WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menilai semangat gotong royong masyarakat membangun Madrasah Diniyah Darul Anwar di Cilongok menjadi bukti kuatnya kepedulian terhadap pendidikan agama dan pembentukan karakter generasi muda.
Semangat gotong royong masyarakat Desa Sudimara, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Kebersamaan warga yang berhasil mewujudkan pembangunan Gedung Madrasah Diniyah Darul Anwar secara swadaya dinilai menjadi contoh nyata kepedulian masyarakat terhadap masa depan pendidikan agama.
Hal itu disampaikan Taj Yasin saat meresmikan Gedung Madrasah Diniyah Darul Anwar, Sabtu (4/7/2026). Ia juga menegaskan bahwa keberadaan lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi sekaligus menjaga ketenteraman kehidupan bermasyarakat.
Gotong Royong Warga Jadi Kekuatan Membangun Pendidikan Agama
Di hadapan ratusan warga, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun harta untuk membangun madrasah.
Menurutnya, partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan agama masih tumbuh kuat dan menjadi modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah ikut membantu membangun Madrasah Diniyah Darul Anwar. Madrasah yang tadinya sejengkal dari si fulan, sejengkal dari si fulan, semoga Allah melipatgandakan apa yang panjenengan berikan,” ujar Gus Yasin.
Ia menambahkan, madrasah bukan hanya menjadi tempat belajar ilmu agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan moral, etika, dan karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Madrasah Diniyah Menjadi Benteng Moral dan Penjaga Ketenteraman Masyarakat
Gus Yasin mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan berbasis agama atau Madrasah Diniyah. Menurutnya, kepercayaan tersebut harus terus dijaga agar madrasah tetap menjadi benteng moral di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Terima kasih karena masyarakat masih mempercayai lembaga pendidikan agama. Kepercayaan ini harus terus dijaga agar madrasah tetap menjadi benteng moral bagi anak-anak kita,” katanya.
Ia berharap Madrasah Diniyah Darul Anwar mampu menjadi pusat lahirnya generasi yang membawa kedamaian, ketenteraman, dan semangat kebersamaan di lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan di madrasah akan membentuk pribadi yang menghormati sesama, menjaga kerukunan, serta menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak kehidupan sosial.
“Pendidikan agama dihadirkan untuk memberikan ketenangan dan ketenteraman. Ini sangat membantu pemerintah karena salah satu fungsi utama pemerintah adalah mewujudkan ketertiban dan ketenteraman masyarakat. Jika masyarakat hidup rukun dan damai, pembangunan di berbagai bidang akan berjalan lebih baik,” tegasnya.
Peresmian Gedung Madrasah Diniyah Darul Anwar menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan. Semangat swadaya yang ditunjukkan warga Desa Sudimara diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun fasilitas pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.
*Ikuti media sosial kami.
