Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: HUT ke-81 RI, Pemprov Jateng Dorong Layanan Dasar, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Rakyat
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > HUT ke-81 RI, Pemprov Jateng Dorong Layanan Dasar, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Rakyat
Jateng

HUT ke-81 RI, Pemprov Jateng Dorong Layanan Dasar, Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Rakyat

Afifah Anis CH
Last updated: 17 Agustus 2026 14:26
By Afifah Anis CH
7 Min Read
Share
Gubernur Jateng dalam upacara HUT RI ke 81. Layanan dasar masyarakat menjadi priortas
Momen HUT RI dan Hari Jadi Jateng ke 81, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong layanan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

SEMARANG – Momen HUT RI dan Hari Jadi Jateng ke 81, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong layanan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Pesan tersebut disampaikan Luthfi seusai memimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

Contents
  • Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,80 Persen
  • Luthfi: Pembangunan Bukan Sekadar Mengejar Angka
  • Layanan Dasar Seperti Kesehatan Gratis Terus Diperluas
  • Sekolah Gratis dan Sekolah Rakyat Jadi Prioritas
  • Rumah Layak Huni dan Ekonomi Kerakyatan Diperkuat
  • Pedagang Kaki Lima Ingin Ekonomi Ditata dan Usaha Tetap Berjalan
  • Dari Upacara Kemerdekaan Menuju Pembangunan yang Berdampak

Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan upacara dan pengibaran bendera. Kemerdekaan harus benar-benar dirasakan masyarakat melalui kehidupan yang lebih sejahtera, layanan publik yang mudah diakses, serta kesempatan ekonomi yang semakin terbuka.

Untuk itu, pembangunan Jawa Tengah harus berorientasi pada kebutuhan paling mendasar atau layanan dasar masyarakat. Mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, rumah layak huni, hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

“Jaminan itu penting karena di saat kondisi geopolitik, kemudian tekanan fiskal, kita harus mampu berbuat untuk bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Gubernur Luthfi.

Pertumbuhan Ekonomi Jateng Capai 5,80 Persen

Gubernur Luthfi menyebut berbagai program pembangunan mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Pada semester I 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,80 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,45 persen.

Di sektor investasi, realisasi hingga periode tersebut mencapai Rp59,94 triliun. Nilai itu terdiri atas Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta investasi UMK sebesar Rp11,40 triliun.

Investasi tersebut turut menciptakan lapangan pekerjaan dengan menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja. Dampaknya juga terlihat pada indikator kemiskinan dan ketenagakerjaan. Angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2026 turun menjadi 4,24 persen, dibandingkan 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Luthfi: Pembangunan Bukan Sekadar Mengejar Angka

Meski berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, Luthfi mengingatkan agar capaian pembangunan tidak berhenti sebagai statistik. Baginya, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat yang benar-benar diterima masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini tidak berbicara masalah angka, tetapi paling penting adalah ke depan kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, persatuan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah bahu-membahu sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Ia menekankan pembangunan Jawa Tengah harus dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan menyentuh persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.

Layanan Dasar Seperti Kesehatan Gratis Terus Diperluas

Salah satu fokus layanan dasar yang dilakukan Pemprov Jateng adalah memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) terus dikembangkan agar masyarakat, termasuk yang berada di wilayah desa, memperoleh akses pemeriksaan dan layanan kesehatan yang lebih mudah.

Menurut Luthfi, kedua program tersebut yang merupakan layanan dasar masyarakat telah menunjukkan capaian tinggi secara nasional dan terus diperluas ke berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Program itu merupakan layanan dasar masyarakat yang harus terus dilakukan secara berkelanjutan dan sudah menyentuh ribuan desa,” katanya.

Pemprov Jateng menempatkan layanan kesehatan sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan beban masyarakat, khususnya kelompok ekonomi rentan.

Sekolah Gratis dan Sekolah Rakyat Jadi Prioritas

Di sektor layanan dasar pendidikan, Pemprov Jateng juga memperkuat akses bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu. Setiap tahun, pemerintah menyediakan 5.004 kuota sekolah gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu melalui program sekolah kemitraan.

Program tersebut berjalan berdampingan dengan penguatan SMK Jateng dan keberadaan 14 Sekolah Rakyat di Jawa Tengah. Upaya tersebut diarahkan agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Pendidikan, kata Luthfi, menjadi investasi penting untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus menyiapkan generasi Jawa Tengah menghadapi tantangan masa depan.

Upacara HUT RI di simpang lima
Upacara peringatan HUT RI di Simpang Lima Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

Rumah Layak Huni dan Ekonomi Kerakyatan Diperkuat

Selain pendidikan dan kesehatan, pembangunan rumah layak huni menjadi bagian dari agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemprov Jateng juga mendorong penguatan ekonomi kerakyatan dengan mengoptimalkan potensi ekonomi yang berada di tingkat masyarakat.

“Termasuk mengangkat terkait dengan rumah layak huni, kemudian ekonomi kerakyatan yang sekarang menjadi prioritas utama dari kita dalam rangka mengefektifkan potensi masyarakat di wilayah,” kata Luthfi.

Penguatan ekonomi masyarakat dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada sektor tertentu, tetapi turut membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di tingkat bawah.

Pedagang Kaki Lima Ingin Ekonomi Ditata dan Usaha Tetap Berjalan

Makna kemerdekaan yang disampaikan Luthfi juga mendapat perspektif dari masyarakat yang hadir di sekitar Lapangan Pancasila.

Sukarno (64), pedagang kaki lima asal Kebonharjo, Kota Semarang, memandang kemerdekaan sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan tenteram, rukun, dan memiliki ruang untuk mencari penghidupan.

Ia berharap pemerintah terus menjaga kondisi ekonomi sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat kecil untuk mempertahankan dan mengembangkan usaha.

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai. Kalau bagi kami para pedagang ini jangan diuyak-uyak karena cari uang sedang sulit,” ujarnya.

Dari Upacara Kemerdekaan Menuju Pembangunan yang Berdampak

Momentum HUT ke-81 RI menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada simbol dan seremoni. Bagi Jawa Tengah, semangat kemerdekaan diterjemahkan dalam agenda pembangunan yang berupaya mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat, memperbaiki infrastruktur, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat ekonomi rakyat.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi, besarnya investasi, atau penurunan angka kemiskinan. Lebih jauh, keberhasilan itu harus terlihat dari seberapa nyata masyarakat merasakan manfaat pembangunan.

Pesan Luthfi pun menjadi penegasan arah pembangunan Jateng: merdeka bukan sekadar bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka untuk hidup layak, memperoleh layanan dasar, bekerja, berusaha, dan membangun masa depan yang lebih sejahtera.

*Ikuti juga media kami

Kabar Baik! Pertamina Jamin Stok BBM di Jawa Tengah dan DIY Aman, Distribusi Tetap Lancar
Sampah 1.000 Ton per Hari Bakal Diolah Jadi Energi Listrik, PSEL Semarang Ditargetkan Selesai Desember
Dekranasda Jateng Bakal Bawa Produk Unggulan ke Makassar
Masjid Bersejarah Berusia 100 Tahun di Boyolali Terbakar, Wagub Jateng Tinjau Lokasi dan Salurkan Bantuan
Wagub Jateng Taj Yasin Dihadang Mahasiswa UNS Usai Kuliah Ramadan, Pilih Dialog Terbuka
TAGGED:gubernur luthfihari jadi jatengHUT RIkesehatanlayanan dasarpendidikanrumah layak huni
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Warga binaan Rutan Banjarnegara menerima remisi HUT RI ke 81 dan langsung bebas 90 Warga Binaan Rutan Banjarnegara Terima Remisi HUT RI ke-81, 1 Orang Langsung Bebas
Next Article Pertamina Patra Niaga gelar tebus murah paket sembako di HUT RI Rayakan HUT RI ke-81, Pertamina Gelar Tebus Murah Sembako untuk Bantu Korban Gempa NTT

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.