Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Bidik Transaksi Rp 867 Triliun, Kolaborasi Ekonomi Jateng-Jatim Diperkuat Lewat Misi Dagang
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Bidik Transaksi Rp 867 Triliun, Kolaborasi Ekonomi Jateng-Jatim Diperkuat Lewat Misi Dagang
JatengBerita

Bidik Transaksi Rp 867 Triliun, Kolaborasi Ekonomi Jateng-Jatim Diperkuat Lewat Misi Dagang

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 29 Januari 2026 23:21
By Adel Maulina Zulfa
4 Min Read
Share
Kolaborasi misi dagang
Pemprov Jawa Tengah dan Jawa Timur menggelar misi dagang dan investasi di Semarang. Forum ini menargetkan transaksi Rp867 miliar per tahun dengan proyeksi Rp4,3 triliun dalam lima tahun. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PENGUATAN kolaborasi ekonomi terus digencarkan, bahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong penguatan kolaborasi ekonomi lintas daerah melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Tengah–Jawa Timur, yang digelar di PO Hotel Semarang, Kamis (29/1/2026).

Contents
  • Misi Dagang Momentum Perluas Pasar IKM dan UMKM
  • IKM Jawa Tengah Sumbang Lebih dari Separuh Nilai Transaksi
  • Khofifah: Hingga Siang Transaksi Capai Rp2,9 Triliun
  • Peternakan dan Perikanan Jadi Sektor Dominan

Kegiatan ini melibatkan 218 pelaku usaha dari kedua provinsi dan membidik potensi transaksi hingga Rp867,289 miliar per tahun. Berdasarkan hasil temu bisnis, total nilai transaksi diproyeksikan mencapai Rp4,339 triliun dalam lima tahun ke depan.

Misi Dagang Momentum Perluas Pasar IKM dan UMKM

Forum temu bisnis tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) yang mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Turut hadir jajaran OPD, perbankan, Bank Indonesia, OJK, serta asosiasi pengusaha dari kedua provinsi.

Menurut Gus Yasin, misi dagang ini menjadi momentum penting bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM) serta UMKM untuk memperluas pasar dan memperkuat jejaring usaha lintas provinsi.

“Potensi unggulan Jawa Timur diharapkan semakin dikenal dan dimanfaatkan di Jawa Tengah sesuai kebutuhan daerah. Sebaliknya, produk unggulan Jawa Tengah bisa menjadi referensi pengembangan di Jawa Timur,” ujarnya.

IKM Jawa Tengah Sumbang Lebih dari Separuh Nilai Transaksi

Dalam misi dagang ini, kontribusi IKM binaan Jawa Tengah diperkirakan mencapai Rp455,69 miliar per tahun atau sekitar 52,47 persen dari total transaksi. Dalam proyeksi lima tahun, nilainya mencapai Rp2,28 triliun.

Taj Yasin mencatat sejumlah transaksi besar telah tercatat di sektor strategis seperti kopi, gula, dan komoditas pangan, dengan nilai tahunan bahkan melampaui Rp100 miliar.

“Ini menunjukkan potensi ekonomi yang sangat besar. Pemerintah berperan memastikan peluang tersebut terus tumbuh dan berkelanjutan,” katanya.

Khofifah: Hingga Siang Transaksi Capai Rp2,9 Triliun

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa misi dagang ke Jawa Tengah ini menjadi langkah awal yang sangat positif dalam memperkuat sinergi ekonomi antardaerah.

“Ini pertama kalinya kami melakukan misi dagang dan investasi ke Jawa Tengah. Hingga pukul 13.00 WIB, nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp2,9 triliun,” ujar Khofifah.

Dari total tersebut, Jawa Timur mencatat penjualan sebesar Rp2,658 triliun, pembelian dari Jawa Tengah Rp184 miliar, serta investasi senilai Rp96 miliar di Jawa Tengah.

Khofifah menjelaskan, investasi Jawa Timur di Jawa Tengah salah satunya ditujukan untuk mendukung program nasional ketahanan pangan, mengingat keterbatasan lahan sawah berkelanjutan di Jawa Timur.

“Karena lahan pertanian pangan berkelanjutan di Jawa Timur sudah terbatas, maka investasi dilakukan di Jawa Tengah,” katanya.

Komoditas yang diperdagangkan meliputi kayu, telur, ikan, cengkeh, dan tembakau, sementara Jawa Timur menjual beras, kopi, daging ayam, hingga fillet dori.

Peternakan dan Perikanan Jadi Sektor Dominan

Khofifah menyebut, transaksi terbesar terjadi di sektor:

  • Peternakan: Rp1,1 triliun
  • Perikanan: Rp378 miliar

“Ini menjadi starting point yang sangat baik bagi kerja sama Jawa Timur dan Jawa Tengah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ekonomi kedua provinsi bersifat tanpa sekat.

“Jawa Timur dan Jawa Tengah itu borderless. Tidak ada batas untuk tumbuh bersama, maju bersama, dan sejahtera bersama,” katanya.

Sejumlah transaksi strategis tercatat dalam misi dagang ini, antara lain:

  • Kerja sama penyediaan 1.800 ton jagung lokal kuning antara PT Sidoagung Farm Magelang dan CV Ukirsari Jaya Agro Tuban
  • Pembelian beras oleh Indomaret dan Indogrosir Jateng senilai Rp126,5 miliar
  • Transaksi produk perikanan UD Dwi Manunggal Semarang senilai Rp142,8 miliar
  • Industri hasil tembakau PT PSPM Semarang senilai Rp192 miliar
  • Kerja sama komoditas gula senilai Rp105 miliar antara PT Indoacidatama Karanganyar dan PT Sinergi Gula Nusantara

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemprov Jawa Tengah dan Pemprov Jawa Timur, serta komitmen transaksi perdagangan dari delapan pelaku usaha, organisasi, OPD, dan asosiasi pengusaha kedua provinsi.

*Ikuti media sosial kami.

Masa Transisi Kepemimpinan, Pati Teguhkan Manajemen Talenta ASN
Investasi Rp730 Miliar Masuk KEK Kendal, Ahmad Luthfi: Jateng Jadi Magnet Investor Global
Isi Kuliah Mahasiswa Akuntansi Undip, Sekda Jateng Tekankan Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan
Peran Daerah Jadi Kunci UHC, Warga Kebumen Rasakan Manfaat JKN Tanpa Biaya
Gus Yasin Tegaskan SMA Negeri Tak Dibangun di Margoyoso, Prioritas ke Blank Spot Pendidikan Pati
TAGGED:misi dagang
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article New Small World New Small World Baturraden, Destinasi Wisata Rekreasi Ramah Anak dan Lansia
Next Article pelantikan pj kades Isi Kekosongan Jabatan Kepala Desa, 7 Pj Kades Dilantik Bupati

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.