Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: 24 Tahun Mengabdi, Perawat RS Emanuel Sebut Program JKN Ringankan Beban Pasien
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > 24 Tahun Mengabdi, Perawat RS Emanuel Sebut Program JKN Ringankan Beban Pasien
Banjarnegara

24 Tahun Mengabdi, Perawat RS Emanuel Sebut Program JKN Ringankan Beban Pasien

kaisar
Last updated: 31 Juli 2026 12:37
By kaisar
6 Min Read
Share
Perawat RS Emanuel akui program JKN bantu masyarakat
Kisah Perawat RS Emanuel Banjarnegara, Program JKN dinilai buka akses kesehatan lebih luas bagi masyarakat. (dok. BPJS Kesehatan)
SHARE

DUA PULIH Empat Tahun mengabdi sebagai perawat di RS Emanuel Banjarnegara memberikan pengalaman berharga bagi Lia Fitriani (45) terkait program JKN dalam mendampingi pasien menghadapi berbagai kondisi kesehatan.

Contents
  • Program JKN Dinilai Meringankan Beban Masyarakat Kurang Mampu
  • Prinsip Gotong Royong Jadi Kekuatan Program JKN
  • Edukasi Penting agar Pasien Penyakit Kronis Tetap Berobat Rutin
  • Mobile JKN Permudah Layanan, Pojok JKN Jadi Sarana Edukasi Digital
  • Komitmen Tenaga Kesehatan Sukseskan Program JKN

Dari ribuan pasien yang pernah dirawatnya di RS Emanuel, satu perubahan paling nyata yang ia rasakan adalah hadirnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dinilai berhasil membuka akses layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurut Lia, Program JKN telah mengubah cara masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan. Kini, banyak pasien tidak lagi menunda berobat karena khawatir terhadap tingginya biaya pengobatan, termasuk mereka yang membutuhkan terapi jangka panjang akibat penyakit kronis.

Program JKN Dinilai Meringankan Beban Masyarakat Kurang Mampu

Perawat RS Emanuel yang berasal dari Sokaraja Kidul, Kabupaten Banyumas, itu menilai Program JKN menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang memberikan dampak nyata terhadap pemerataan pelayanan kesehatan.

Di tengah meningkatnya biaya layanan medis, keberadaan JKN memberikan kepastian perlindungan sehingga masyarakat dapat memperoleh pengobatan tanpa terbebani biaya yang besar.

“Menurut saya, Program JKN sangat membantu masyarakat, terutama masyarakat yang kurang mampu. Program ini memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat. Di tengah biaya pelayanan kesehatan yang terus meningkat, JKN memberikan jaminan perlindungan kesehatan sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan tanpa harus terbebani biaya yang besar,” ujar Lia.

Ia mengatakan, jaminan kesehatan menjadi kebutuhan penting karena risiko sakit dapat dialami siapa saja tanpa bisa diprediksi.

Prinsip Gotong Royong Jadi Kekuatan Program JKN

Lia juga menyoroti nilai gotong royong yang menjadi fondasi utama penyelenggaraan Program JKN. Menurutnya, iuran yang dibayarkan peserta setiap bulan bukan sekadar bentuk perlindungan pribadi, tetapi juga menjadi wujud kepedulian terhadap sesama peserta yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Dengan kita membayar iuran JKN secara rutin, meskipun dalam keadaan sehat, sebenarnya kita ikut membantu pembiayaan perawatan masyarakat lain yang sedang sakit atau membutuhkan penanganan medis. Terlebih bagi masyarakat yang kondisi finansialnya sedang kesulitan. Prinsip gotong royong inilah yang membuat Program JKN menjadi sangat berarti,” ungkapnya.

Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa keberlangsungan Program JKN bergantung pada kepatuhan seluruh peserta dalam memenuhi kewajibannya membayar iuran secara rutin.

Edukasi Penting agar Pasien Penyakit Kronis Tetap Berobat Rutin

Sebagai tenaga kesehatan, Lia tidak hanya bertugas memberikan pelayanan medis, tetapi juga aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kepesertaan JKN.

Edukasi tersebut dilakukan saat memberikan pelayanan di rumah sakit maupun dalam berbagai kegiatan penyuluhan kepada masyarakat.

Menurut Lia, kepemilikan jaminan kesehatan menjadi sangat penting, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, maupun penyakit lainnya yang membutuhkan kontrol kesehatan secara berkala.

“Kami rutin memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjadi peserta Program JKN. Salah satu contoh yang sering kami sampaikan adalah penanganan penyakit kronis yang memerlukan kontrol kesehatan secara berkala serta pengobatan yang berkesinambungan. Apabila pasien tidak rutin mengonsumsi obat atau menghentikan pengobatan karena terkendala biaya, kondisi kesehatannya dapat semakin memburuk dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Dengan adanya Program JKN, pasien dapat menjalani pengobatan secara teratur sehingga peluang untuk mengendalikan penyakit dan meningkatkan kualitas hidup menjadi lebih besar,” jelasnya.

Ia mengakui, sejak Program JKN berjalan, semakin banyak pasien penyakit kronis yang mampu menjalani terapi secara konsisten sehingga kondisi kesehatan mereka lebih stabil dan kualitas hidup meningkat.

Mobile JKN Permudah Layanan, Pojok JKN Jadi Sarana Edukasi Digital

Selain mendorong masyarakat menjaga keaktifan kepesertaan JKN, Lia juga aktif memperkenalkan pemanfaatan aplikasi Mobile JKN.

Ia bahkan menjadi bagian dari tim yang mengedukasi masyarakat sejak aplikasi tersebut pertama kali diperkenalkan.

“Saat awal Mobile JKN diluncurkan, pemanfaatannya memang masih sedikit. Karena itu kami membuat terobosan dengan menempatkan petugas khusus di area pelayanan melalui Pojok JKN. Di sana masyarakat kami bantu mengunduh aplikasi, melakukan registrasi, sekaligus kami edukasi berbagai fitur yang tersedia,” katanya.

Melalui Pojok JKN, masyarakat diperkenalkan berbagai layanan digital, mulai dari kartu peserta digital, perubahan data kepesertaan, perpindahan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga pemanfaatan antrean online.

Menurut Lia, layanan digital tersebut kini semakin diminati karena membuat proses administrasi menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.

Komitmen Tenaga Kesehatan Sukseskan Program JKN

Di penghujung wawancara, Lia menegaskan komitmennya bersama tenaga kesehatan lainnya untuk terus mendukung keberhasilan Program JKN melalui pelayanan yang profesional, edukasi berkelanjutan, dan pemanfaatan teknologi digital.

Ia berharap Program JKN terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh layanan kesehatan berkualitas tanpa hambatan biaya.

“Kami sebagai tenaga kesehatan berkomitmen untuk terus menyukseskan Program JKN dengan memberikan pelayanan yang terbaik, mengedukasi masyarakat agar memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta, serta mengajak masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti aplikasi Mobile JKN. Harapan kami, Program JKN dapat terus memberikan manfaat yang semakin luas sehingga seluruh masyarakat Indonesia memperoleh akses pelayanan kesehatan yang berkualitas, mudah, dan berkesinambungan,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Libatkan TNI-Polri dan BNNK Purbalingga, Rutan Banjarnegara Razia Kamar Warga Binaan
Bursa Sekda Banjarnegara Menghangat, 4 Nama Resmi Lolos Seleksi Awal
Percasi Bidik Pecatur Muda dari Kejurkab, Disiapkan untuk Kejurprov Catur 2027
Kekeringan Melanda Banjarnegara, PMI Bergerak Cepat Salurkan Bantuan Air Bersih
Bulan K3 2026, PLN Indonesia Power Mrica Gaungkan Kesehatan Mental dan Aksi Donor Darah
TAGGED:bpjs kesehatanpojok jknprogram jknrs emanuel
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kemeriahan karnaval HAN 2026 di Purbalingga 610 Anak Meriahkan Karnaval HAN 2026, Ratusan Anak Kampanyekan Hak Anak Lewat Kreativitas
Next Article Dinsos PPPA Banjarnegara Gelar Forum Konsultasi Publik terkait transparansi pelayanan sosial Perkuat Transparansi Pelayanan Sosial, Dinsos PPPA Banjarnegara Gelar Forum Konsultasi Publik

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.