HARI pertama masuk kerja usai libur Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, untuk memperkuat kebersamaan melalui kegiatan halalbihalal di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (25/3/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan kelompok disabilitas serta anak-anak dari panti asuhan, menciptakan suasana penuh kehangatan dan inklusivitas.
Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum strategis untuk menyatukan visi pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi untuk menyamakan persepsi dan memperkuat semangat pelayanan di 35 kabupaten/kota,” ujarnya.
Inklusivitas Jadi Sorotan, Libatkan Disabilitas dan Anak Panti
Kehadiran kelompok disabilitas dan anak-anak panti asuhan menjadi warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Langkah ini mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan yang inklusif.
Ketua Himpunan Masyarakat Inklusif Kota Semarang, Yayuk, mengapresiasi keterlibatan penyandang disabilitas yang dinilai semakin luas.
Ia menyebut komunitasnya saat ini menaungi puluhan organisasi disabilitas di Kota Semarang dan berharap dukungan pemerintah terus berlanjut agar penyandang disabilitas semakin mandiri dan produktif.
Sementara itu, Yuliani, perwakilan dari Panti Pelayanan Sosial Anak Woro Wiloso Salatiga, mengaku bahagia bisa ikut serta dalam kegiatan tersebut.
“Ini pengalaman pertama kami. Kami sangat senang dan berharap Jawa Tengah semakin maju,” tuturnya.
Halalbihalal Jadi Ajang Koordinasi Kepala Daerah Pasca Lebaran
Selain menjadi ajang silaturahmi, halalbihalal ini juga dimanfaatkan sebagai forum koordinasi antar kepala daerah untuk menyelaraskan langkah pasca Lebaran.
Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menilai kegiatan ini penting untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah kabupaten dengan provinsi.
Ia menyebut sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari ketahanan pangan hingga pembangunan infrastruktur daerah.
Hal senada disampaikan Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang menilai momentum ini menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus membangun kembali semangat kerja aparatur.
“Kami juga sudah menginstruksikan ASN untuk kembali fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Simbol Kebersamaan Menuju Jawa Tengah Inklusif
Kegiatan halalbihalal ini menjadi simbol kuat kebersamaan lintas elemen di Jawa Tengah, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga kelompok rentan.
Dengan semangat Idulfitri, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kolaborasi yang lebih erat guna mewujudkan pembangunan daerah yang inklusif, berdaya, dan berorientasi pada pelayanan publik.
*Ikuti media sosial kami.
