Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Jadi Pusat Investasi Baru, Dorong Revitalisasi Pelabuhan dan Perluasan Pasar Global
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Jateng > Jadi Pusat Investasi Baru, Dorong Revitalisasi Pelabuhan dan Perluasan Pasar Global
JatengCilacap

Jadi Pusat Investasi Baru, Dorong Revitalisasi Pelabuhan dan Perluasan Pasar Global

kaisar
Last updated: 2 Juli 2026 12:18
By kaisar
6 Min Read
Share
Revitalisasi pelabuhan untuk dorong hadirnya investasi baru di jawa tengah
Gubernur dorong revitalisasi pelabuhan untuk dorong hadirnya investasi baru di jawa tengah. (dok. Pemprov Jateng)
SHARE

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat strategi untuk menjadikan daerahnya sebagai magnet investasi baru sekaligus pusat industri di Indonesia. Selain membidik masuknya investor global, pemerintah juga fokus membangun sistem logistik yang lebih kompetitif agar mampu menopang pertumbuhan ekspor dan industri berorientasi pasar internasional.

Contents
  • Ahmad Luthfi Dorong BKSAP Perluas Diplomasi Ekonomi dan Pasar Ekspor
  • Revitalisasi Pelabuhan Jadi Kunci Daya Saing Investasi Baru Jawa Tengah
  • Investasi Jawa Tengah Tumbuh Positif, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
  • Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Eropa Buka Peluang Ekspor Baru

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menggandeng BKSAP DPR RI untuk memperkuat diplomasi ekonomi, membuka pasar ekspor baru, serta mempercepat penguatan infrastruktur logistik. Langkah ini disiapkan guna menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat industri dan tujuan investasi strategis di Indonesia.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Ahmad Luthfi meminta BKSAP memanfaatkan jaringan diplomasi parlemen dengan berbagai negara untuk memperluas peluang investasi baru sekaligus membuka akses pasar baru bagi produk-produk unggulan Jawa Tengah.

“Padat karya nanti akan dipusatkan di Jawa Tengah untuk bersaing dengan Vietnam. Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Menurutnya, tren relokasi industri dari sejumlah negara menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan Jawa Tengah untuk memperkuat posisi sebagai pusat manufaktur nasional.

Ahmad Luthfi Dorong BKSAP Perluas Diplomasi Ekonomi dan Pasar Ekspor

Ahmad Luthfi menilai jaringan internasional yang dimiliki BKSAP DPR RI dapat menjadi instrumen penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dengan berbagai negara.

Melalui diplomasi parlemen, peluang investasi baru dapat dibuka lebih luas, sekaligus memperkenalkan potensi industri, perdagangan, dan produk unggulan Jawa Tengah kepada pasar global.

Menurutnya, keberhasilan menarik investasi tidak hanya bergantung pada kemudahan perizinan, tetapi juga membutuhkan promosi yang kuat di tingkat internasional.

“Di saat keterbatasan fiskal dan situasi geopolitik seperti sekarang, kita harus mampu menjual potensi Jawa Tengah untuk menarik investasi,” tegasnya.

Ia optimistis Jawa Tengah memiliki daya saing tinggi berkat ketersediaan kawasan industri, tenaga kerja produktif, serta iklim investasi yang semakin kondusif.

Revitalisasi Pelabuhan Jadi Kunci Daya Saing Investasi Baru Jawa Tengah

Selain memperluas pasar internasional, Ahmad Luthfi menekankan pentingnya penguatan infrastruktur logistik sebagai penopang pertumbuhan industry dan investasi baru di Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan, kebutuhan logistik nasional mencapai sekitar 10 juta kontainer per tahun, dengan sekitar 7 juta kontainer berasal dari aktivitas industri di Jawa Tengah.

Namun hingga kini, hanya sekitar 30 persen distribusi yang dapat dilayani melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, sementara sisanya masih bergantung pada pelabuhan di Jawa Timur maupun Jakarta.

Karena itu, Pemprov Jawa Tengah mengusulkan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas sekaligus pengembangan pelabuhan baru di Kendal, Batang, Rembang, dan Cilacap. Hal ini akan mendorong tumbuhnya investasi baru di Jawa Tengah.

Apabila pembangunan pelabuhan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, pemerintah menyiapkan pembangunan dry port di Kendal dan Batang sebagai solusi sementara untuk memperlancar arus logistik. Tentu saja ini akan memberikan peluang hadirnya investasi baru di Jawa Tengah.

“Kami minta didorong revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas. Kalau perlu dibuka pelabuhan di Kendal, Batang, Rembang, maupun Cilacap. Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port di Kendal dan Batang,” ujarnya.

Menurut Luthfi, penguatan sistem logistik akan memangkas biaya distribusi, meningkatkan efisiensi ekspor, dan memperbesar daya tarik Jawa Tengah di mata investor global.

Investasi Jawa Tengah Tumbuh Positif, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja

Di tengah tantangan ekonomi global dan keterbatasan fiskal, realisasi investasi di Jawa Tengah menunjukkan tren yang terus meningkat.

Pada triwulan I Tahun 2026, nilai investasi baru yang masuk telah mencapai sekitar Rp23 triliun, dengan penyerapan sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Sementara sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp110 triliun, yang mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 274 ribu orang.

Capaian tersebut memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi tujuan investasi utama di Indonesia, khususnya untuk sektor industri padat karya dan manufaktur.

Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Eropa Buka Peluang Ekspor Baru

Sementara itu, Wakil Ketua BKSAP DPR RI Muhammad Husein Fadlulloh menilai Jawa Tengah memiliki peluang besar meningkatkan ekspor seiring mulai berlakunya perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa pada tahun 2027.

Menurutnya, penghapusan tarif terhadap berbagai produk Indonesia akan memberikan akses yang lebih luas ke pasar Eropa sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.

“Ini menjadi potensi baru bagi Jawa Tengah untuk membuka pasar ke Eropa. Banyak produk Indonesia nantinya sudah tidak lagi terkendala tarif ketika masuk ke pasar Uni Eropa,” ujar Husein.

Ia menambahkan, BKSAP DPR RI memiliki jaringan kerja sama bilateral dengan 102 negara, yang siap dimanfaatkan untuk mempromosikan potensi investasi, perdagangan, dan produk unggulan Jawa Tengah kepada mitra internasional.

Dengan dukungan diplomasi ekonomi, penguatan infrastruktur logistik, serta meningkatnya minat investor global, Jawa Tengah dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri dan ekspor baru di Indonesia.

*Ikuti media sosial kami.

Dana Desa Menyusut, Kades Banyumas Sampaikan Aspirasi Langsung ke Gubernur
Penutupan HUT ke-81 Jateng di Boyolali Meriah, Ada Lari 5K hingga 4.500 Porsi Kuliner Gratis
Berlomba 8 Jam, Peserta Kaligrafi MTQ Nasional Puji Kenyamanan Venue
Pemprov Jateng Buka Posko Pengawasan THR 2026, Perusahaan Diingatkan Tak Boleh Telat Bayar
Infrastruktur Rp35 Miliar Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Selatan–Timur Jateng
TAGGED:investasi baruJawa Tengahpelabuhan
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Rutan Banjarnegara kembangkan ayam petelur bekali keterampilan warga binaan Rutan Banjarnegara Bekali Warga Binaan Keterampilan dan Dukung Ketahanan Pangan
Next Article Sekolah Rakyat Permanen di Sukoharjo siap beroperasi Tahun Ajaran 2026/2027 Dimulai 14 Juli, Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Siap Beroperasi

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.