Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dorong Kemandirian Fiskal, Jateng Mulai Susun Target Pendapatan Daerah 2027
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Dorong Kemandirian Fiskal, Jateng Mulai Susun Target Pendapatan Daerah 2027
JatengBerita

Dorong Kemandirian Fiskal, Jateng Mulai Susun Target Pendapatan Daerah 2027

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 8 April 2026 12:48
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Gubernur soal pendapatan daerah
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta penyusunan potesi pendapatan daerah 2027 harus riil.(dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah mulai menyusun proyeksi target pendapatan daerah tahun 2027 dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis potensi riil.

Contents
  • Hadapi Penurunan Transfer, Kemandirian Fiskal Jadi Kunci
  • Optimalisasi Pajak dan Digitalisasi Layanan Jadi Strategi
  • DPRD Dukung, Harap Ada Terobosan Sumber Pendapatan Daerah Baru

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penyusunan target pendapatan tidak boleh lagi bersifat normatif, melainkan harus presisi, realistis, dan berorientasi pada hasil nyata.

Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Surakarta, Selasa (7/4/2026), dengan melibatkan DPRD, kepala OPD, direksi BUMD dan BLUD, serta berbagai pemangku kepentingan.

“Pendapatan daerah itu tidak boleh stagnan, harus dikejar. Target RPJMD harus tercapai,” tegasnya.

Hadapi Penurunan Transfer, Kemandirian Fiskal Jadi Kunci

Menurut Ahmad Luthfi, pengelolaan pendapatan daerah harus dilakukan secara integral dan holistik, terutama di tengah tantangan berkurangnya transfer daerah dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat.

Ia menekankan pentingnya penguatan kemandirian fiskal sebagai fondasi pembangunan daerah ke depan. Program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat diminta menjadi prioritas utama, sementara kegiatan yang kurang signifikan perlu dikurangi.

Kondisi tersebut, lanjutnya, menuntut adanya evaluasi menyeluruh mulai dari perencanaan, penghitungan potensi, hingga strategi pencapaian pendapatan.

Optimalisasi Pajak dan Digitalisasi Layanan Jadi Strategi

Gubernur juga mendorong perubahan pola kerja dalam pengelolaan pajak daerah, khususnya pajak kendaraan bermotor. Pendekatan administratif diharapkan bergeser menjadi berbasis hasil melalui pemetaan potensi dan penanganan tunggakan secara konkret.

Dalam rakor tersebut, sejumlah strategi optimalisasi pendapatan turut dibahas, antara lain:

Penguatan riset potensi berbasis kewilayahan, Penetapan target yang terukur, Integrasi tata kelola Samsat
Sinergi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pengamanan tunggakan pajak, Monitoring dan optimalisasi aset daerah.

Selain itu, peningkatan kualitas layanan retribusi oleh OPD serta penguatan tata kelola BUMD dan BLUD melalui prinsip good corporate governance juga menjadi fokus utama.

Upaya lain yang didorong meliputi inovasi berkelanjutan, percepatan digitalisasi layanan publik, penegakan integritas, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

DPRD Dukung, Harap Ada Terobosan Sumber Pendapatan Daerah Baru

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah dalam menyusun postur pendapatan daerah yang lebih kuat.

Ia berharap kolaborasi antara DPRD, OPD penghasil, BUMD, dan BLUD dapat melahirkan terobosan baru untuk memperluas sumber pendapatan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menyebut rakor ini menjadi momentum penting untuk sinkronisasi kebijakan antara eksekutif dan legislatif.

“Kita harapkan target 2027 bisa disusun lebih presisi dan benar-benar tercapai, sehingga tidak meninggalkan beban di tahun berikutnya,” ujarnya.

*Ikuti media sosial kami.

Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Semarak Gerak Sehat Prolanis Dorong Peserta JKN Hidup Lebih Sehat
Perkuat Layanan, Posyandu dan PAUD Jateng Lakukan Kolaborasi dengan Akademisi
Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Taj Yasin Buka Pintu Pemeriksaan BPK di Jateng, OPD Diminta Siapkan Data
TAGGED:kemandirian fiskalpendapatan daerahpotensi pad
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article kecelakaan maut di jalur tengkorak Tabrakan Maut di Jalur Tengkorak Wonosobo, Satu Orang Tewas Terjepit Kabin
Next Article PLN Indonesia Power UBP Mrica Cetak Hattrick PROPER Emas 2025 PLN Indonesia Power UBP Mrica Cetak Hattrick PROPER Emas 2025

Berita Terbaru

Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Sebanyak 26 ton briket arang tempurung kelapa dari Purbalingga dikirim ke Yordania. Pemkab mendorong pelaku usaha lokal memperluas pasar ekspor.
Briket Purbalingga Tembus Pasar Yordania, Pemkab Siapkan Dukungan Ekspor
Purbalingga
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.