KETUA TP PKK Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin ingin gerakan Duta Genre tidak berhenti di ajang kompetisi, tetapi melahirkan kader-kader muda yang mampu mengedukasi remaja hingga tingkat desa.
Menurutnya, Gerakan Generasi Berencana (Genre) harus berkembang menjadi gerakan sosial yang berdampak luas, bukan sekadar berhenti pada ajang pemilihan duta atau kompetisi tahunan.
Artinya, keberadaan Duta Genre harus mampu melahirkan lebih banyak penggerak muda yang aktif mengedukasi remaja di seluruh pelosok Jawa Tengah. Dengan semakin banyak agen perubahan, berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda dinilai akan lebih mudah ditangani melalui pendekatan teman sebaya.
Dua wakil Jawa Tengah yang akan tampil dalam Apresiasi Duta Genre Nasional (Adu Jaknas) 2026, yakni Naura Ade Putri dan Arya Fatikh, hadir didampingi Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Tengah, Alkhafid Hidayat.
Duta Genre Dinilai Paling Efektif Menjangkau Remaja
Dalam audiensi tersebut, para finalis memaparkan sejumlah program inovatif yang telah dijalankan, mulai dari Senandung Asa, edukasi pencegahan stunting, penguatan inklusi sosial, hingga kampanye kesehatan mental.
Nawal mengapresiasi berbagai inovasi tersebut karena dinilai menjawab persoalan yang saat ini banyak dihadapi remaja.
“Para Duta Genre menyampaikan berbagai inovasi yang sudah dilakukan, mulai dari Senandung Asa, program pencegahan stunting, inklusi sosial, hingga kesehatan mental. Program-program seperti ini sangat dekat dengan kehidupan remaja,” ujar Nawal.
Ia menilai, edukasi yang disampaikan oleh sesama remaja akan lebih mudah diterima dibandingkan penyampaian secara formal oleh orang dewasa.
Menurutnya, Duta Genre memiliki posisi strategis sebagai teman sebaya yang mampu menyampaikan pesan mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, hingga pentingnya menjaga kesehatan mental.
“Permasalahan yang dihadapi remaja saat ini akan lebih efektif jika disampaikan oleh sesama remaja. Karena itu, keberadaan Duta Genre sangat penting sebagai agen edukasi,” katanya.
Nawal Yasin Usulkan Training of Trainers untuk Perluas Gerakan Genre
Nawal berharap gerakan Genre tidak hanya bertumpu pada dua orang yang terpilih sebagai Duta Genre Jawa Tengah setiap tahun. Ia ingin lahir lebih banyak kader muda yang mampu menjadi perpanjangan tangan program Genre di seluruh kabupaten dan kota.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengusulkan adanya Training of Trainers (TOT) bagi para Duta Genre maupun relawan muda agar proses regenerasi berjalan lebih cepat.
Dengan pola tersebut, para duta tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga melatih kader baru yang nantinya dapat memberikan edukasi kepada remaja di lingkungan masing-masing.
“Saya ingin tidak hanya dua orang Duta Genre yang bergerak, tetapi ada banyak kepanjangan tangan dari program Genre. Melalui pelatihan atau Training of Trainers, pesan-pesan edukasi bisa menjangkau lebih banyak remaja di seluruh Jawa Tengah,” jelasnya.
Ia optimistis semakin banyak agen perubahan yang terlibat, maka isu-isu strategis seperti kesehatan mental, pencegahan pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, hingga stunting dapat ditangani lebih efektif melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja.
Pemilihan Duta Genre Jateng 2026 Digelar Akhir Juli
Sebagai bagian dari penguatan gerakan tersebut, Jawa Tengah akan menggelar Pemilihan Duta Genre Jawa Tengah 2026 pada 27 Juli 2026.
Ajang ini bukan hanya menjadi proses seleksi wakil provinsi menuju kompetisi nasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran generasi muda sebagai pelopor, motivator, dan edukator dalam membangun remaja yang sehat, berkualitas, serta siap menyongsong bonus demografi Indonesia.
Dengan penguatan kapasitas melalui pelatihan berjenjang dan perluasan jaringan kader hingga tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap Gerakan Genre mampu menjadi salah satu motor penggerak dalam menciptakan generasi muda yang lebih tangguh, produktif, dan berkarakter.
*Ikuti media sosial kami.
