DARI Obrolan Santai yang dilakukan di angkringan, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi berhasil menyerap aspirasi petani dan terungkap masalah irigasi hingga ancaman pagal panen.
Serap aspirasi yang dilakukan gubernur kali ini memang berbeda, alih-alih forum resmi, ia memilih duduk santai di angkringan, ngopi bersama petani untuk mendengar langsung persoalan di lapangan.
Momen itu terjadi saat kunjungan ke Embung Alastuwo, Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, Rabu (8/4/2026).
Di tengah suasana sederhana, obrolan ringan justru membuka berbagai persoalan krusial di sektor pertanian. Mulai dari kerusakan jaringan irigasi hingga dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen.
Petani Bicara Apa Adanya, Pemerintah Langsung Respon
Tanpa sekat formalitas, Ahmad Luthfi duduk bersama petani, didampingi Bupati Karanganyar, Rober Christanto. Suasana santai membuat para petani lebih leluasa menyampaikan keluhan.
“Mpun, sak niki permasalahane jenengan napa? Ini mumpung ada Gubernur sama Bupati,” ujar Luthfi membuka dialog.
Petani mengungkapkan, banyak saluran irigasi tersier dan sekunder mengalami kebocoran, sehingga distribusi air tidak maksimal saat musim kemarau. Sebaliknya, saat musim hujan, kelebihan air justru memicu gagal panen hingga 30 persen.
Selain itu, petani juga membutuhkan dukungan alat mesin pertanian seperti traktor dan pompa air untuk meningkatkan produktivitas.
Pemprov Siapkan Bantuan Rp 4,1 Miliar untuk Karanganyar
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Ahmad Luthfi memastikan pemerintah provinsi telah menyiapkan langkah konkret.
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan bantuan sekitar Rp 4,1 miliar untuk Kabupaten Karanganyar yang akan disalurkan pada Juni 2026 melalui pemerintah kabupaten.
Bantuan tersebut meliputi:
- Perbaikan jaringan irigasi tersier
- Pengadaan traktor dan mesin pengering padi
- Bantuan benih jagung dan tebu
- Dukungan komoditas tembakau dan cengkeh
“Sudah dianggarkan, nanti bulan Juni diberikan bantuan sekitar Rp 4,1 miliar,” tegasnya.
Pupuk Aman dan Asuransi Gagal Panen Disiapkan
Selain infrastruktur, gubernur juga memastikan ketersediaan pupuk dalam kondisi aman. Ia mendorong petani untuk memanfaatkan program bantuan pompa air dengan pendataan melalui pemerintah desa dan kabupaten.
Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga memperkuat perlindungan petani melalui asuransi pertanian. Petani yang mengalami gagal panen diminta segera mengajukan klaim agar bisa ditindaklanjuti bersama pihak asuransi seperti Jasindo.
“Kalau ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi. Nanti kami bantu teruskan,” ujarnya.
Serap Aspirasi dengan Pendekatan Sederhana, Dampak Nyata
Program “ngopi bareng petani” ini dinilai efektif dalam menyerap aspirasi secara langsung, cara ini dapat membuka ruang komunikasi yang lebih jujur dan terbuka. Perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, mengaku aspirasinya kali ini merasa lebih didengar.
Menurutnya, perhatian langsung dari pemerintah menjadi kunci peningkatan hasil pertanian.
Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah dalam mendorong swasembada pangan pada 2026, dengan memperkuat seluruh aspek mulai dari infrastruktur hingga perlindungan petani.
Di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, dialog sederhana di angkringan justru menjadi jembatan lahirnya kebijakan yang lebih tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil petani.
*Ikuti media sosial kami.
