Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan, Meraih Ampunan Allah SWT
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Oase > Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan, Meraih Ampunan Allah SWT
Oase

Keutamaan 10 Hari Kedua Bulan Ramadan, Meraih Ampunan Allah SWT

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 1 Maret 2026 11:15
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Keutamaan 10 hari kedua Ramadan
Fase 10 hari kedua bulan Ramadan adalah bulan Maghfiroh, atau ampunan. Ini amalah yang disarankan. (dok.net)
SHARE

RAMADAN adalah bulan sangat istimewa bagi umat Islam, tidak hanya diturunkannya Alquran, bulan ini juga banyak menyimpan keutamaan dan keistimewaan yang oleh Rosulullah Muhammad SAW dibagi menjadi tiga fase keutamaan.

Contents
  • Keutamaan dan Ampunan di 10 Hari Kedua Ramadan
    • Memperbanyak Istighfar dan Taubat
    • Menjaga Salat Berjamaah dan Salat Sunnah
    • Memperbanyak Sedekah
    • Tadarus Al-Qur’an
    • Berdoa dengan Doa Maghfirah
  • Tantangan Terbesar di 10 Hari Kedua Ramadan
    • Berikut adalah Keutamaan 10 hari Kedua Bulan Ramadan:
  • Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Kedua:

Fase pertama adalah sepuluh hari awal Ramadan yang penuh rahmat (rahmah), fase kedua adalah sepuluh hari pertengahan yang berisi ampunan (maghfirah), dan fase ketiga adalah sepuluh hari terakhir sebagai pembebasan dari api neraka (itqun minan nar).

Saat ini, kita memasuki fase kedua, yakni hari ke-11 hingga ke-20 bulan Ramadan. Masa ini sering kali menjadi titik krusial di mana semangat beribadah mulai menurun dibandingkan pekan pertama. Padahal, pada fase inilah pintu ampunan Allah SWT dibuka selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh bertaubat.

Fase ini penuh dengan ampunan Allah SWT yang terbuka sangat luas. Banyak ulama berpendapat bahwa momentum ini merupakan waktu mustajab untuk bertaubat, memohon ampunan (istighfar), dan meningkatkan amal ibadah seperti tadarus, sedekah, dan salat malam untuk meraih ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu.

Keutamaan dan Ampunan di 10 Hari Kedua Ramadan

Untuk meraih predikat hamba yang diampuni, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk diperkuat di fase pertengahan Ramadan ini:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Amalan utama di fase maghfirah tentu saja adalah beristighfar. Memohon ampunan tidak hanya dilakukan setelah salat, tetapi di setiap waktu senggang. Taubat yang sungguh-sungguh (taubatan nasuha) disertai janji untuk tidak mengulangi kemaksiatan akan mengantarkan kita pada kesucian hati.

  1. Menjaga Salat Berjamaah dan Salat Sunnah

Biasanya barisan jamaah shof di masjid semakin maju atau berkurang, pada momentum ini jangan biarkan shof di masjid berkurang. Menjaga salat fardu berjamaah dan menambahnya dengan salat sunnah Rawatib, Duha, serta Tahajud akan mempererat hubungan kita dengan Sang Pencipta. Salat malam (Qiyamul Lail) memiliki kedudukan istimewa dalam menghapus dosa.

  1. Memperbanyak Sedekah

Ramadan adalah bulan kedermawanan. Sedekah tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai penghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Di sepuluh hari kedua ini, konsistensi dalam berbagi menjadi pembuktian iman kita.

  1. Tadarus Al-Qur’an

Al-Qur’an diturunkan di bulan Ramadan. Membaca, mentadabburi (merenungi makna), dan mengamalkan isi Al-Qur’an adalah cahaya bagi hati. Pada fase pertengahan ini, cobalah untuk meningkatkan kualitas bacaan atau menambah target hafalan agar interaksi dengan kalamullah semakin intens.

  1. Berdoa dengan Doa Maghfirah

Doa yang sangat dianjurkan untuk dipanjatkan pada 10 hari kedua Ramadan adalah:

“Allahummaghfirli dzunubi ya robbal ‘alamin.”

(Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, wahai Tuhan semesta alam).

Tantangan Terbesar di 10 Hari Kedua Ramadan

Memasuki 10 hari ke dua bulan Ramadan memiliki banyak sekali tantangan dan godaan, biasanya tantangan yang paling besar adalah rasa jenuh dan kesibukan duniawi yang mulai meningkat, seperti persiapan mudik atau belanja kebutuhan Idul Fitri. Jika tidak waspada, kita bisa kehilangan momentum maghfirah ini.

Momentum 10 hari ke dua Ramadan ini mengingatkan kita untuk tidak menunda-nunda dalam mencari ampunan. Jangan sampai waktu kita habis hanya untuk urusan fisik dan materi, sementara ruhani kita haus akan ampunan Allah.

Berikut adalah Keutamaan 10 hari Kedua Bulan Ramadan:

  • Fase Maghfirah (Ampunan Allah): Rasulullah SAW menyebutkan bahwa pertengahan bulan Ramadan adalah waktu pengampunan, di mana Allah mengampuni dosa-dosa hamba-Nya dan mengabulkan doa.
  • Waktu Paling Utama untuk Taubat: Saat yang sangat berharga untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, dan memperbaiki diri dari kesalahan masa lalu.
  • Melipatgandakan Pahala: Amalan kebaikan pada fase ini dilipatgandakan pahalanya oleh Allah, bahkan khusus amalan puasa, Allah sendiri yang membalasnya.
  • Melatih Keistikamahan (Keteguhan Hati): Fase ini menjadi ujian konsistensi setelah berhasil melewati 10 hari pertama, sekaligus persiapan spiritual menuju 10 hari terakhir.
  • Terbukanya Pintu Rahmat: Allah memberikan kasih sayang-Nya bagi mereka yang berpuasa dengan penuh keimanan dan mengharap rida-Nya.

Amalan yang Dianjurkan di 10 Hari Kedua:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Doa: Mengucapkan kalimat taubat dan memohon ampunan (contoh: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni).
  2. Tadarus Al-Qur’an: Meningkatkan intensitas membaca dan memahami Al-Qur’an.
  3. Sedekah: Meningkatkan kedermawanan, karena sedekah di bulan Ramadan adalah yang paling utama.
  4. Salat Malam: Melakukan salat tarawih, tahajud, taubat, dan hajat.

Selain itu, keutamaan sepuluh hari kedua Ramadan adalah jembatan menuju sepuluh hari terakhir yang penuh kemuliaan (Lailatul Qadar). Tanpa ampunan di fase kedua, akan sulit bagi kita untuk meraih kemuliaan di fase penutup.

Mari kita jadikan setiap detik di hari ke-11 hingga ke-20 ini sebagai sarana untuk bersimpuh di hadapan Allah, mengakui segala khilaf, dan memohon agar nama kita tercatat sebagai golongan orang-orang yang beruntung yang mendapatkan ampunan-Nya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita dengan hari kemenangan dalam keadaan suci dari dosa. Aamiin.

*Baca media group Kami.

Bukan Razia, Polisi di Cilacap Justru Bagi Takjil Gratis, Warga Terkejut dan Terharu
Apa Itu Malam Nisfu Syaban dan Amalan Apa Saja yang Dianjurkan
Tak Hanya Cinta, Ini 10 Bekal Utama Muslimah Sebelum Melangkah ke Pelaminan
6 Juta Wisatawan Diprediksi Padati Destinasi Wisata Jawa Tengah Saat Lebaran 2026
Amalan yang Dianjurkan di Bulan Syaban, Dari Puasa Sunnah hingga Malam Nisfu Syaban
TAGGED:10 hari kedua bulan ramadanamalan 10 hari kedua ramadankeutamaan ramadanramadan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article siap sambut arus mudik Siap Sambut Arus Mudik, Jalan Nasional di Jateng 93,47 Persen Mantap
Next Article Ziarah makam di Haul Tjokroaminoto Haul Akbar HOS Tjokroaminoto di Banjarnegara, SI Diingatkan Tak Terjebak Glorifikasi Sejarah

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.