MEMERINGATI Hari Kartini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menggelar pelatihan Training of Trainers (ToT) literasi keuangan bagi anggota PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini mengangkat tema “Perempuan Cerdas Keuangan, Keluarga Sejahtera”.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman terkait pengelolaan keuangan, khususnya dalam lingkup keluarga, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai penggerak kesejahteraan rumah tangga.
Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, mengatakan bahwa momentum Hari Kartini menjadi waktu yang tepat untuk menegaskan pentingnya peran wanita dalam pengelolaan ekonomi keluarga.
“Ibu-ibu memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan rumah tangga. Sejalan dengan semangat Kartini, wanita perlu memiliki kecerdasan agar mampu menghindari berbagai risiko, termasuk dalam hal keuangan,” ujarnya.
Edukasi Hindari Investasi Ilegal dan Pinjol Tidak Resmi
Dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya dibekali teknik dasar pengelolaan keuangan yang bijak, tetapi juga edukasi untuk mengenali dan menghindari praktik investasi ilegal serta pinjaman online (pinjol) tidak resmi yang marak terjadi.
OJK Purwokerto turut menggandeng sejumlah lembaga keuangan, seperti Permodalan Nasional Madani (PNM) dan Bank Syariah Indonesia (BSI), guna memperkenalkan produk keuangan yang aman dan telah berizin resmi.
Dinavia juga mengingatkan peserta untuk selalu menerapkan prinsip “2L”, yakni Legal dan Logis, sebelum memutuskan menggunakan produk atau layanan keuangan.
“Pastikan lembaga keuangan memiliki izin resmi, dan waspadai tawaran dengan keuntungan yang tidak masuk akal,” tegasnya.
Pemkab Banjarnegara Dorong Perempuan Sebarkan Literasi Keuangan
Wakil Bupati Banjarnegara, Wakhid Jumali, mengapresiasi langkah OJK dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi kaum perempuan.
Ia berharap para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan dengan menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Rendahnya literasi keuangan masih menjadi salah satu penyebab masyarakat terjebak praktik ilegal. Ibu-ibu diharapkan bisa menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi,” katanya.
Wakhid juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi, baik di tingkat keluarga maupun daerah.
“Perempuan adalah fondasi negara. Jika perempuan mampu mengelola keuangan dengan baik, maka kesejahteraan keluarga dan daerah akan lebih mudah terwujud,” pungkasnya.
*Ikuti media sosial kami.
