MENJELANG musim haji 2026, KBIHU Miftahul Jannah mengambil langkah proaktif dengan menggelar safari kunjungan langsung ke rumah calon jamaah. Program ini dilakukan guna memastikan kesiapan menyeluruh, baik dari aspek spiritual, mental, maupun kesehatan.
Kegiatan yang berlangsung pada awal Mei ini menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Banjarnegara, termasuk daerah pegunungan di bagian utara. Tim safari dibagi ke dalam beberapa kelompok agar seluruh calon jamaah dapat terlayani secara maksimal.
KBIHU Miftahul Janah Tekankan Tiga Bekal Spiritual Menuju Haji Mabrur
Salah satu rombongan safari KBIHU Miftahul Jannah yang dipimpin oleh KH Purwoto memberikan pembekalan langsung kepada calon jamaah. Dalam kunjungan pada Sabtu (2/5/2026) malam, ia menekankan pentingnya kesiapan spiritual sebagai fondasi utama ibadah haji.
Menurutnya, terdapat tiga bekal penting yang harus dimiliki setiap calon jamaah. Pertama, kesadaran atas dosa sebagai wujud kerendahan hati dalam memohon ampunan. Kedua, sikap tawadhu yang membuka jalan datangnya hidayah. Ketiga, kesadaran akan keterbatasan diri agar senantiasa bergantung kepada pertolongan Allah.
“Ketiganya menjadi fondasi penting untuk meraih haji yang mabrur. Sikap berserah diri harus benar-benar ditanamkan sejak sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Persiapan Kesehatan Jadi Kunci Kelancaran Ibadah
Selain pembekalan spiritual, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam safari tersebut. Para calon jamaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan mengurangi aktivitas berat dan memperbanyak istirahat, terutama dua hari sebelum keberangkatan.
Hal ini dinilai penting karena jamaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan di Asrama Haji Donohudan sebagai salah satu syarat kelayakan sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi.
Jamaah Merasa Lebih Siap dan Tenang
Program safari ini mendapat respons positif dari para calon jamaah. Salah satunya, Kidi Hadi Susilo, warga Kecamatan Kalibening, yang mengaku lebih tenang setelah mendapatkan kunjungan langsung dari tim pembimbing.
“Kunjungan dari KBIHU Miftahul Jannah ini membuat kami lebih mantap. Persiapan jadi lebih jelas, dan kami merasa lebih siap karena nanti tetap ada pendampingan selama di Tanah Suci,” ungkapnya.
Melalui pendekatan jemput bola ini, KBIHU Miftahul Jannah berharap seluruh calon jamaah haji dapat berangkat dengan kesiapan optimal. Tidak hanya dari sisi kesehatan dan perlengkapan, tetapi juga kesiapan mental serta spiritual, sehingga ibadah haji dapat dijalankan dengan lancar dan khusyuk.
*Ikuti media sosial kami.
