KABARBANYUMASRAYA.COM – Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 tidak ingin berhenti sebagai momentum mengajak masyarakat hidup sehat. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong olahraga berkembang menjadi kekuatan ekonomi melalui sport industry dan sport tourism.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi membuka peringatan Haornas tingkat Jawa Tengah di Stadion Jatidiri, Semarang, Rabu (9/9/2026).
Menurut Taj Yasin, budaya olahraga harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Pemerintah pun terus berupaya menyediakan fasilitas olahraga yang nyaman dan mudah diakses.
“Jangan hari ini saja olahraga. Kita harus olahraga tiap hari,” kata Taj Yasin.
Olahraga Sehat Sekaligus Menggerakkan Ekonomi
Taj Yasin melihat meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat sebagai peluang untuk mengembangkan sektor ekonomi baru. Jawa Tengah memiliki ruang besar untuk mengembangkan industri olahraga sekaligus wisata berbasis olahraga.
“Yang pertama kita bisa menciptakan sport industry, yang kedua kita bisa menciptakan sport tourism,” ujarnya.
Konsep sport tourism dinilai mampu mendatangkan wisatawan dari luar daerah untuk berolahraga sekaligus menikmati destinasi wisata dan kuliner di Jawa Tengah.
Karena itu, fasilitas olahraga tidak cukup hanya dibangun dengan baik. Fasilitas tersebut harus benar-benar hidup dan dimanfaatkan masyarakat.
“Jangan hanya bangunannya baik tetapi sepi,” tegasnya.
Jatidiri Didorong Jadi Ruang Olahraga Masyarakat
Stadion dan kawasan olahraga Jatidiri menjadi salah satu contoh fasilitas yang didorong untuk terus dimanfaatkan masyarakat.
Taj Yasin menyebut kawasan tersebut kini terbuka bagi warga untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berjalan kaki dan berlari. Ia mengajak masyarakat tidak ragu memanfaatkan fasilitas olahraga yang tersedia.
“Enggak perlu khawatir, bisa menikmati GOR Jatidiri untuk berolahraga. Berjalan, berlari. Ini yang kita dorong,” katanya.
Menurutnya, ramainya aktivitas warga di kawasan Jatidiri menunjukkan bahwa fasilitas olahraga dapat sekaligus menjadi ruang publik untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
Porprov Jateng Jadi Ajang Unjuk Prestasi Atlet
Selain soal gaya hidup sehat dan ekonomi, Taj Yasin juga mengingatkan masyarakat terhadap pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 25-31 Oktober 2026.
Ajang tersebut diperkirakan diikuti sekitar 9.000 hingga 10.000 peserta yang akan hadir di Semarang. Taj Yasin berharap Porprov menjadi momentum untuk memperkuat kualitas atlet Jawa Tengah. Selama ini, atlet Jateng dinilai mampu menyumbangkan medali dalam berbagai kejuaraan nasional maupun internasional.
“Ini harus kita pertahankan, syukur-syukur kita tingkatkan. Kita tingkatkan kualitas atlet kita,” ujarnya.
Ia juga menilai kebiasaan orang tua dalam berolahraga dapat menjadi contoh positif bagi anak-anak. Karena itu, budaya olahraga perlu dibangun dari keluarga dan dilakukan secara konsisten.
Haornas Ke-43 Libatkan 500 Peserta
Kepala Dispora Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan peringatan Haornas ke-43 tingkat Jateng tahun ini digelar sederhana melalui kegiatan olahraga bersama di kawasan Jatidiri.
Sekitar 500 peserta mengikuti kegiatan haornas tahun ini. Mereka berasal dari berbagai unsur olahraga dan kepemudaan, termasuk perwakilan induk organisasi olahraga (Inorga) anggota KORMI Jawa Tengah, jajaran Dispora Jateng, serta siswa-siswi PPOP Jawa Tengah.
“Haornas ke-43 tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk bersama-sama berkomitmen mewujudkan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, meningkatkan kebugaran masyarakat, menguatkan prestasi olahraga nasional dan menguatkan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan,” ujar Aria.
Menurutnya, peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga akan berdampak pada kebugaran sekaligus menjadi fondasi pembinaan atlet sejak dini.
Jateng Jadi Gudang Atlet Berprestasi
Aria menegaskan Jawa Tengah memiliki rekam jejak kuat dalam pembinaan atlet. Sejumlah atlet Jateng konsisten meraih prestasi di berbagai kompetisi nasional hingga internasional.
Prestasi tersebut antara lain terlihat pada ajang Peparnas, POMNAS, POPNAS dan sejumlah kejuaraan lainnya. Atlet Jawa Tengah juga turut memperkuat kontingen Indonesia di kompetisi internasional seperti SEA Games dan Asian Para Games.
“Prestasi tersebut membuktikan bahwa Jawa Tengah mampu menjadi gudang atlet berprestasi,” tegas Aria.
Ia berharap Haornas tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, sekolah, atlet, pelatih, komunitas, dan masyarakat.
Dengan ekosistem yang semakin kuat, olahraga diharapkan tidak hanya menciptakan masyarakat yang sehat dan atlet berprestasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui sport industry dan sport tourism.
*Ikuti media sosial kami.
