Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banyumas > Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
BanyumasJateng

Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur

Afifah Anis CH
Last updated: 5 Februari 2026 21:37
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Dana desa menyusut, kades curhat
Kepala desa se-Banyumas menyampaikan kegelisahan soal menyusutnya dana desa kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mulai dari Bankeu, KDMP, hingga polemik relokasi Puskesmas. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

MENYUSUTNYA dana desa memicu kegelisahan para kepala desa di Kabupaten Banyumas. Melalui Paguyuban Kepala Desa Satria Praja, mereka menyampaikan langsung berbagai aspirasi kepada Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam pertemuan di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (5/2/2026).

Contents
  • Dana Desa Turun Tajam, Bangub Jadi Tumpuan Desa
  • KDMP Dianggap Strategis, Tapi Butuh Fleksibilitas
  • Relokasi Puskesmas Cilongok II Dinilai Membingungkan
  • Gubernur Instruksikan Koordinasi Lintas OPD
  • Ribuan KDMP di Jateng Sudah Beroperasi
  • KDMP Diminta Adaptif, Tak Boleh Kaku
  • Pemprov Fasilitasi Klarifikasi Relokasi Puskesmas

Aspirasi yang mengemuka mencakup pemerataan bantuan keuangan (Bankeu) dan bantuan gubernur (Bangub) seiring dengan menyusutnya dana desa, kendala pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga polemik relokasi Puskesmas Cilongok II yang dinilai membingungkan pemerintah desa.

Dana Desa Turun Tajam, Bangub Jadi Tumpuan Desa

Ketua Umum Paguyuban Kades Satria Praja Kabupaten Banyumas, Saifuddin, menegaskan bahwa penurunan signifikan dana desa dibandingkan tahun sebelumnya menjadi persoalan paling mendesak yang dirasakan pemerintah desa.

Menurutnya, dengan penurunan dana desa tersebut membuat desa membutuhkan dukungan lebih besar dari pemerintah provinsi agar pembangunan desa tetap berjalan.

“Saat ini dana desa terjun bebas. Praktis daerah harus berupaya bagaimana membangun desa. Harapan kami Bangub menjadi penting, paling tidak ada pemerataan untuk setiap desa,” ujar Saifuddin.

KDMP Dianggap Strategis, Tapi Butuh Fleksibilitas

Aspirasi kedua menyangkut pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Saifuddin menyampaikan bahwa di lapangan, banyak desa menghadapi kendala teknis dan administratif, mulai dari status tanah, pengurugan, hingga pembangunan gedung koperasi.

Ia menekankan pentingnya kejelasan regulasi, pendampingan, dan pelatihan berkelanjutan agar kepala desa tidak terjebak persoalan hukum. Menurutnya, KDMP merupakan program strategis untuk menggerakkan ekonomi desa, namun implementasinya harus menyesuaikan kondisi masing-masing desa.

“Banyak desa terpencil dengan penduduk sedikit dan tidak punya tanah kas desa. Kalau dipaksakan harus punya gedung sendiri, justru berpotensi mubazir. Model penggabungan seperti di Purworejo bisa jadi solusi,” katanya.

Relokasi Puskesmas Cilongok II Dinilai Membingungkan

Aspirasi lainnya berkaitan dengan relokasi Puskesmas Cilongok II. Saifuddin menjelaskan bahwa sebelumnya telah terbit surat penetapan relokasi pada 19 September 2025 yang menetapkan Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, sebagai lokasi baru.

Namun, kebijakan tersebut disebut berubah menyusul keputusan Bupati Banyumas yang menetapkan lokasi lain, sehingga menimbulkan kebingungan di tingkat desa.

Gubernur Instruksikan Koordinasi Lintas OPD

Menanggapi aspirasi para kepala desa, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan dinas-dinas terkait di lingkungan Pemprov Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Untuk persoalan Bankeu dan Bangub, ia meminta agar desa-desa yang belum menerima bantuan dapat diusulkan melalui anggaran perubahan.

“Bangub itu tolong diupayakan semua desa terakomodir. Jangan sampai perjuangan kepala desa terhambat karena keterbatasan anggaran,” kata Ahmad Luthfi kepada Kepala Dispermasdesdukcapil Jateng, Nadi Santoso.

Ribuan KDMP di Jateng Sudah Beroperasi

Terkait KDMP, Ahmad Luthfi menghadirkan langsung Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistyo Bramiyanto, untuk memberikan penjelasan kepada perwakilan kepala desa.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, hingga kini terdapat 8.523 KDMP yang telah berbadan hukum. Dari jumlah tersebut, 6.230 KDMP atau sekitar 74 persen sudah beroperasi, dengan total anggota sekitar 200 ribu orang dan akumulasi modal mencapai Rp34,1 miliar.

Selain itu, sekitar 4.600 Koperasi Merah Putih dibangun oleh TNI, dengan lebih dari 200 unit telah beroperasi penuh. Tak kurang dari 17 ribu pengurus KDMP di Jawa Tengah juga telah mendapatkan pelatihan secara berkala.

KDMP Diminta Adaptif, Tak Boleh Kaku

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa meski setiap KDMP diarahkan memiliki tujuh unit usaha, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing desa.

“KDMP ini program nasional, jangan sampai elek-elekan. Pendampingan itu penting. Kalau tidak punya lahan, bisa digabung, jangan sak klem. Harus disesuaikan dengan kemampuan desa,” ujarnya.

Pemprov Fasilitasi Klarifikasi Relokasi Puskesmas

Sementara itu, terkait relokasi Puskesmas Cilongok II, Ahmad Luthfi meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas guna mengklarifikasi alasan perubahan lokasi relokasi.

“Bupati punya kewenangan dan itu harus dihargai. Nanti coba dibantu komunikasi dengan Dinkes,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

7.990 Atlet Siap Bertarung, di Porprov Jateng 2026 Jadi Ajang Cari Bibit Prestasi
Dorong Ketahanan Pangan Keluarga, Ning Nawal Ajak Manfaatkan Lahan di Lingkungan Rumah
Beasiswa Santri 2026 Capai 941 Pendaftar, Taj Yasin Kembangkan Kerja Sama Pesantren Jateng-Malaka
Ahmad Luthfi Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Korupsi di Jateng, APBD Harus Kembali ke Rakyat
Cegah Banjir dari Rumah, Nawal Yasin Gerakkan Kader PKK Jateng Tanam Pohon
TAGGED:dana desakades Banyumas
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article investasi strategis Kunjungan Kehormatan Diraja Brunei Buka Babak Baru Investasi Strategis di Jateng
Next Article umbi yakon Umbi Yakon Desa Bakal, Harta Karun Dieng yang Bangkit Jadi Ikon Wisata Agro Kesehatan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.