Infrastruktur Jalan, Irigasi, dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas 2026
PEMBANGUNAN infrastruktur masih menjadi prioritas bagi Pemerintah Kabupaten Purbalingga, hal ini dibuktikan dengan mengalokasikan anggaran pembangunan sebesar Rp4,29 miliar untuk Kecamatan Kutasari pada tahun 2026. Dana tersebut akan difokuskan pada penguatan infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi hingga pemeliharaan sejumlah ruas jalan melalui kelanjutan program Alus Dalane.
- Infrastruktur Jalan, Irigasi, dan Jalan Usaha Tani Jadi Prioritas 2026
- Program Alus Dalane Ditargetkan Perkuat Kemantapan Jalan
- Rincian Proyek Pembangunan di Kutasari
- Selain itu juga dilakukan pembangunan jaringan irigasi usaha tani di beberapa desa, di antaranya:
- Pemerintah juga menganggarkan rehabilitasi jaringan irigasi, yakni:
- Sebagian besar anggaran juga dialokasikan untuk pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya:
- Kutasari Dukung Program Nasional dan Ekonomi Desa
- Bantuan untuk Masjid dan Warga di Momentum Ramadan
Informasi tersebut disampaikan Bupati Purbalingga melalui Staf Ahli Bupati Bidang Administrasi Umum dan SDM, Pandi, saat menghadiri kegiatan Tarawih Keliling (Tarling) Pemkab Purbalingga putaran ke-6 di Masjid Jami Nurul Huda, Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Jumat (6/3/2026).
Menurut Pandi, alokasi anggaran tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas infrastruktur melalui program alus dalane sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
“Tahun 2026 Kecamatan Kutasari mendapatkan anggaran pembangunan sebesar Rp4,29 miliar. Dana ini digunakan untuk pembangunan jalan usaha tani, jaringan irigasi, serta pemeliharaan sejumlah ruas jalan,” ujarnya.
Program Alus Dalane Ditargetkan Perkuat Kemantapan Jalan
Pandi menegaskan, program Alus Dalane akan terus dilanjutkan agar kondisi jalan di Kabupaten Purbalingga semakin baik dan mendukung mobilitas masyarakat. Ia mencontohkan ruas jalan dari Kutasari menuju Purbalingga yang kini sudah jauh lebih mulus dibandingkan sebelumnya.
“Program Alus Dalane sudah mulai dirasakan masyarakat. Jalan dari Kutasari menuju Purbalingga sudah halus, tetapi tetap harus berhati-hati saat berkendara. Jalan rusak bisa menyebabkan kecelakaan, jalan yang halus juga bisa berbahaya jika digunakan untuk kebut-kebutan,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan agar hasil pekerjaan berjalan sesuai standar.
“Silakan masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar hasilnya tidak asal-asalan,” katanya.
Rincian Proyek Pembangunan di Kutasari
Total anggaran pembangunan fisik di Kecamatan Kutasari tahun 2026 mencapai Rp4.290.893.740 yang dialokasikan untuk berbagai proyek strategis.
Beberapa di antaranya meliputi pembangunan jalan usaha tani di Desa Limbangan RT 12 dan RT 13 dengan anggaran Rp165.934.840.
Selain itu juga dilakukan pembangunan jaringan irigasi usaha tani di beberapa desa, di antaranya:
- Dusun Candimaya RT 17 RW 07 Desa Candiwulan sebesar Rp15.819.300
- Dusun 2 Desa Sumingkir sebesar Rp165.223.800
- Desa Meri sebesar Rp94.915.800
Pemerintah juga menganggarkan rehabilitasi jaringan irigasi, yakni:
- Daerah Irigasi Kalitengah sebesar Rp545 juta
- D.I Situtirtomarto di Desa Karangbanjar sebesar Rp104 juta
Sebagian besar anggaran juga dialokasikan untuk pemeliharaan berkala sejumlah ruas jalan strategis, di antaranya:
- Jalan Kutasari–Beji sebesar Rp1,6 miliar
- Jalan Walik–Karanggambas (lanjutan) Rp400 juta
- Jalan Tobong–Karangaglik Rp400 juta
- Jalan Karangreja–Karangklesem Rp300 juta
- Jalan Karangaren–Purwadadi Rp150 juta
- Jalan Candinata–Karangcegak (Tobong–Bumisari) Rp200 juta
- Jalan Candiwulan–Cendana Rp150 juta
Kutasari Dukung Program Nasional dan Ekonomi Desa
Camat Kutasari, Cahyono, dalam laporannya menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya masih tetap kondusif.
Ia juga mengungkapkan bahwa dua hari sebelumnya wilayah Kutasari sempat diterpa angin kencang yang berdampak di seluruh desa. Namun saat ini kondisi sudah kembali normal.
Cahyono juga menyampaikan apresiasi atas realisasi program Alus Dalane tahun 2025 yang telah memperbaiki sejumlah ruas jalan, termasuk jalan Walik–Karanggambas yang kini menjadi jalur alternatif penghubung Purbalingga dan Banyumas sekaligus akses menuju kawasan wisata.
“Terima kasih kepada Bupati Purbalingga. Jalan Walik–Karanggambas sekarang sangat ramai dilalui kendaraan. Semoga tahun 2026 program Alus Dalane semakin meningkatkan kemantapan jalan di Kutasari,” ujarnya.
Selain pembangunan infrastruktur, Kecamatan Kutasari juga mendukung berbagai program pemerintah pusat dan daerah, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan memiliki 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Saat ini sudah terdapat enam SPPG yang beroperasi.
Di sektor ekonomi desa, sebanyak 13 desa di Kecamatan Kutasari juga telah mendirikan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Satu desa lainnya masih menunggu ketersediaan lahan strategis.
“Semoga koperasi desa ini bisa menjadi penguat perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Cahyono.
Bantuan untuk Masjid dan Warga di Momentum Ramadan
Dalam kegiatan Tarawih Keliling tersebut, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Kementerian Agama, PMI, dan Baznas juga menyalurkan berbagai bantuan kepada takmir Masjid Jami Nurul Huda dan masyarakat sekitar.
Bantuan yang diberikan antara lain genset, uang tunai, paket makanan, sembako, peralatan olahraga, serta perlengkapan kebersihan masjid sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.
