WAKIL Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong penguatan gerakan wakaf sosial sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi umat.
Ajakan tersebut disampaikan saat peluncuran program wakaf sosial yang diinisiasi oleh Badan Musyawarah Perbankan Daerah bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah dan Dompet Dhuafa.
Kegiatan yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Rabu (11/3/2026) tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah.
Wakaf Sosial Didorong untuk Program Air Bersih hingga Ambulans
Dalam sambutannya, Wagub Taj Yasin menjelaskan bahwa wakaf sosial merupakan inovasi filantropi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui skema tersebut, dana wakaf dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Wakaf sosial ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial keagamaan seperti pembangunan sumber air bersih, pengadaan ambulans, hingga renovasi masjid,” ujarnya.
Menurutnya, gerakan wakaf perlu terus diperluas agar menjadi amal jariyah yang tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan umat.
Potensi Filantropi Islam di Jawa Tengah Sangat Besar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong penguatan wakaf uang melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI) Jawa Tengah.
Program ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi.
Gus Yasin menilai potensi filantropi Islam di Jawa Tengah sangat besar. Salah satu indikatornya adalah kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah yang dinilai menjadi salah satu rujukan nasional dalam pengelolaan zakat.
Selama hampir satu dekade terakhir, ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Baznas.
“Setiap bulan dana yang terkumpul dari ASN di lingkungan Pemprov Jawa Tengah bisa mencapai sekitar Rp8 miliar,” katanya.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima zakat atau mustahik di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Program Wakaf Sosial BI Hadirkan Tiga Inisiatif Utama
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah sekaligus Ketua BMPD Jateng-Semarang, Mohamad Noor Nugroho, menjelaskan bahwa program wakaf sosial merupakan bentuk sinergi antara Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa dalam memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat.
Bantuan Sosial untuk Panti Asuhan di Jawa Tengah
Rangkaian kegiatan peluncuran wakaf sosial diawali dengan salat tarawih berjamaah.
Dalam kesempatan tersebut, BMPD Jateng-Semarang bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia juga menyalurkan bantuan sosial kepada sejumlah lembaga sosial di Jawa Tengah. Total bantuan sosial yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp70 juta.
Beberapa penerima bantuan di antaranya Panti Asuhan Sunan Gresik Al Bukhori, Panti Asuhan Dar Attaqwa Wadda’wah, Panti Sosial Anak Asuh Sunan Drajat, Panti Asuhan Anak Asuh Sunan Kalijaga, Panti Asuhan Al-Amanah, serta Special Olympics Indonesia Jawa Tengah.
*Ikuti media sosial kami.
