Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Umbi Yakon Desa Bakal, Harta Karun Dieng yang Bangkit Jadi Ikon Wisata Agro Kesehatan
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Umbi Yakon Desa Bakal, Harta Karun Dieng yang Bangkit Jadi Ikon Wisata Agro Kesehatan
Banjarnegara

Umbi Yakon Desa Bakal, Harta Karun Dieng yang Bangkit Jadi Ikon Wisata Agro Kesehatan

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 6 Februari 2026 17:38
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
umbi yakon
Umbi Yakon dari Desa Bakal Dieng kini menjelma komoditas unggulan dan ikon wisata agro kesehatan. Superfood alami ini dorong ekonomi desa dan wisata berkelanjutan Banjarnegara. (dok. Kominfo)
SHARE

DATARAN Tinggi Dieng selama ini identik dengan kabut tipis, lanskap pegunungan, dan jejak peradaban kuno. Namun di balik ladang kentang dan sayuran dataran tinggi, tersimpan potensi besar yang lama terabaikan. Dari Desa Bakal, Kecamatan Batur, Banjarnegara, sebuah umbi sederhana bernama umbi Yakon kini bangkit menjadi harta karun pertanian, kesehatan, sekaligus magnet wisata agro.

Contents
  • Dari Tanaman Pinggiran Kebun ke Komoditas Bernilai Tinggi
  • Bosweisen, Kawasan Edukasi Agro di Lereng Dieng
  • Produktivitas Tinggi, Permintaan Pasar Terus Meningkat
  • Umbi Yakon, Superfood yang Diakui Dunia Medis
  • Kandungan Unggulan Yakon untuk Kesehatan
  • Manfaat Yakon Berbasis Riset, Bukan Sekadar Mitos
  • Desa Bakal Menuju Destinasi Wisata Agro Unggulan Dieng

Tanaman yang dahulu kerap dianggap tak bernilai bahkan dibuang, kini menjelma komoditas unggulan bernilai ekonomi tinggi dan simbol kebangkitan desa berbasis kesehatan dan edukasi.

Dari Tanaman Pinggiran Kebun ke Komoditas Bernilai Tinggi

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bakal, Hermawan, mengungkapkan bahwa Yakon sebenarnya bukan tanaman baru bagi warga setempat.

“Dulu orang tua kita menanam Yakon di pinggiran kebun. Karena belum tahu manfaatnya, sering dianggap tidak berguna. Sekarang, setelah ada riset ilmiah, justru jadi andalan,” ujarnya.

Kesadaran akan potensi Yakon mulai tumbuh sejak 2015, ketika masyarakat Desa Bakal serius membudidayakannya sebagai komoditas unggulan sekaligus ikon wisata agro.

Bosweisen, Kawasan Edukasi Agro di Lereng Dieng

Salah satu pusat pengembangan Yakon berada di kawasan Bosweisen, area seluas kurang lebih 15 hektare yang kini disiapkan sebagai kawasan edukasi pertanian terpadu.

Di kawasan ini, wisatawan tidak hanya melihat Yakon tumbuh, tetapi juga belajar langsung tentang pertanian khas dataran tinggi Dieng, seperti:

  • Kopi pegunungan
  • Kol ungu
  • Terung Belanda
  • Aneka sayuran khas Dieng

Konsep tersebut menjadikan Desa Bakal bukan sekadar sentra produksi, tetapi juga destinasi wisata edukasi dan kesehatan berbasis alam.

Produktivitas Tinggi, Permintaan Pasar Terus Meningkat

Potensi ekonomi Umbi Yakon di Desa Bakal terbilang menjanjikan. Saat ini, tercatat sekitar:

  • 20.000 batang Yakon siap panen
  • 10.000 batang dalam masa pertumbuhan

Setiap batang mampu menghasilkan 3–5 kilogram umbi dengan masa tanam sekitar 6–7 bulan.

“Permintaan terus naik. Kami sudah kirim ke Jakarta dan juga melayani penjualan secara online,” kata Hermawan.

Di tingkat petani, Umbi Yakon dihargai sekitar Rp25.000 per kilogram, membuka sumber pendapatan baru yang stabil bagi warga desa.

Umbi Yakon, Superfood yang Diakui Dunia Medis

Umbi Yakon (Smallanthus sonchifolius) telah diakui oleh National Institutes of Health (NIH) sebagai pangan fungsional dengan manfaat kesehatan yang signifikan.

Berbeda dengan umbi pada umumnya, Yakon memiliki karakter unik:

  • Tekstur renyah menyerupai apel atau pir
  • Rasa manis alami
  • Bisa dikonsumsi mentah, dijus, atau diolah menjadi sirup

Kandungan Unggulan Yakon untuk Kesehatan

Keunggulan utama Yakon terletak pada kandungan Fruktooligosakarida (FOS) dan Inulin, yang mencapai 58–78 persen dari total karbohidratnya.

Manfaat kesehatannya antara lain:

  • Tidak menaikkan gula darah secara drastis, aman bagi penderita diabetes
  • Prebiotik alami untuk menjaga kesehatan pencernaan
  • Kaya antioksidan penangkal radikal bebas
  • Mengandung kalium, kalsium, dan magnesium untuk jantung serta tulang
  • Rendah kalori, cocok untuk diet dan manajemen berat badan

Manfaat Yakon Berbasis Riset, Bukan Sekadar Mitos

Meski di masyarakat sempat beredar mitos bahwa Yakon meningkatkan vitalitas, Hermawan menegaskan bahwa manfaat utama yang terbukti secara ilmiah adalah:

  • Membantu menstabilkan kadar gula darah
  • Mendukung produksi hemoglobin atau sel darah merah

Karena manfaat tersebut, warga setempat kerap menjuluki Yakon sebagai “tanaman insulin” alami.

Desa Bakal Menuju Destinasi Wisata Agro Unggulan Dieng

Perpaduan antara keindahan alam Dieng, potensi kesehatan Umbi Yakon, serta konsep wisata edukasi menjadikan Desa Bakal semakin mantap melangkah sebagai destinasi wisata agro unggulan di Banjarnegara.

Dari tanaman yang dulu dipandang sebelah mata, Yakon kini tumbuh sebagai simbol kebangkitan ekonomi desa, gaya hidup sehat, dan wisata berkelanjutan—sebuah harta karun Dieng yang akhirnya menemukan cahaya.

*Ikuti media sosial kami.

Mrica Corner Sajikan Takjil Dawet Ayu Spesial Hari Jadi ke-455 Banjarnegara
746 PPPK Banjarnegara Ikuti Orientasi, Wabup Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Sambut Ramadan, Pemanah Berkuda Banjarnegara Padukan Latihan Fisik dan Spirit Ibadah
Bazar Literasi Banjarnegara, Bupati Amalia Dorong Pelajar Berani Berkarya
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
TAGGED:dataran tinggi diengumbi yakon
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Dana desa menyusut, kades curhat Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Next Article tanah gerak tegal Dampingi Wapres Gibran, Ahmad Luthfi Kembali Tinjau Pengungsi Tanah Gerak di Tegal

Berita Terbaru

Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.