KISAH pengabdian Guru Muchtar menyentuh banyak hati. Sejak tahun 2008, ia harus menempuh perjalanan 2 hingga 3 jam setiap hari dari rumahnya di Purbalingga menuju SMA Negeri 1 Kampung Laut, Kecamatan Kampung Laut, Kabupaten Cilacap.
Perjalanan itu bukan sekadar melelahkan. Guru Muchtar harus berjibaku melewati jalur darat dan laut, demi memastikan anak-anak di wilayah terluar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak.
Kisah perjuangan Guru Muchtar inilah yang menginspirasi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, untuk menelusuri langsung jejak perjalanan sang guru hingga ke sekolah tempatnya mengabdi.
“Saya bertemu Pak Muchtar di TVRI saat beliau menjadi tokoh inspirator pada peringatan Hari Korpri,” kata Sumarno saat memberikan sambutan dalam kunjungannya ke SMAN 1 Kampung Laut, Kamis (22/1/2026).
Pada peringatan Hari Korpri 2025, Muchtar diundang ke TVRI Jawa Tengah dan berbincang langsung dengan Sekda Jateng dalam sebuah talkshow inspiratif.
Kisah Inspiratif Guru Muchtar di TVRI Dorong Sekda Jateng Berkunjung Langsung
Terinspirasi dari keseharian Guru Muchtar, Sumarno pun mencoba menjalani perjalanan serupa. Ia berangkat dari Dermaga Sleko, dekat pusat Kota Cilacap, pada pukul 06.00 WIB, menggunakan perahu compreng.
Perjalanan laut tersebut memakan waktu sekitar 2,5 jam, menyusuri Laguna Segara Anakan, kawasan yang menjadi jalur utama menuju gugusan pulau kecil, termasuk Kecamatan Kampung Laut.
Menariknya, Sumarno sempat mencoba mengemudikan perahu sebelum akhirnya tiba di Dermaga Klaces pada pukul 08.30 WIB, tepat di depan Kantor Kecamatan Kampung Laut.
Setibanya di dermaga, perjalanan belum usai. Sumarno masih harus berjalan kaki sekitar 15 menit menuju SMAN 1 Kampung Laut, mengikuti jalur yang setiap hari dilalui para guru dan siswa.
Di hadapan para siswa dan guru, Sumarno yang mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, menyampaikan pesan motivasi agar siswa terus bersemangat menuntut ilmu.
“Peradaban dunia berkembang dari pendidikan. Semakin tinggi pendidikan, maka peradaban juga akan semakin tinggi,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan di Kampung Laut
Sumarno memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang telah berjuang mengajar di wilayah terpencil. Ia menilai, fasilitas sarana dan prasarana sekolah saat ini relatif memadai, termasuk fasilitas perahu bagi guru untuk mobilitas dari Dermaga Sleko ke Klaces.
Namun, tantangan terbesar justru terletak pada konsistensi kehadiran siswa di sekolah, mengingat budaya masyarakat setempat yang masih mengutamakan mata pencaharian.
“Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama. Kami berharap tidak ada anak yang putus sekolah di Kampung Laut,” katanya.
Kepala SMAN 1 Kampung Laut, Muhammad Lutfi Khamdan, menyambut hangat kunjungan Sekda Jateng. Saat ini, sekolah tersebut memiliki 230 peserta didik dan terus menunjukkan prestasi membanggakan.
“Meski berada di wilayah terluar, prestasi siswa kami tidak bisa dipandang sebelah mata,” ujarnya.
Baru-baru ini, dua siswa SMAN 1 Kampung Laut berhasil menjadi finalis Olimpiade Sains Nasional (OSN) mewakili Kabupaten Cilacap untuk mata pelajaran Astronomi dan Kimia.
Sekda Serahkan Bantuan untuk Sekolah dan Siswa
Dalam kesempatan tersebut, Sumarno menyerahkan sejumlah bantuan, antara lain:
- Renovasi Masjid SMAN 1 Kampung Laut Tahap II senilai Rp25 juta
- Bantuan pengurukan akibat rob sebesar Rp50 juta
- Bantuan tas sekolah yang diserahkan secara simbolis kepada siswa
Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan belajar dan meningkatkan semangat siswa di wilayah terluar Kabupaten Cilacap.
