MOMENTUM arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendorong peningkatan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Jawa Tengah. Lonjakan mobilitas jutaan pemudik berdampak langsung pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di jalur strategis dan destinasi wisata.
Dari warung makan sederhana hingga objek wisata unggulan, pelaku usaha merasakan peningkatan pendapatan signifikan selama periode arus mudik libur panjang Idulfitri 2026.
Kuliner Raup Lonjakan Omzet Selama Arus Mudik Lebaran
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif selama arus mudik lebaran adalah adalah Sapta Aprilia, pengelola rumah makan di kawasan Exit Tol Salatiga, Jalan Tingkir Raya.
Menurutnya, omzet usaha meningkat tajam sejak arus mudik dan balik dimulai. Jika pada hari biasa pendapatan berkisar Rp2–3 juta per hari, selama Lebaran mampu menembus lebih dari Rp5 juta per hari.
“Peningkatannya bisa mencapai dua kali lipat. Pengunjung didominasi kendaraan dari luar daerah,” ujarnya.
Lonjakan pelanggan juga mendorong penambahan tenaga kerja harian guna menjaga kualitas layanan di tengah tingginya permintaan.
Fenomena serupa terjadi di jalur Semarang–Solo. Harnanto, pedagang mie ayam dan bakso di wilayah Banjarnegara, mencatat kenaikan konsumsi bahan baku secara signifikan.
“Kalau hari biasa 4–6 kilogram mie, saat Lebaran bisa sampai 25 kilogram per hari,” katanya.
Kafe dan Resto Andalkan Reservasi Kelompok
Di sektor kafe dan restoran, pola kunjungan menunjukkan karakter berbeda. Aziz, manajer sebuah kafe dan restoran di Demak, menyebut peningkatan pengunjung lebih banyak berasal dari reservasi acara keluarga dan halalbihalal.
“Reservasi sudah penuh hingga pekan depan, terutama untuk reuni dan pertemuan keluarga,” ujarnya.
Namun, ia mencatat kunjungan spontan (walk-in) relatif stabil, dengan kecenderungan dipengaruhi kondisi cuaca yang berubah-ubah.
Kunjungan Wisatawan Naik 5,25 Persen
Selain sektor kuliner, peningkatan aktivitas ekonomi juga terlihat pada sektor pariwisata. Data Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Jawa Tengah menunjukkan adanya kenaikan kunjungan wisatawan selama libur Lebaran 2026.
Kepala Disbudparekraf Jateng, Hanung Triyono, menyebut total kunjungan pada periode H-7 hingga H+4 Lebaran mencapai 687.470 wisatawan.
Angka tersebut meningkat 5,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 653.178 kunjungan.
Sejumlah destinasi unggulan yang menjadi tujuan utama wisatawan antara lain:
- Candi Borobudur
- Owabong Waterpark
- Baturraden
- Dieng
- Guci
- Pantai Menganti
- Kota Lama Semarang
- Masjid Agung Demak
- Makam Sunan Kalijaga
- Candi Prambanan
Pemprov Dorong Optimalisasi Perputaran Ekonomi
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai aspek pendukung untuk menangkap peluang ekonomi dari arus mudik.
Mulai dari kesiapan infrastruktur hingga penguatan UMKM di titik-titik strategis menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan perputaran uang di daerah.
“Jawa Tengah merupakan jalur utama pergerakan pemudik. Kami dorong agar kebutuhan mereka terpenuhi sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujarnya.
Momentum Lebaran Dorong Ekonomi Lokal
Peningkatan aktivitas ekonomi selama Lebaran menunjukkan peran penting mobilitas masyarakat dalam mendorong konsumsi domestik, khususnya di daerah.
Sinergi antara kelancaran infrastruktur, kesiapan pelaku usaha, serta daya tarik destinasi wisata menjadi faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah selama periode libur panjang.
*Ikuti media sosial kami.
