Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Roboh
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Roboh
Jateng

Keselamatan Siswa Jadi Prioritas, Ahmad Luthfi Instruksikan Pemetaan Sekolah Rawan Roboh

Adel Maulina Zulfa
Last updated: 30 Juli 2026 18:47
By Adel Maulina Zulfa
5 Min Read
Share
Gubernur Jateng saat mengunjungi sekolah roboh di Grobogan, dia meminta pendataan sekolah rawan roboh di Jateng
Gubernur Jateng saat mengunjungi sekolah roboh di Grobogan, dia meminta pendataan sekolah rawan roboh di Jateng. (dok. Pemprov)
SHARE

GUBERNUR Jawa Tengah Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan pemerintah daerah untuk melakukan pemetaan dan minitasi bangunan sekolah rawan roboh di Jawa Tengah. Hal ini menyusul adanya dua bangunan Sekolah Dasar (SD) yang ambruk di Kabupaten Grobogan dan Kota Semarang.

Contents
  • Gubernur Ahmad Luthfi: Sekolah Rawan Roboh Harus Segera Dipetakan
  • Seluruh Kepala Daerah Diminta Lakukan Mitigasi Bangunan Sekolah
  • Pemprov Jateng Siap Bantu Meski SD dan SMP Bukan Kewenangannya

Langkah cepat mitigasi bangunan ini dilakukan demi keselamatan siswa. Tak hanya itu, gubernur juga memastikan proses revitalisasi segera dilakukan sekaligus menginstruksikan seluruh pemerintah kabupaten dan kota memetakan bangunan SD dan SMP yang berpotensi atau rawan roboh sebagai langkah pencegahan.

Dua sekolah yang menjadi prioritas penanganan yakni SD Ketanggirejo di Kabupaten Grobogan dan SDN 03 Sendangmulyo di Kota Semarang. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan bantuan awal sebesar Rp50 juta untuk masing-masing sekolah, disertai percepatan proses revitalisasi sesuai kondisi di lapangan.

Gubernur Ahmad Luthfi: Sekolah Rawan Roboh Harus Segera Dipetakan

Saat meninjau SDN 03 Sendangmulyo, Kota Semarang, Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa penanganan kedua sekolah dilakukan dengan mekanisme yang berbeda. Dia juga meminta adanya pemetaan untuk sekolah rawan roboh.

Untuk SD Ketanggirejo di Grobogan, pembangunan kembali akan dilakukan secara menyeluruh melalui program revitalisasi yang telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat.

“Sekolah yang roboh ini ada dua, satu di Grobogan dan satu di Kota Semarang. Grobogan itu sudah penuh kita bangun. Saya sudah koordinasi dengan kementerian, nanti akan dibangun menggunakan dana revitalisasi,” ujar Ahmad Luthfi.

Sementara itu, kerusakan di SDN 03 Sendangmulyo disebabkan sebuah pohon tumbang yang menimpa ruang kelas. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena terjadi saat tidak ada aktivitas belajar mengajar.

“Kalau di Semarang satu bangunan kelas kita bangun sendiri. Dinas Pendidikan sudah memberikan bantuan. Ini merupakan kondisi force majeure karena bangunan sekolah sebenarnya masih bagus, tetapi tertimpa pohon,” katanya.

Seluruh Kepala Daerah Diminta Lakukan Mitigasi Bangunan Sekolah

Menurut Ahmad Luthfi, peristiwa robohnya dua sekolah tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat sistem mitigasi bangunan sekolah di Jawa Tengah. Untuk itu, pendataan dan inventarisir sekolah rawan roboh sangat dibutuhkan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

Ia meminta seluruh bupati dan wali kota segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi bangunan SD dan SMP yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Setiap sekolah harus dipetakan berdasarkan tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, rusak berat, hingga kondisi yang masih layak digunakan.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar penentuan prioritas penanganan melalui pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, maupun pemerintah pusat.

“Kalau SMA dan SMK sudah jelas menjadi kewenangan provinsi. Yang perlu kita dorong sekarang adalah SD dan SMP. Saya sudah sering mengingatkan para bupati dan wali kota agar memetakan seluruh sekolah. Kalau daerah tidak mampu merevitalisasi, segera laporkan kepada kami,” katanya.

Ia menekankan bahwa keamanan bangunan sekolah merupakan syarat utama agar proses pendidikan berjalan dengan baik. Untuk itu, bangunan sekolah yang rawan roboh harus segera dilaporkan untuk mendapatkan penanganan.

“Pendidikan adalah salah satu prioritas pembangunan Jawa Tengah. Kita memiliki berbagai program seperti Sekolah Keberbakatan, Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, hingga sekolah kemitraan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” katanya.

Pemprov Jateng Siap Bantu Meski SD dan SMP Bukan Kewenangannya

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, mengatakan hingga kini baru terdapat dua laporan resmi terkait sekolah yang roboh.

Meski demikian, koordinasi dengan seluruh Dinas Pendidikan kabupaten dan kota terus dilakukan untuk mengidentifikasi bangunan sekolah yang rawan roboh dan membutuhkan penanganan segera.

“Sementara baru dua kasus ini. Untuk Grobogan pembangunan sudah dimulai sejak 25 Juli. Sedangkan SDN 03 Sendangmulyo sudah menerima bantuan Rp50 juta dan masih memungkinkan mendapat tambahan bantuan,” katanya.

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tetap berkomitmen membantu penanganan sekolah yang mengalami kerusakan berat meskipun jenjang SD dan SMP berada di bawah kewenangan pemerintah kabupaten/kota.

Pendanaan akan diupayakan melalui berbagai sumber, mulai dari dana efisiensi pemerintah daerah, bantuan pemerintah pusat, hingga dukungan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

“Untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat tentu akan kami bantu, baik melalui dana efisiensi, pengajuan ke pemerintah pusat maupun UPZ. Pemprov Jawa Tengah tetap hadir membantu meskipun kewenangan SD dan SMP berada di kabupaten dan kota,” katanya.

*Ikuti media sosial kami.

Sambut Libur Muharram, Pertamina Tambah 1,3 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jateng dan DIY
Festival Jawa Tengah Syariah 2026 Dongkrak Omzet UMKM hingga 5 Kali Lipat, Perkuat Industri Halal
52 Sekolah dan Madrasah di Jateng Ditetapkan sebagai Sekolah Adiwiyata 2026
BUMD Jateng Dipacu Jadi Mesin PAD, Target Dividen Tumbuh 10,58 Persen per Tahun
Kajian Lapangan ESDM Ungkap Penyebab Longsor Gunung Slamet
TAGGED:bangunan ambrukgubernur jatengpendidikan jawa tengahrawan robohsekolah roboh
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Kerapihan rambut menjadi bagian dari pembinaan yang dilakukan Rutan Banjarnegara Pembinaan WBP di Rutan Banjarnegara Dimulai dari Kerapihan Rambut, Ini Tujuannya
Next Article Sekda Jateng tegaskan segera penetapan Plt Bupati Pemalang Nurkholes Resmi Jadi Plt Bupati Pemalang Usai Anom Widiyantoro Jadi Tersangka KPK

Berita Terbaru

Hari Santri Nasional 22 Oktober: Kisah Resolusi Jihad yang Menggerakkan Perjuangan Kemerdekaan
Mengapa 22 Oktober Jadi Hari Santri Nasional? Ini Sejarah dan Peran Santri
Berita Nasional
Purbalingga memperoleh kuota 200 peserta SMK Go Global 2027 untuk pelatihan pengelasan, caregiver, dan hospitality guna membuka peluang kerja luar negeri.
Purbalingga Dapat Kuota 200 Peserta SMK Go Global 2027, Ini Rincian Jurusannya
Purbalingga
KPU Banjarnegara saat menggelar ruang konsultasi publik
KPU Banjarnegara Buka Ruang Kritik Publik, Evaluasi Layanan Pendidikan Pemilih
Banjarnegara
Peringatan Hari Santri di Kabupaten Banjarnegara
Hari Santri 2026, Santri Banjarnegara Didorong Kuasai Teknologi dan Berinovasi
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.