HAUL AKBAR Kyai Ageng Kafiluddin K Munawar Kholil ke-20 dan para masyayikh di Pondok Pesantren Al Marom, Desa Menduran, Kabupaten Grobogan, tidak hanya menghadirkan suasana religius yang khidmat, kegiatan keagamaan ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Hal ini dapat dilihat dari hadirnya ribuan jamaah dari berbagai daerah yang sudah barang tentu juga ikut menciptakan perputaran ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar.
Selama empat hari pelaksanaan haul, 9–12 Juli 2026, kawasan menuju kompleks pondok pesantren dipenuhi puluhan lapak pedagang yang menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner khas, pakaian, sandal, hingga kebutuhan sehari-hari.
Ramainya pengunjung membuat omzet para pelaku usaha kecil meningkat drastis dibandingkan hari biasa. Tentu saja, dengan adanya momentum gersebut, acara Haul juga bisa menjadi penggerak ekonomi warga.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai kegiatan keagamaan berskala besar seperti haul memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan dan penggerak ekonomi masyarakat.
“Tadi saya melihat sepanjang perjalanan menuju lokasi, dagangan para pedagang laris semua,” ujar Taj Yasin saat menghadiri Haul Akbar Ponpes Al Marom.
Menurut Gus Yasin itu, kegiatan keagamaan tidak hanya memperkuat nilai spiritual masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal, terutama bagi pelaku usaha mikro dan pedagang kecil.
“Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, kegiatan seperti ini mampu menghidupkan ekonomi masyarakat. Yang menikmati bukan hanya pondok pesantren, tetapi juga para pedagang yang bisa pulang membawa penghasilan,” katanya.
Jadi Penggerak Ekonomi, Pedagang Raup Omzet Berlipat Ganda
Berkah ekonomi dari penyelenggaraan haul dirasakan langsung para pedagang yang datang dari berbagai daerah.
Salah satunya Andi, pedagang asal Kaligawe, Kota Semarang, yang setiap tahun selalu mengikuti Haul Akbar Al Marom. Ia mengaku momentum tersebut menjadi agenda rutin yang selalu dinanti karena mampu meningkatkan penjualan secara signifikan.
“Kalau ada haul di sini pasti saya datang berjualan. Setahun sekali, hasilnya lumayan,” katanya.
Hal serupa dirasakan Widi, penjual lontong pecel khas Menduran. Bersama ibunya, ia tetap mempertahankan harga jual Rp5.000 per porsi meski jumlah pembeli meningkat tajam. Tentu saja kegiatan ini bisa menjadi pengerak ekonomi bagi masyarakat sekitar, mengingat ribuan jemaah hadir dalam kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah omzetnya bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa,” katanya.
Pengunjung Nikmati Wisata Religi Sekaligus Kuliner Lokal
Haul Akbar Al Marom juga menjadi magnet bagi masyarakat dari luar daerah. Selain mengikuti rangkaian doa dan pengajian, para jamaah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berburu kuliner khas serta produk lokal yang dijual warga.
Asih, salah seorang jamaah asal Jakarta, mengaku sengaja membeli berbagai makanan khas Menduran yang sulit ditemukan di daerah asalnya.
Menurutnya, penyelenggaraan haul memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat silaturahmi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Haul ini sangat membantu warga Menduran untuk berjualan. Banyak pengunjung dari luar daerah yang datang dan membeli jajanan maupun produk lokal,” ujarnya.
Haul Jadi Pengungkit Ekonomi Berbasis Keagamaan
Haul Akbar Pondok Pesantren Al Marom tahun ini diikuti ribuan jamaah dari berbagai wilayah, seperti Grobogan, Demak, Semarang, Rembang, hingga Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Besarnya jumlah pengunjung membuat aktivitas ekonomi di sekitar kawasan pesantren meningkat pesat. Kehadiran ribuan jamaah menciptakan peluang usaha bagi pedagang makanan, minuman, perlengkapan ibadah, hingga pelaku UMKM lainnya.
Bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, fenomena tersebut menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya memiliki nilai spiritual dan sosial, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan.
Gus Yasin berharap kegiatan serupa terus dikembangkan karena mampu menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.
“Yang berdagang semuanya hidup. Mereka bisa membawa pulang hasil usaha, bahkan bisa membayar kebutuhan dan kewajibannya. Ini yang kita harapkan dari kegiatan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” katanya.
*Ikuti media sosial kami.
