Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Simpan Jejak Wirasaba hingga Kolonial Belanda, Klampok Banjarnegara Diusulkan Jadi Kawasan Cagar Budaya
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Simpan Jejak Wirasaba hingga Kolonial Belanda, Klampok Banjarnegara Diusulkan Jadi Kawasan Cagar Budaya
Banjarnegara

Simpan Jejak Wirasaba hingga Kolonial Belanda, Klampok Banjarnegara Diusulkan Jadi Kawasan Cagar Budaya

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 31 Januari 2026 19:56
By Adel Maulina Zulfa
3 Min Read
Share
Cagar Budaya
Wilayah Kecamatan Klampok menyimpan banyak bukti sejarah dan layak ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. (dok. TACB)
SHARE

KECAMATAN Purwareja Klampok, Kabupaten Banjarnegara, menyimpan lapisan sejarah lintas zaman yang jarang dimiliki satu wilayah. Tak hanya bangunan peninggalan kolonial Belanda, kawasan ini juga memiliki situs penting dari masa Kerajaan Islam Wirasaba, menjadikannya dinilai layak diusulkan sebagai kawasan cagar budaya.

Contents
  • Makam Adipati Wargo Hutomo, Titik Penting Sejarah Wirasaba
  • Warisan Lintas Zaman, Dari Kantor Pos hingga Makam Belanda
  • Desa Harapkan Cagar Budaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi
  • TACB Dorong Dukungan Provinsi dan Pusat untuk Revitalisasi
  • Bangunan Bersejarah Masih Aktif, Butuh Perhatian Anggaran

Potensi tersebut terungkap dalam kajian lapangan yang dilakukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Banjarnegara, Sabtu (31/1/2026).

Makam Adipati Wargo Hutomo, Titik Penting Sejarah Wirasaba

Salah satu fokus utama kajian TACB adalah makam Wargo Hutomo, adipati terakhir Wirasaba sebelum wilayah tersebut terbagi menjadi empat bagian. Sosok Wargo Hutomo dikenal sebagai leluhur masyarakat Banyumas Raya, sehingga keberadaan makam ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Menariknya, jalur keturunan Presiden Prabowo Subianto disebut berasal dari trah Joko Kaiman, yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Wirasaba. Saat ini, makam Wargo Hutomo juga berkembang sebagai destinasi wisata religi, dengan peziarah yang datang hampir setiap hari.

Warisan Lintas Zaman, Dari Kantor Pos hingga Makam Belanda

Selain makam Wargo Hutomo, TACB Banjarnegara juga mengkaji sejumlah bangunan dan situs bersejarah lainnya di wilayah Klampok, di antaranya:

  • Kantor Pos Klampok
  • Kantor Kecamatan Purwareja Klampok
  • Polsek Klampok
  • Makam Belanda

Keberagaman objek tersebut menunjukkan perjalanan sejarah Klampok, mulai dari era Islam, kolonial Belanda, hingga masa pemerintahan modern. Seluruh objek ini rencananya akan diajukan kepada Bupati Banjarnegara untuk ditetapkan sebagai cagar budaya.

Desa Harapkan Cagar Budaya Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Kepala Desa Klampok, Agus Supriyono, berharap penetapan kawasan cagar budaya tidak hanya melindungi sejarah, tetapi juga berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

“Kami berharap sektor pariwisata dan kebudayaan bisa menjadi nilai tambah ekonomi, sehingga kesejahteraan masyarakat Klampok semakin meningkat,” ujarnya.

TACB Dorong Dukungan Provinsi dan Pusat untuk Revitalisasi

Ketua TACB Banjarnegara, Heni Purwono, menegaskan bahwa Klampok sangat layak ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya karena memiliki situs yang mewakili identitas berbagai zaman.

“Tentu diperlukan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat. Revitalisasi membutuhkan anggaran yang tidak sedikit, tetapi jika dikelola dengan baik, potensi pendapatan bagi masyarakat akan sangat besar,” jelasnya.

Bangunan Bersejarah Masih Aktif, Butuh Perhatian Anggaran

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Klampok, Agus Sugiyono, berharap adanya perhatian anggaran untuk perawatan bangunan bersejarah yang hingga kini masih difungsikan.

“Minimal ada anggaran untuk memperbaiki atap yang bocor agar rangka tidak rusak. Kondisinya sekarang cukup rawan,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Pemkab Banjarnegara Verifikasi 21 Gedung KDKMP, Pastikan Siap Digunakan
Viral Video Miras di Meja Tamu Saat Lebaran, Satpol PP Banjarnegara Amankan 44 Botol dan Periksa Pelaku
Berkekuatan 326 Atlet, Kontingen Porprov Banjarnegara Dikukuhkan, Bidik 7 Besar
145 Warga Binaan Rutan Banjarnegara Jalani Cek Kesehatan Gratis, Deteksi Dini Penyakit
Krisis Air Bersih di Banjarnegara, 25 Ribu Liter Air Dikirim ke Kebutuhjurang
TAGGED:cagar budaya
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Jalan sehat 1 abad NU berhadiah umroh Ribuan Warga Padati Jalan Sehat 1 Abad NU Banjarnegara, Hadiah Umroh Jadi Daya Tarik Utama
Next Article Rio Fahmi Benarkan Rio Fahmi Bakal Tinggalkan Persija?

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.