KOMITMEN RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ditegaskan melalui Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar di Aula RSUD Banjarnegara, Rabu (4/2/2026).
- Mamografi Hadir, Deteksi Dini Kanker Payudara Kini Lebih Mudah
- Layanan Jantung Catlab Disiapkan, Target Beroperasi 2027
- Tingginya Kasus ODGJ, Poli Spesialis Jiwa Jadi Kebutuhan Mendesak
- Dimulai Rawat Jalan, Bangsal Jiwa Masuk Rencana Jangka Panjang
- Aplikasi Apem Manis Diluncurkan, Antrean Pasien Dipangkas
- Layanan dengan Hati, Empati Jadi Fondasi RSUD Banjarnegara
Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara manajemen rumah sakit, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Berbagai transformasi strategis dipaparkan, mulai dari modernisasi alat kesehatan, pengembangan layanan spesialis, hingga inovasi sistem pendaftaran pasien. Langkah tersebut memperkuat posisi RSUD Banjarnegara sebagai rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Banjarnegara.
Mamografi Hadir, Deteksi Dini Kanker Payudara Kini Lebih Mudah
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti, mengungkapkan bahwa RSUD Anna Lasmanah kini telah dilengkapi alat mamografi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
“Mamografi sangat penting untuk menemukan kanker payudara sejak tahap awal. Masyarakat bisa memanfaatkannya melalui BPJS Kesehatan sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Kehadiran fasilitas ini menjadi angin segar, khususnya bagi perempuan di Banjarnegara, karena pemeriksaan kini dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Layanan Jantung Catlab Disiapkan, Target Beroperasi 2027
Direktur RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara, dr. Ery Rosita, menyampaikan bahwa rumah sakit tengah mempersiapkan layanan Catheterization Laboratory (Catlab) untuk penanganan penyakit jantung, dengan target operasional penuh pada tahun 2027.
“Dokter dan perawat spesialis sudah siap. Begitu ruangan selesai dan alat terpasang, kami bisa langsung melayani pasien jantung di sini,” ujarnya.
Keberadaan Catlab diharapkan mampu memangkas waktu rujukan serta meningkatkan peluang keselamatan pasien dengan gangguan jantung di Banjarnegara dan wilayah sekitarnya.
Tingginya Kasus ODGJ, Poli Spesialis Jiwa Jadi Kebutuhan Mendesak
Forum Konsultasi Publik juga menyoroti tingginya kasus Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Banjarnegara. Kondisi ini mendorong munculnya usulan pembukaan Poli Spesialis Jiwa di RSUD Banjarnegara.
Selama ini, pasien ODGJ kerap menghadapi antrean panjang saat harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah akibat keterbatasan layanan.
Plt. Kepala Dinas Sosial PPPA Banjarnegara, Sila Satriana, mengapresiasi rencana tersebut.
“ODGJ di Banjarnegara cukup banyak. Selama ini rujukan ke luar kota membutuhkan waktu lama. Kehadiran poli jiwa di RSUD Anna Lasmanah adalah langkah maju yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menilai layanan ini berpotensi memperkuat penanganan kesehatan mental masyarakat secara lebih cepat dan terpadu.
Dimulai Rawat Jalan, Bangsal Jiwa Masuk Rencana Jangka Panjang
Meski pada tahap awal layanan kejiwaan difokuskan pada rawat jalan, dr. Ery Rosita menegaskan komitmen rumah sakit untuk membangun Bangsal Jiwa (rawat inap) di masa mendatang, seiring dengan kesiapan anggaran dan sarana pendukung.
Pendekatan bertahap ini dinilai penting agar layanan kesehatan jiwa dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Aplikasi Apem Manis Diluncurkan, Antrean Pasien Dipangkas
Menjawab keluhan masyarakat terkait antrean panjang, RSUD Anna Lasmanah meluncurkan Aplikasi Apem Manis (Anjungan Pendaftaran Mandiri Pasien).
Melalui mesin desktop yang tersedia di area rumah sakit, pasien kini dapat melakukan pendaftaran secara mandiri tanpa harus mengantre di loket.
“Pasien cukup datang, klik di anjungan, dan langsung terlayani. Ini komitmen kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan lebih ‘manis’,” kata dr. Ery.
Layanan dengan Hati, Empati Jadi Fondasi RSUD Banjarnegara
Menutup forum, dr. Latifa Hesti menegaskan bahwa empati harus menjadi fondasi utama dalam pelayanan kesehatan, terlebih di era keterbukaan informasi dan media sosial.
“Rumah sakit bukan sekadar tempat layanan medis, tetapi memiliki fungsi sosial. RSUD Banjarnegara harus menjadi rujukan utama yang melayani dengan hati,” katanya.
Selain itu, manajemen RSUD Banjarnegara juga merencanakan perluasan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan memanfaatkan eks ruang poli rawat jalan, guna menghadirkan ruang penanganan darurat yang lebih luas, nyaman, dan representatif.
*Ikuti media sosial kami.
