PURBALINGGA – Pagelaran Wayang Rakyat di Sidareja bukan sekadar hiburan. Lakon “Semar Mbangun Desa” menjadi momentum menghidupkan budaya, meresmikan Lapangan Bengkok, sekaligus mendorong potensi seni dan pariwisata Purbalingga.
Dalam gelaran tersebut, ribuan warga menikmati Uleman Wayang Rakyat bertajuk “Sepanggung Budaya Setakir Bahagia” yang menghadirkan dalang Ki Madi Wahyu Nugroho dengan lakon “Semar Mbangun Desa”.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif bersama Wakil Bupati Dimas Prasetyahani turut hadir dalam pertunjukan yang memadukan seni wayang, musik, tari, dan kebersamaan masyarakat.
“Semar Mbangun Desa” Jadi Pesan Kebersamaan
Pagelaran diawali dengan penyerahan tokoh wayang Semar dari Bupati Fahmi kepada sang dalang. Suasana semakin meriah dengan penampilan Svara Gangsa, Kie Tari, Tari Tunggal Eling, Kemejazz Eling-Eling, serta iringan pengrawit Kie Laras x Tarub Budaya.
Pertunjukan tersebut sekaligus menunjukkan geliat seni masyarakat Sidareja yang terus berkembang dan menjadi bagian dari kehidupan sosial warga.
Dari Wayang Rakyat, Lapangan Bengkok Resmi Jadi Ruang Publik Warga
Uleman Wayang Rakyat juga menjadi penanda selesainya pembangunan Lapangan Bengkok Desa Sidareja. Peresmian dilakukan melalui pemotongan tumpeng dan dilanjutkan tradisi makan nasi takir sebagai bentuk rasa syukur.
Bupati Fahmi mengapresiasi Pemerintah Desa Sidareja, Kie Art, serta para pelaku seni yang konsisten menghidupkan kegiatan budaya di wilayah tersebut. Perkembangan seni di Sidareja berpotensi menjadi daya tarik masyarakat sekaligus wisatawan.
“Kami sangat bangga atas apa yang telah dilaksanakan wayang rakyat malam ini. Ini kebanggaan dan aset yang luar biasa,” kata Fahmi.
Pemkab Purbalingga Siap Dorong Seni dan Pariwisata
Fahmi berharap potensi budaya Sidareja terus berkembang dan mendapat ruang kolaborasi lebih luas bersama Pemkab Purbalingga.
“Mudah-mudahan bisa terus berkembang lebih baik lagi dan ke depannya kami dari Pemkab Purbalingga bisa berkolaborasi untuk pengembangan kesenian, kebudayaan, pariwisata dan mengangkat Sidareja dan Purbalingga di kancah nasional dan internasional,” ujarnya.
Ia juga berharap Lapangan Bengkok tidak hanya digunakan untuk pertunjukan seni, tetapi dapat dimanfaatkan untuk olahraga, kegiatan sosial, hingga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Bupati Soroti Kekeringan di Kaligondang
Di hadapan masyarakat, Fahmi juga menyampaikan kondisi kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Purbalingga, termasuk Kecamatan Kaligondang. Masyarakat diminta menghemat penggunaan air dan segera melaporkan apabila terjadi krisis air bersih agar pemerintah dapat memberikan penanganan.
Pemkab juga berupaya mencari sumber air alternatif melalui PDAM untuk menjaga kelancaran distribusi kepada masyarakat terdampak.
Jalan Menuju Sidareja Ditargetkan Diperbaiki
Selain persoalan air, kondisi jalan menuju Sidareja dari Jalan Raya Kaligondang juga menjadi perhatian Pemkab Purbalingga. Fahmi mengatakan berdasarkan perhitungan Bapperida dan DPUPR, perbaikan jalan tersebut diupayakan dapat dilakukan pada akhir 2026 atau 2027.
“Mudah-mudahan di akhir 2026 atau 2027 bisa kami perbaiki dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga,” katanya.
Dengan hadirnya Lapangan Bengkok dan geliat seni masyarakat, Sidareja diharapkan tidak hanya memiliki ruang publik baru, tetapi juga semakin dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi budaya dan pariwisata di Purbalingga.
*Ikuti media sosial kami.
