Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Dinkes Banjarnegara Investigasi 18 Siswa Diduga Keracunan MBG di Klampok
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Dinkes Banjarnegara Investigasi 18 Siswa Diduga Keracunan MBG di Klampok
Banjarnegara

Dinkes Banjarnegara Investigasi 18 Siswa Diduga Keracunan MBG di Klampok

Afifah Anis CH
Last updated: 29 September 2026 12:38
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG dalam perawatan di Puskesmas
Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG dalam perawatan di Puskesmas. (dok. warga)
SHARE

KABARBANYUMASRAYA.COM –  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara turun tangan menyelidiki dugaan keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 18 siswa SD dan MI di Kecamatan Purwareja Klampok, Senin (28/9/2026).

Contents
  • Sampel MBG Diperiksa di Laboratorium
  • Penjamah Makanan dan Peralatan Produksi Ikut Diperiksa
  • Kondisi 18 Siswa Membaik dan Sudah Pulang
  • Ada Laporan Bau Makanan Tidak Lazim

Belasan siswa tersebut mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG. Mereka kemudian dibawa ke Puskesmas Klampok I untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

Dinkes Banjarnegara kini mengambil sampel makanan dan menyiapkan pemeriksaan terhadap penjamah makanan di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut.

Sampel MBG Diperiksa di Laboratorium

Ketua Tim Kerja Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Banjarnegara, Hery Purwono, mengatakan investigasi dilakukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan pada para siswa.

Sampel makanan yang dikonsumsi telah diamankan dan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa. Pengujian dilakukan guna mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau kandungan tertentu yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Masih kita tunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah makanan tersebut terkontaminasi atau tidak,” kata Hery.

Dinkes belum menyimpulkan bahwa makanan MBG menjadi penyebab keluhan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

Penjamah Makanan dan Peralatan Produksi Ikut Diperiksa

Selain sampel makanan, Dinkes Banjarnegara akan memeriksa para penjamah makanan yang bekerja di dapur SPPG terkait.

Pemeriksaan dilakukan melalui tes usap atau swab untuk mengetahui kondisi kesehatan penjamah makanan serta mendeteksi kemungkinan penyakit yang dapat ditularkan melalui makanan.

Pemeriksaan juga mencakup peralatan yang digunakan selama proses produksi, mulai dari pengolahan hingga pewadahan makanan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap tahapan penyediaan MBG telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan.

“Selama ini kita sudah melakukan pengawasan dan inspeksi ke SPPG terkait dengan pelaksanaan SOP yang sudah ditetapkan, mulai dari pengolahan hingga distribusi,” ujar Hery.

Dinkes juga terus memantau penerima MBG lainnya untuk mengantisipasi munculnya keluhan kesehatan tambahan.

Kondisi 18 Siswa Membaik dan Sudah Pulang

Hery memastikan kondisi 18 siswa yang sempat mendapat penanganan di Puskesmas Klampok I berangsur membaik.

Seluruh siswa telah diperbolehkan pulang pada Senin siang. Meski demikian, kondisi mereka tetap dipantau sebagai bagian dari observasi lanjutan.

“Untuk kondisi anak sampai siang semua sudah pulang, namun masih dilakukan observasi dan dipantau terus, termasuk penerima lainnya,” katanya.

Dinkes mengimbau penerima MBG untuk memperhatikan kondisi makanan sebelum dikonsumsi. Jika ditemukan bau, warna, tekstur, atau rasa yang tidak lazim, makanan sebaiknya tidak dikonsumsi dan segera dilaporkan kepada pengelola.

Ada Laporan Bau Makanan Tidak Lazim

Dalam investigasi awal, Dinkes menerima laporan mengenai adanya aroma yang tidak lazim pada makanan yang dikonsumsi siswa.

Namun, Hery menegaskan temuan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab munculnya mual dan muntah.

“Untuk indikasi belum bisa memastikan. Tetapi ada laporan dari makanan yang dikonsumsi ada bau yang tidak lazim dan tidak selayaknya pada makanan tersebut. Ini masih dalam tahap pemeriksaan, termasuk untuk memastikan apakah ini penyebabnya atau ada penyebab lain,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan dapat diketahui sekitar empat hari setelah sampel diperiksa. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya kontaminasi pada makanan serta kemungkinan faktor lain yang menyebabkan keluhan.

Sambil menunggu hasil laboratorium, Dinkes Banjarnegara meminta masyarakat dan pengelola MBG meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan apabila menemukan makanan dengan kondisi yang tidak normal.

Bupati Tekankan Percepatan Serapan APBD 2026, OPD Diminta Kerja Tepat Sasaran
Diduga Oven Overheat, Pabrik Dupa di Banjarnegara Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta
UBP Mrica Pastikan Listrik Tetap Andal, PLN Indonesia Power Lakukan Inspeksi Siaga Idul Fitri
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
BPBD Banjarnegara Latih Warga Evakuasi Mandiri dan Pasang EWS
TAGGED:18 siswa keracunan MBGDinkes Banjarnegarakeracunan MBG KlampokMBG Purwareja Klampoksiswa mual muntahSPPG Banjarnegara.
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Pantai Indah Widarapayung di Kecamatan Binangun, Cilacap. (Foto: deswita-widarapayungwetan.id) Pantai Widarapayung Cilacap Kini Punya Spot Gembok Cinta di Tepi Laut
Next Article FKUB Banjarnegara saat menjalin silaturahmi bersama Kapolres Banjarnegara Kapolres Banjarnegara Ajak FKUB Perkuat Kerukunan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Program Peduli Kasih, Polres Banjarnegara memberikan bantuan seragam, topi, dan sepatu kepada siswa di Purwanegara sekaligus mendorong pendidikan dan perlindungan anak.
Polres Banjarnegara Bantu Seragam dan Sepatu Sekolah untuk Siswa di Purwanegara
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.