Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: PLN Indonesia Power Tanam 20 Ribu Bibit Kopi di Hulu Serayu, Tekan Sedimentasi Waduk Mrica
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > PLN Indonesia Power Tanam 20 Ribu Bibit Kopi di Hulu Serayu, Tekan Sedimentasi Waduk Mrica
Banjarnegara

PLN Indonesia Power Tanam 20 Ribu Bibit Kopi di Hulu Serayu, Tekan Sedimentasi Waduk Mrica

Afifah Anis CH
Last updated: 23 April 2026 14:36
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Tanam kopi sebagai konservasi di DAS Serayu untuk selamatkan sedimentasi waduk Mrica
Penanaman tanaman kopi sebagai konservasi di DAS Serayu untuk selamatkan Waduk Mrica. (Afifah/KBR)
SHARE

UPAYA menekan laju sedimentasi di kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu terus diperkuat. Bertepatan dengan momentum Hari Bumi, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica menanam 20 ribu bibit kopi di Desa Pegundungan, Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (23/4/2026).

Contents
  • Tekan Sedimentasi, Jaga Waduk Mrica
  • Libatkan Petani, Dorong Ekonomi Lokal
  • Perluasan Program Hingga Sungai Mrawu

Program ini menjadi bagian dari strategi konservasi berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar hulu Sungai Serayu.

Komisaris Utama PT PLN Indonesia Power, Arif Budiman, mengatakan bahwa tanaman kopi dipilih karena memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekologis maupun ekonomi.

“Konservasi ini tidak hanya berorientasi pada lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Tekan Sedimentasi, Jaga Waduk Mrica

Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Mrica, Nazrul Very Andhi, menjelaskan bahwa kawasan hulu DAS Serayu memiliki peran penting terhadap kondisi Waduk Mrica.

Menurutnya, karakter tanah di wilayah hulu yang subur berpotensi memicu erosi saat musim hujan, yang berujung pada meningkatnya sedimentasi di waduk.

“Tanaman kopi memiliki akar yang kuat sehingga mampu menahan erosi tanah. Selain itu, tanaman ini juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi bagi masyarakat,” jelasnya.

Program konservasi berbasis kopi ini telah dijalankan sejak 2012 dan terus berkembang. Hingga 2024, sebanyak 76 ribu pohon kopi telah ditanam di kawasan hulu, tersebar di sejumlah kecamatan.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan. Dalam periode 2024–2025, program ini tercatat mampu menekan sedimentasi hingga sekitar 100 ribu meter kubik per tahun.

Saat ini, total sedimentasi di Waduk Mrica diperkirakan mencapai 133 juta meter kubik, sehingga langkah konservasi di wilayah hulu menjadi sangat krusial.

Libatkan Petani, Dorong Ekonomi Lokal

Penanaman 20 ribu bibit kopi terbaru difokuskan di tiga dusun, yakni Pegundungan, Srandil, dan Simpar, dengan cakupan lahan sekitar 22 hektare. Kegiatan ini melibatkan tiga kelompok tani dengan total 148 penerima manfaat.

Selain menjaga lingkungan, program ini juga memberikan dampak ekonomi nyata. Dari total lahan kopi seluas 72,5 hektare yang dikelola dengan sistem tumpangsari, potensi pendapatan petani diperkirakan mencapai Rp250 juta per tahun.

Untuk memastikan keberlanjutan program, perusahaan juga memberikan pendampingan kepada masyarakat, mulai dari pengelolaan pupuk organik, pelatihan teknik budidaya, hingga dukungan pemasaran melalui ruang promosi “Mrica Corner”.

Tak hanya itu, PLN Indonesia Power juga mengembangkan inovasi pemanfaatan sedimen waduk menjadi pupuk organik dengan mengombinasikannya bersama enceng gondok dan kotoran ternak.

Perluasan Program Hingga Sungai Mrawu

Ke depan, program konservasi ini akan diperluas ke wilayah Sungai Mrawu, yang merupakan bagian dari DAS Serayu dan menyumbang sekitar 70 persen sedimentasi ke Waduk Mrica.

Dari sisi lingkungan, program ini juga memberikan dampak signifikan, di antaranya mampu menekan potensi erosi hingga 13.616,2 meter kubik per tahun serta menyerap karbon sekitar 1.805 ton CO2e per tahun.

Kepala Desa Pegundungan, Murti, menyambut baik kolaborasi yang telah terjalin dengan PLN Indonesia Power. Menurutnya, program penanaman kopi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini kolaborasi yang sangat baik. Kopi menjadi pilihan tepat karena selain mendukung konservasi, juga memiliki nilai ekonomi tinggi bagi warga,” ujarnya.

Melalui pendekatan terpadu antara konservasi lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, program ini diharapkan menjadi model pengelolaan DAS yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah hulu.

*Ikuti media sosial kami.

37 Tahun Beroperasi, PLTA PB Soedirman Tetap Jadi Andalan Energi Terbarukan di Jateng
90 Warga Binaan Rutan Banjarnegara Terima Remisi HUT RI ke-81, 1 Orang Langsung Bebas
Griya Bina Sehat, Kebun Herbal di Banjarnegara yang Simpan 167 Jenis Tanaman Obat
Khotib: Iduladha 1447 H Jadi Momentum Introspeksi dan Penguatan Nilai Spiritual
Api Kebakaran Lahan di Mandiraja Belum Padam, 50 Personel Gabungan Dikerahkan
TAGGED:konservasisedimentasiwaduk mrica
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article malam literasi dan bedah buku Perpusda Malam Literasi Perdana di Perpusda Banjarnegara, Layar Tancep hingga Bedah Buku Hidupkan Budaya Baca
Next Article Kunjungan jajaran direksi ke UBP Mrica Banjarnegara UBP Mrica Jadi Role Model Pembangkit EBT Berkelanjutan, Perkuat Komitmen Energi Bersih

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.