, serta lembaga terkait.

Ahmad Luthfi: Tidak Boleh Ada Korupsi

Ahmad Luthfi mengatakan pemerintahan yang bersih tidak cukup dibangun melalui aturan dan pengawasan. Integritas harus menjadi komitmen seluruh penyelenggara pemerintahan, baik eksekutif maupun legislatif.

“Intinya, tidak boleh ada korupsi. Itu saja,” katanya.

Untuk itu, Gubernur Ahmad Luthfi meminta seluruh jajaran pemerintah daerah menjalankan regulasi dan sistem pengawasan yang telah ditetapkan. Menurutnya, penguatan integritas harus berujung pada pelayanan publik dan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai anggaran yang seharusnya untuk masyarakat justru tidak memberikan manfaat maksimal,” ujarnya.

Pengelolaan APBD Harus Transparan dan Tepat Sasaran

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus mengatakan integritas harus diterapkan sejak tahap perencanaan, penganggaran hingga pengadaan barang dan jasa. Kepala daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan APBD digunakan sesuai peruntukan.

“Harapan kami kembali kepada setiap kepala daerah, apakah benar-benar bisa menjaga integritas dan mengoperasionalkan integritas tersebut dalam pengelolaan keuangan daerah,” kata Wiyagus.

Penguatan integritas mencakup delapan area prioritas, yakni, Perencanaan dan penganggaran, Pengadaan barang dan jasa, Pelayanan publik dan perizinan, Pengawasan APIP, Manajemen aparatur sipil negara, Pengelolaan barang milik daerah, Optimalisasi pajak dan retribusi, Konflik kepentingan, gratifikasi, dan pengaduan.

Pengawasan juga mencakup BUMD, BLUD, hibah dan bantuan sosial, pokok-pokok pikiran DPRD, bantuan keuangan, proyek strategis, dana desa, sumber daya alam, serta program prioritas nasional di daerah.

KPK: Integritas Jadi Benteng Pertama Cegah Korupsi

Pimpinan KPK Johanis Tanak menilai integritas merupakan pertahanan pertama untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Integritas tidak hanya berkaitan dengan tindakan, tetapi juga harus tercermin dari pola pikir dan sikap setiap penyelenggara negara.

“Kata kuncinya ada pada integritas,” ujar Johanis.

Ia berharap seluruh anggaran daerah, baik yang dikelola eksekutif maupun legislatif, benar-benar diarahkan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPKP Setya Nugraha mendorong penguatan kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di daerah. Inspektorat harus mampu menjadi sistem peringatan dini bagi kepala daerah ketika terdapat potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.

“APIP harus benar-benar mampu memberikan early warning dan mencegah korupsi,” katanya.

Ia mengingatkan, keberhasilan pengawasan tidak boleh hanya diukur dari skor, kelengkapan dokumen, jumlah rapat, atau tingkat serapan anggaran. Ukuran utamanya adalah apakah pengelolaan pemerintahan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Uang Rakyat Harus Kembali ke Rakyat

Rakor tersebut menjadi penegasan bersama bahwa keberhasilan tata kelola pemerintahan bukan sekadar tingginya serapan APBD. Lebih dari itu, setiap rupiah uang daerah harus dikelola secara bersih, transparan, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut menjadi fondasi Pemprov Jawa Tengah untuk membangun pemerintahan yang berintegritas sekaligus memastikan uang rakyat benar-benar kembali dalam bentuk pelayanan, pembangunan, dan kesejahteraan rakyat.

*Ikuti media sosial kami.

Pekerja Non Formal Terima Bantuan Beras, Pemprov Gelar Pasar Murah Jelang Lebaran 2026
Gus Yasin Siapkan Aplikasi Darurat untuk Lindungi Driver Ojol Perempuan dari Kekerasan
Borobudur Playon 2026, Ahmad Luthfi Kampanyekan Sport Tourism dan Cinta Rupiah
AHY Run 2026 di Semarang Diikuti 5.500 Pelari, Bidik Sport Tourism Jateng
Anak Keluarga Miskin Kini Bisa Sekolah Gratis, Ahmad Luthfi: “Ora Usah Minder, Kejar Cita-citamu!”
TAGGED:ahmad luthfikorupsikpkpemprov jatengspbd untuk rakyat
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Hadapi Tantangan, Jateng Andalkan Bunda Literasi dan Bunda PAUD Hadapi Tantangan, Jateng Andalkan Bunda Literasi dan Bunda PAUD
Next Article Hadiri Haul Tas’an Wartono di Kudus, Wagub Soroti Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Berdampak Hadiri Haul Tas’an Wartono di Kudus, Wagub Soroti Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Berdampak

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.