SEKOLAH ramah anak menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Hal ini menjadi komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan anak hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi tumbuh kembang generasi muda.
Komitmen sekolah ramah anak tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2026 yang digelar di Pendapa Dipokusumo, Kamis (30/7/2026).
Peringatan HAN 2026 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dijadikan momentum untuk memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk hidup, tumbuh, berkembang, serta terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi, termasuk di ruang digital.
Sekda Herni Sulasti: Perlindungan Anak Harus Menjangkau Hingga Desa dan Kelurahan
Mewakili Bupati Purbalingga, Sekretaris Daerah (Sekda) Herni Sulasti menegaskan bahwa perlindungan anak harus menjadi gerakan bersama yang tidak berhenti di tingkat kabupaten, tetapi menjangkau hingga desa dan kelurahan.
Menurutnya, penguatan komitmen di tingkat paling dekat dengan masyarakat akan mempercepat upaya pencegahan sekaligus penanganan berbagai persoalan yang masih dihadapi anak-anak.
“Saya sangat sepakat bahwa peringatan Hari Anak Nasional ini benar-benar menjadi momentum untuk semakin menguatkan komitmen bersama dalam perlindungan anak, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga sampai tingkat desa dan kelurahan,” ujar Herni.
Ia menilai isu perlindungan anak masih menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius. Karena itu, seluruh pihak harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang sama dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Sekolah Ramah Anak dan Kolaborasi Jadi Kunci Perlindungan Generasi Muda
Herni menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan sekolah ramah anak yang aman, nyaman, dan ramah anak. Menurutnya, sekolah ramah anak harus menjadi tempat yang mendukung tumbuh kembang anak, bebas dari kekerasan, perundungan, maupun berbagai bentuk diskriminasi.
Ia menegaskan, perlindungan anak tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Herni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Purbalingga.
Dukungan tersebut datang dari jajaran perangkat daerah, dunia usaha, Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Forum PUSPA), Forum Anak Kabupaten Purbalingga, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Menurutnya, semangat kolaborasi menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program perlindungan anak, terutama di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi pemerintah daerah.
Forum PUSPA Dorong Anak Terlibat Aktif dalam Pembangunan Daerah
Ketua Forum PUSPA Purbalingga, Syahzani Fahmi M. Hanif, berharap peringatan Hari Anak Nasional 2026 mampu meningkatkan partisipasi anak dalam proses pembangunan daerah, untuk itu sekolah ramah anak menjadi satu upaya pemerintah dalam memberikan ruang tumbuh kembang anak.
Ia menilai anak tidak hanya menjadi penerima manfaat kebijakan, tetapi juga perlu dilibatkan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi berbagai program yang berkaitan dengan kepentingan mereka.
“Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak-anak Purbalingga. Mari kita dengarkan suara anak, kita lindungi mereka, dan kita berikan kesempatan terbaik agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, mandiri, berkarakter, dan penuh harapan,” katanya.
Menurutnya, ruang partisipasi yang lebih luas akan membantu melahirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada kepentingan terbaik bagi anak.
HAN 2026 Jadi Momentum Membangun Generasi Purbalingga yang Berkualitas
Peringatan Hari Anak Nasional ke-42 di Kabupaten Purbalingga menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan memperkuat sinergi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan, pemerintah berharap setiap anak di Purbalingga dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan mendukung pengembangan potensi mereka secara optimal.
Komitmen tersebut diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mencetak generasi Purbalingga yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
*Ikuti media sosial kami.
