PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah memastikan seluruh kepala daerah dilarang libur dan wajib siaga selama periode mudik hingga arus balik Lebaran 2026. Para bupati dan wali kota diminta tidak meninggalkan wilayahnya demi memastikan pelayanan publik serta pengamanan masyarakat tetap berjalan optimal.
Penegasan wajib siaga dan larangan libur bagi bupati tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para kepala daerah serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).
Kepala Daerah Dilarang Libur dan Wajib Siaga Selama Periode Lebaran
Dalam arahannya, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh kepala daerah wajib siaga dan tidak diperkenankan mengambil cuti atau meninggalkan wilayahnya selama masa Lebaran.
Kebijakan tersebut berlaku sejak H-7 hingga H+7 Lebaran. Selama periode tersebut, kepala daerah diminta tetap berada di daerah masing-masing untuk memantau situasi, memastikan pelayanan publik berjalan normal, serta mengawasi kondisi keamanan wilayah.
Menurutnya, masa mudik dan arus balik merupakan periode yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah karena mobilitas masyarakat meningkat sangat tinggi.
“Kepala daerah harus tetap berada dan wajb siaga di wilayahnya untuk memastikan seluruh layanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” katanya.
Kebijakan Mengacu Surat Edaran Menteri Dalam Negeri
Wajib siaga dan larangan kepala daerah untuk libur Lebaran juga mengacu pada kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.
Surat Edaran tersebut bernomor 000.2.3/1171/SJ tertanggal 8 Maret 2026 yang mengatur penundaan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Melalui aturan tersebut, pemerintah pusat meminta para kepala daerah tetap fokus menjalankan tugas pemerintahan di daerah masing-masing selama periode libur Lebaran.
Hal ini penting untuk menjaga stabilitas wilayah, mengawal pengamanan masyarakat, serta memastikan pelayanan publik tidak terganggu.
Jawa Tengah Diprediksi Kedatangan 17,3 Juta Pemudik
Dalam rapat koordinasi tersebut, Ahmad Luthfi juga memaparkan proyeksi jumlah pemudik yang diperkirakan akan masuk ke wilayah Jawa Tengah tahun ini.
Menurutnya, jumlah pemudik yang menuju Jawa Tengah diprediksi mencapai sekitar 17,3 juta orang. Angka tersebut menjadikan Jawa Tengah sebagai salah satu tujuan utama arus mudik nasional setiap tahunnya.
Lonjakan mobilitas tersebut membuat pemerintah daerah harus meningkatkan kesiapan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, keamanan hingga layanan kesehatan.
Pemerintah Siapkan Posko Mudik dan Pengawasan Lalu Lintas
Untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan dan pergerakan masyarakat, pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Beberapa di antaranya meliputi:
- Pembentukan posko terpadu di sejumlah titik strategis
- Patroli mobile di kawasan rawan kemacetan
- Pemasangan rambu lalu lintas portabel
- Penambahan 10 titik kamera pengawas (CCTV)
Selain itu, pemerintah juga kembali menggelar program mudik dan balik gratis guna membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman.
Program ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan pribadi di jalan raya sekaligus meningkatkan keselamatan perjalanan pemudik.
Infrastruktur dan Keselamatan Jalan Jadi Prioritas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mempercepat berbagai pekerjaan infrastruktur untuk memastikan perjalanan pemudik lebih aman dan nyaman.
Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:
- Ramp check kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B
- Penyiapan jalur alternatif bagi pemudik
- Perbaikan jalan berlubang di sejumlah ruas jalan
- Penambahan rambu lalu lintas serta penerangan jalan
Langkah tersebut dilakukan agar jalur mudik di Jawa Tengah dapat dilalui dengan lebih aman dan lancar.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung tertib, aman, serta memberikan kenyamanan bagi jutaan masyarakat yang pulang ke kampung halaman.
*Ikuti media sosial kami.
