Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Buka Festival Pande Besi, Taj Yasin Soroti Inovasi Desa Kranggan yang Mendunia
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Buka Festival Pande Besi, Taj Yasin Soroti Inovasi Desa Kranggan yang Mendunia
Jateng

Buka Festival Pande Besi, Taj Yasin Soroti Inovasi Desa Kranggan yang Mendunia

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 26 Juni 2026 18:40
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Wagub Taj Yasin saat mengunjungi Festival Pande Besi di Kranggan Klaten
Wagub Taj Yasin saat mengunjungi Festival Pande Besi di Kranggan Klaten. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

FESTIVAL Pande Besi dan Opor Bebek yang dilaksanakan di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, pada Jumat (26/6/2026) ini menarik perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Contents
  • Desa Dampingan Harus Mampu Menciptakan Kemandirian dan Kesejahteraan
  • Posyandu Jiwa dan Museum Besalen Koripan Jadi Inovasi Unggulan Desa Kranggan
  • Pendampingan UNS Tingkatkan Pendapatan Wisata dan Produk Pande Besi
  • Festival Pande Besi dan Opor Bebek Tampilkan Potensi Desa

Wakil Gubernur Taj Yasin menilai, keberhasilan kegiatan yang mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi ini hendaknya menjadi satu model pengembangan desa, untuk itu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jawa Tengah menjadikan desa tersebut sebagai Program Desa Dampingan di Jawa Tengah. Termasuk adanya Festival Pande Besi yang menjadi daya tarik tersendiri.

Menurutnya, melalui festival pande besi dan opor bebek ini menjadi bukti kemajuan desa pembangunan desa berbasis potensi lokal akan berhasil apabila melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga badan usaha milik desa (BUMDes).

“Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang, Festival Pande Besi ini juga dapat dikembangkan lebih baik lagi,” ujar Taj Yasin.

Desa Dampingan Harus Mampu Menciptakan Kemandirian dan Kesejahteraan

Gus Yasin itu menegaskan, konsep desa dampingan tidak cukup hanya sebatas penyaluran bantuan. Pendampingan harus mampu membangun kapasitas masyarakat agar semakin mandiri, memiliki jejaring yang luas, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Yang kita inginkan desa bisa benar-benar berdaya, memiliki koneksi, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya,” katanya.

Ia juga meminta evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD yang telah dibentuk di Jawa Tengah. Menurutnya, desa-desa yang masih menghadapi berbagai kendala perlu belajar langsung dari desa yang telah berhasil mengembangkan potensi lokalnya.

“Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki,” tegasnya.

Posyandu Jiwa dan Museum Besalen Koripan Jadi Inovasi Unggulan Desa Kranggan

Dalam kunjungannya, Taj Yasin memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa) yang menjadi salah satu inovasi sosial di Desa Kranggan.

Program tersebut tidak hanya memberikan pendampingan bagi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga membantu mereka kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi dan sosial.

Menurutnya, inovasi tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang tengah menyiapkan layanan Klinik Disabilitas dengan pendekatan yang lebih terpadu.

“Di sini ada Posyandu Kejiwaan. Ini sinkron dengan kami yang saat ini baru merumuskan Klinik Disabilitas. Nanti bisa kita tambahkan layanan bagi ODGJ sehingga masuk dalam penanganan yang lebih terpadu,” ungkapnya.

Selain itu, Desa Kranggan juga berhasil mengembangkan Besalen Koripan menjadi museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa dan telah terdaftar secara nasional.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS) selama Juni hingga November 2025.

Pendampingan UNS Tingkatkan Pendapatan Wisata dan Produk Pande Besi

Wakil Rektor UNS, Prof. Dodi Aryawan, menjelaskan bahwa program pendampingan berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Desa Kranggan, khususnya dalam kerajinan pande besi.

Selama periode pendampingan, sebanyak 320 wisatawan mengunjungi Museum Besalen Koripan. Pendapatan museum meningkat hampir sepuluh kali lipat, dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta.

Tak hanya itu, penjualan produk pisau hasil karya para pande besi juga mengalami lonjakan sekitar sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Menurut Taj Yasin, capaian tersebut membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, akademisi, dan masyarakat mampu mempercepat pembangunan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Festival Pande Besi dan Opor Bebek Tampilkan Potensi Desa

Selain membuka festival pande besi, Wakil Gubernur Jawa Tengah juga meninjau sejumlah potensi unggulan Desa Kranggan, mulai dari peternakan ayam milik BUMDes, Museum Besalen Koripan, hingga berbagai stan pelayanan publik.

Tak hanya itu, dalam festival pande besi juga dibuka layanan masyarakat yang meliputi administrasi kependudukan, konsultasi kemasan UMKM, layanan Samsat, perpustakaan desa, hingga fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Ia mengaku terkesan dengan kebersihan lingkungan desa serta tingginya keterlibatan generasi muda dalam menjaga budaya lokal sekaligus mengembangkannya menjadi daya tarik wisata.

“Di sini anak-anak mudanya tidak meninggalkan budaya. Justru kreativitas mereka mampu mengembangkan warisan budaya menjadi paket wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, termasuk melalui festival pande besi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyalurkan berbagai bantuan kepada masyarakat berupa bibit tanaman, kursi roda bagi penyandang disabilitas, serta bantuan satu ton beras untuk keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Kepala Desa Kranggan, Gunawan Budi Utama, berharap perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.

Tak Tunggu APBD Perubahan, Ahmad Luthfi Geser Anggaran Rp200 Miliar Jalan Rusak
Ribuan ASN Padati Alun-alun Pati, Fun Run 5K Jadi Aksi Solidaritas untuk Korban Bencana
Tetap Kuliah di Tengah Kekhawatiran Pascagempa, 224 Mahasiswa NTT Dapat Bantuan Kos
Ribuan Pelari Ramaikan Tidar Borobudur 10K di Kota Magelang
Pemprov Jateng Luncurkan Modul PAUD EMAS, Gandeng Psikolog Undip Cegah Bullying Anak
TAGGED:desa kranggan klatenfestival pande besigus yasin
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Tangis haru sambut kepulangan jemaah haji asal Banjarnegara Tangis Haru Sambut Kepulangan 1.042 Jemaah Haji Banjarnegara dari Tanah Suci
Next Article Ribuan atlet taekwondo bersaing ketat di Gubernur Cup 2026 2.935 Atlet Taekwondo Ikuti Gubernur Cup 2026, Bidik Lahirnya Sang Juara

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.