KABARBANYUMASRAYA.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara memperkuat pembinaan relawan sejak usia dini melalui Invitasi Travelling Palang Merah Remaja (PMR) Mula 2026. Kegiatan yang diikuti 34 regu dari 20 kecamatan ini menjadi ajang bagi siswa sekolah dasar untuk belajar kepalangmerahan, mengasah keterampilan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Kegiatan yang berlangsung di kompleks Balai Budaya Banjarnegara tersebut diikuti anggota PMR Mula dari sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) yang mewakili kecamatan masing-masing.
Mengusung tema “PMR Mula Bergerak Bersama untuk Sesama”, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan di kalangan pelajar.
Tanamkan Kepedulian Sejak Usia Dini
Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, melalui Sekretaris PMI, Titho Agus Wigono, mengatakan invitasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap peduli terhadap lingkungan sosial.
“Kegiatan ini merupakan sarana pembinaan generasi muda agar memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam bidang kepalangmerahan, serta mampu menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini,” ujarnya.
Menurut Titho, nilai-nilai kemanusiaan dapat diterapkan melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Membantu teman, menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, menghormati perbedaan, dan bekerja sama merupakan bentuk kepedulian yang bisa dibiasakan sejak anak-anak.
Peserta juga didorong memahami pentingnya memberikan pertolongan kepada orang lain sesuai dengan kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.
Melalui kegiatan ini, PMI Banjarnegara berharap tumbuh generasi muda yang berkarakter, tangguh, peduli, serta mampu menjalin persaudaraan tanpa membedakan latar belakang.
Lima Materi untuk Mengasah Keterampilan PMR
Ketua panitia, Rujiman, menyampaikan bahwa Invitasi Travelling PMR Mula 2026 diikuti ratusan peserta yang terbagi dalam 34 regu dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjarnegara.
Selama kegiatan, peserta mengikuti lima materi yang dirancang untuk mengenalkan dasar-dasar kepalangmerahan sekaligus melatih keterampilan dan kerja sama tim.
“Ada lima materi kegiatan yang diikuti peserta, yakni uji wawasan kepalangmerahan, permainan gerakan Palang Merah, simulasi pertolongan pertama, simulasi perawatan keluarga, serta peer leader kesehatan remaja,” kata Rujiman.
Materi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan, memahami pertolongan pertama, serta mempelajari pentingnya kesehatan dan kepedulian terhadap orang lain.
Rujiman berharap kegiatan ini dapat memperkuat pembinaan PMR Mula secara berkelanjutan. Menurut dia, pengenalan kepalangmerahan sejak sekolah dasar menjadi langkah penting untuk menyiapkan kader relawan PMI pada masa mendatang.
“Yang terpenting adalah mendukung kaderisasi relawan PMI untuk masa depan, karena PMR merupakan agen perubahan dan relawan masa depan,” ujarnya.
Enam Regu Terbaik PMR Mula Banjarnegara 2026
Berdasarkan hasil penilaian evaluator pada setiap materi, panitia menetapkan enam regu dengan peringkat terbaik dalam Invitasi Travelling PMR Mula Kabupaten Banjarnegara 2026.
Berikut daftar enam regu terbaik:
- Peringkat 1: Regu SD, Kecamatan Rakit.
- Peringkat 2: Regu MI, Kecamatan Banjarnegara.
- Peringkat 3: Regu MI, Kecamatan Rakit.
- Peringkat 4: Regu SD, Kecamatan Bawang.
- Peringkat 5: Regu SD, Kecamatan Pagedongan.
- Peringkat 6: Regu SD, Kecamatan Banjarmangu.
Hasil tersebut menjadi bentuk apresiasi atas partisipasi, kemampuan, dan kerja sama para peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Namun, lebih dari sekadar pencapaian peringkat, invitasi ini diharapkan menjadi pengalaman pembelajaran bagi anggota PMR Mula untuk terus mengembangkan keterampilan dan menumbuhkan semangat kemanusiaan.
Melalui pembinaan yang berkesinambungan, PMI Banjarnegara berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya memahami nilai-nilai kepalangmerahan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kesiapan untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan pada masa depan.
