KEBAKARAN hebat melanda empat rumah produksi batu bata milik warga di Desa Panggisari, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2026) malam.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, sesaat setelah waktu berbuka puasa. Api dengan cepat membesar dan melalap bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar seperti bambu, kayu, serta beratap alang-alang.
Kondisi angin yang cukup kencang di lokasi kejadian turut mempercepat penyebaran api ke bangunan lain yang berdekatan. Dalam waktu singkat, empat rumah produksi dilaporkan hangus terbakar.
Tidak Ada Korban Jiwa dari Kebakaran Ini, Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah
Petugas Pemadam Kebakaran Unit Purwanegara, Ungki Dedika Prawira, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban jiwa, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta,” ujarnya.
Ia menjelaskan, api pertama kali muncul dari salah satu rumah produksi sebelum akhirnya merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Dugaan Sumber Api dari Aktivitas Pembakaran
Berdasarkan hasil penelusuran awal, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran di salah satu lokasi produksi batu bata.
Api yang tidak terkendali kemudian menjalar ke bangunan lain yang berada dalam jarak berdekatan, sehingga sulit dicegah dalam waktu singkat.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, besarnya kobaran api serta hembusan angin membuat upaya tersebut tidak membuahkan hasil maksimal.
Petugas Gabungan Turun Tangan, Warga Diminta Lebih Waspada
Proses pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, FPRB Mandiraja, MDMC, RAPI, hingga masyarakat setempat yang turut membantu di lokasi kejadian.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke area permukiman warga lainnya.
Petugas mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran, terutama di area terbuka dan dekat bangunan mudah terbakar.
Langkah kewaspadaan dinilai penting guna mencegah kejadian serupa terulang, khususnya saat kondisi cuaca kering dan berangin yang berpotensi mempercepat penyebaran api.
*Ikuti media sosial kami.
