SEDEKAH Bumi merupakan satu tradisi leluhur yang masih lestari hingga saat ini. Di Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, berbagai kegiatan mulai kirab gunungan hasil bumi, santunan anak yatim, makan bersama, hingga pentas seni tradisional menjadi bagian yang tak terpisahkan.
Kegiatan sedekah bumi ini merupakan satu simbol rasa syukur, gotong royong, dan pelestarian budaya bagi masyarakat khususnya Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara.
Ribuan warga memadati Lapangan Krida Remaja Desa Medayu, Kecamatan Wanadadi, dalam perayaan Sedekah Bumi Medayu #2 Tahun 2026, sebuah tradisi yang tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas hasil panen, tetapi juga mempererat kebersamaan serta menjaga kelestarian budaya warisan leluhur.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai dusun mengikuti kirab gunungan hasil bumi yang diberangkatkan dari Balai Desa Medayu menuju lokasi acara. Aneka hasil pertanian yang disusun menyerupai gunungan menjadi simbol kemakmuran sekaligus doa agar alam terus memberikan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.
Tradisi yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini mendapat sambutan antusias dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para sesepuh desa.
Sedekah Bumi Jadi Simbol Syukur dan Gotong Royong Warga
Sesampainya di Lapangan Krida Remaja, rangkaian acara sedekah bumi diawali dengan pemberian penghargaan kepada para ketua RT yang dinilai berkontribusi aktif dalam pembangunan desa.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui penyaluran santunan kepada anak yatim, doa bersama, serta kembul bujana, yakni tradisi makan bersama menggunakan nasi berkat yang disiapkan secara gotong royong oleh warga.
Perayaan kemudian semakin semarak dengan penampilan berbagai kesenian tradisional khas Banjarnegara, seperti Tari Dawet Ayu, Tari Angguk, dan Rodad. Para tamu undangan bahkan turut diajak mengikuti flashmob bersama para penampil. Rangkaian hiburan ditutup dengan pertunjukan Kuda Kepang dari Desa Kandangwangi yang sukses menghibur masyarakat.
Kepala Desa: Tradisi Lahir dari Semangat Kebersamaan
Kepala Desa Medayu, Anugrah Elan Septian, mengatakan Sedekah Bumi merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi sekaligus momentum memperkuat persaudaraan antarwarga.
Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan acara tidak terlepas dari tingginya partisipasi masyarakat yang bergotong royong sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan.
“Seluruh kegiatan ini lahir dari semangat gotong royong masyarakat. Kami bersyukur seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan baik berkat kekompakan dan kebersamaan warga Desa Medayu,” ujar Elan.
Ia menambahkan, seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak, pemuda, hingga para sesepuh desa, ikut terlibat sesuai perannya masing-masing.
“Kami bangga karena masyarakat memiliki kepedulian tinggi untuk menjaga alam sekaligus nguri-uri budaya desa. Semangat ini harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tradisi tidak berhenti di tengah jalan,” katanya.
Disparbud Banjarnegara Apresiasi Konsistensi Desa Medayu
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Banjarnegara, Tursiman, memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat Desa Medayu yang terus menjaga tradisi Sedekah Bumi sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Menurutnya, budaya hanya dapat bertahan apabila masyarakat memiliki rasa memiliki dan terus merawatnya secara bersama-sama.
“Budaya akan tetap lestari apabila masyarakat merasa memiliki dan terus merawatnya. Mari kita jaga kebersamaan dan terus nguri-uri budaya sebagai identitas daerah. Budaya lestari, masyarakat berseri. Dari Medayu untuk Indonesia,” ujar Tursiman.
Ia menjelaskan, hingga kini Desa Medayu menjadi satu-satunya desa di Kecamatan Wanadadi yang secara konsisten menyelenggarakan tradisi Sedekah Bumi atau Ruwat Bumi setiap tahun.
Konsistensi tersebut dinilai sebagai contoh nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan kebersamaan masyarakat dan pembangunan desa.
Tursiman berharap tradisi ini tidak hanya dipertahankan sebagai agenda tahunan, tetapi juga terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang mampu memperkenalkan potensi Desa Medayu kepada masyarakat yang lebih luas.
Budaya Menjadi Pondasi Membangun Desa
Kegiatan Sedekah Bumi Medayu turut dihadiri Ketua DPRD Banjarnegara Slamet SM beserta anggota DPRD, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara beserta jajaran, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banjarnegara Sagiyo, unsur Forkopimcam Wanadadi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga.
Bagi masyarakat Desa Medayu, Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi turun-temurun, tetapi menjadi pengingat bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur. Nilai gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menjaga budaya lokal merupakan fondasi penting dalam membangun desa yang berkarakter, harmonis, dan berkelanjutan.
Melalui semangat kebersamaan tersebut, Sedekah Bumi Medayu terus tumbuh menjadi pesta rakyat yang memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi inspirasi bagi pelestarian tradisi di Kabupaten Banjarnegara.
*Anda bisa lihat info lain di Instagram kami.
