Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Banjir Lereng Gunung Slamet, Air Telaga Sunyi dan Damar Payung Banyumas Berubah Keruh
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banyumas > Banjir Lereng Gunung Slamet, Air Telaga Sunyi dan Damar Payung Banyumas Berubah Keruh
Banyumas

Banjir Lereng Gunung Slamet, Air Telaga Sunyi dan Damar Payung Banyumas Berubah Keruh

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 24 Januari 2026 17:58
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
air telaga sunyi jadi keruh
Longsor lereng Gunung Slamet menyebabkan air di Telaga Sunyi menjadi keruh. (dok.warga)
SHARE

INTENSITAS hujan tinggi yang mengguyur wilayah lereng Gunung Slamet sejak Jumat hingga Sabtu (24/1/2026) pagi menyebabkan sejumlah sungai di Kabupaten Banyumas meluap. Dampaknya, beberapa destinasi wisata air ikut terdampak, termasuk Telaga Sunyi dan Damar Payung Kutayasa.

Contents
  • Telaga Sunyi Tertutup Lumpur dan Endapan Pasir
  • Debit Sungai Pelus Meluap, Damar Payung Ikut Terdampak
  • BPBD Banyumas Lakukan Kaji Cepat dan Pemantauan
  • Wisata Ditutup Sementara, Warga Diminta Waspada

Luapan air sungai membawa material lumpur, pasir, dan kayu yang mengubah kondisi kawasan wisata yang biasanya jernih dan asri menjadi keruh dan berantakan.

Telaga Sunyi Tertutup Lumpur dan Endapan Pasir

Objek wisata Telaga Sunyi mengalami dampak cukup signifikan akibat luapan Sungai Pangkon. Material kayu dan sampah terbawa arus banjir hingga memenuhi area sekitar telaga.

Air yang biasanya jernih kini berubah keruh, sementara kolam yang biasa digunakan untuk berenang mengalami pendangkalan akibat endapan pasir. Sedimentasi ini membuat kedalaman kolam berkurang dan belum aman untuk aktivitas wisata air.

Debit Sungai Pelus Meluap, Damar Payung Ikut Terdampak

Kondisi serupa terjadi di objek wisata Damar Payung, Desa Kutayasa. Debit air Sungai Pelus dilaporkan meningkat sejak Jumat malam. Meski pada Sabtu pagi air mulai surut, warna air masih sangat keruh karena aliran sungai masih membawa lumpur.

Material kayu, sampah, dan pasir tampak berserakan di sekitar kawasan wisata. Endapan pasir juga menyebabkan aliran sungai menjadi lebih dangkal dibandingkan kondisi normal.

“Airnya masih keruh banget, aliran sungai masih membawa lumpur, kondisinya juga masih berserakan di sekitar lokasi,” ujar seorang warga setempat.

Luapan air dilaporkan mulai meningkat sejak Sabtu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Ketinggian air sempat mencapai 70 hingga 90 sentimeter dan meluber ke area sekitar sungai, membawa material tanah dan lumpur.

Meski demikian, hingga Sabtu siang kondisi air berangsur surut dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan bangunan.

BPBD Banyumas Lakukan Kaji Cepat dan Pemantauan

Kepala Pelaksana BPBD Banyumas, Dwi Irawan, mengonfirmasi bahwa tim BPBD telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan dan kaji cepat di sejumlah wilayah terdampak.

“Ini masih proses kaji cepat di seluruh wilayah Banyumas. Kami menunggu laporan tim yang menyusuri wilayah bagian atas,” katanya.

Petugas BPBD bersama Muspika Kecamatan Sumbang hingga kini masih melakukan pemantauan di lokasi. Masyarakat diimbau untuk sementara menjauhi aliran sungai dan kawasan wisata air guna menghindari potensi bahaya susulan.

Wisata Ditutup Sementara, Warga Diminta Waspada

Meski tidak menimbulkan korban, kondisi Telaga Sunyi dan Damar Payung saat ini belum memungkinkan untuk dikunjungi. Pembersihan material banjir dan normalisasi aliran sungai akan dilakukan setelah kondisi benar-benar aman.

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk selalu memperhatikan informasi cuaca serta peringatan dari pihak berwenang, terutama saat beraktivitas di kawasan lereng Gunung Slamet.

*Baca media group Kami

Hari Jadi ke-81 Jateng: Speling Bawa Dokter Spesialis ke Desa, Jarak Tak Lagi Jadi Penghalang
Kebakaran Rumah di Cilongok Saat Warga Laksanakan Siskamling, Kerugian Capai Rp35 Juta
Banyumas Kantongi Persetujuan BKN, Manajemen Talenta ASN Segera Diterapkan
Libur Sekolah! KAI Daop 5 Purwokerto Tes Urine Petugas, Ini Hasilnya
TKA SD di Banyumas Tak Boleh Hanya Kejar Nilai Akhir, Ini Pesan Bupati Sadewo
TAGGED:air keruhlereng slamettelaga sunyi
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article wisata religi gunung srandil Gunung Srandil Cilacap, Destinasi Wisata Religi Sarat Sejarah dan Spiritualitas
Next Article Jateng didoronog swasembada pangan mandiri 2026 Jawa Tengah Kunci Sawah, Kebijakan Keras Demi Swasembada Pangan 2026
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.