Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: APBD Perubahan 2026 Fokus Perbaikan Jalan, Pemprov Jateng Prioritaskan Infrastruktur
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > APBD Perubahan 2026 Fokus Perbaikan Jalan, Pemprov Jateng Prioritaskan Infrastruktur
Jateng

APBD Perubahan 2026 Fokus Perbaikan Jalan, Pemprov Jateng Prioritaskan Infrastruktur

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 5 Juni 2026 10:46
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Gubernur Jateng fokuskan APBD Perubahan 2026 untuk Infrastruktur jalan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi prioritaskan ABPD Perubahan 2026 untuk infrastruktur jalan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menjadikan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan jalan rusak yang masih menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah.

Contents
  • Jalan Rusak Masih Jadi Aspirasi Utama Masyarakat
  • Anggaran Rp5,2 Miliar Disiapkan untuk Infrastruktur Jalan Randublatung
  • Pemprov Tekankan Kualitas Pekerjaan agar Jalan Lebih Tahan Lama

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa sektor infrastruktur akan memperoleh perhatian khusus dalam perubahan anggaran tahun ini. Bahkan, alokasi Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Jawa Tengah juga akan diarahkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kualitas jalan.

“Prioritas kita adalah infrastruktur jalan. Pada anggaran perubahan nanti akan dilakukan penyesuaian, termasuk revitalisasi Pokir untuk mendukung pembangunan jalan,” ujar Ahmad Luthfi usai mengikuti rapat koordinasi bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah.

Menurutnya, kondisi jalan yang rusak tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Karena itu, pemerintah daerah menargetkan penurunan signifikan angka kerusakan jalan hingga akhir tahun 2026.

Jalan Rusak Masih Jadi Aspirasi Utama Masyarakat

Luthfi mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai laporan yang diterima pemerintah daerah, kebutuhan pembangunan dan perbaikan jalan masih menjadi aspirasi dominan masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota.

Permintaan tersebut tidak hanya berasal dari Kabupaten Blora, tetapi juga muncul dari berbagai wilayah lain yang menginginkan peningkatan kualitas infrastruktur untuk menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

Ia menjelaskan, tingginya intensitas hujan yang terjadi sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026 menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan sejumlah ruas jalan di Jawa Tengah.

“Sekarang sudah memasuki musim kemarau, sehingga kondisi jalan akan kembali kami cek dan segera dilakukan perbaikan,” katanya.

Momentum musim kemarau dinilai menjadi waktu yang tepat untuk mempercepat pelaksanaan proyek fisik karena kondisi cuaca lebih mendukung proses konstruksi dan pemeliharaan jalan.

Anggaran Rp5,2 Miliar Disiapkan untuk Infrastruktur Jalan Randublatung

Salah satu proyek yang menjadi perhatian pemerintah provinsi adalah perbaikan ruas Jalan Raya Randublatung–Cepu di Kabupaten Blora. Proyek tersebut dipastikan segera direalisasikan setelah proses pengadaan dan lelang selesai dilaksanakan.

Untuk mendukung pekerjaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,276 miliar dalam APBD Tahun 2026. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahapan lelang.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemprov Jawa Tengah juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 miliar guna mendukung pembangunan, rehabilitasi, dan peningkatan kualitas jalan provinsi maupun jalan kabupaten.

Pemprov Tekankan Kualitas Pekerjaan agar Jalan Lebih Tahan Lama

Selain fokus pada percepatan pembangunan, Ahmad Luthfi meminta seluruh pelaksana proyek memperhatikan kualitas pekerjaan di lapangan. Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan harus dilakukan sesuai standar teknis agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia pakai yang lebih panjang.

“Kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai perbaikan dilakukan asal-asalan sehingga cepat rusak kembali,” tegasnya.

Melalui fokus anggaran yang lebih besar pada sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik, distribusi barang dan jasa menjadi lebih lancar, serta pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat secara berkelanjutan.

*Ikuti media sosial kami.

Jadi Responden Pertama Sensus Ekonomi 2026, Wagub Jateng Ajak Warga Terima Petugas BPS
Jateng Bersholawat Jadi Penutup Hari Jadi ke-81, Ahmad Luthfi Ajak Warga Rawat Persatuan
Dorong Ekonomi Desa Lebih Mandiri, 5.503 Gedung KDMP Berdiri di Jateng
Bank Jateng Salurkan Rp279,1 Miliar ke 1.100 Debitur, Bidik Predikat “Bank Sejuta Umat”
325 Bus Mudik Gratis Angkut 16.186 Pemudik Jateng dari Jakarta
TAGGED:apbd perubahan 2026fokus perbaikan jalaninfrastruktur jalan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Rakor UDD PMI se Jawa Tengah terkait produksi dan stok darah di Jawa Tengah Kabar Baik! Produksi Stabil, PMI Jawa Tengah Pastikan Stok Darah Aman
Next Article siswa SMP Sultan Agung donasikan seragam Tinggalkan Tradisi Corat-coret, Siswa SMP Sultan Agung Cilacap Pilih Donasikan Seragam Sekolah

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.