Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Reading: Di Balik Segelas Dawet Ayu, Ada Tangan yang Setia Menjaga Tradisi
Share
Font ResizerAa
Font ResizerAa
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
  • Beranda
  • Banyumas
  • Banjarnegara
  • Cilacap
  • Purbalingga
  • Jateng
  • Nasional
  • Oase
Follow US
© 2026 kabarbanyumasraya.com.
Kabar Banyumas Raya > Artikel > Banjarnegara > Di Balik Segelas Dawet Ayu, Ada Tangan yang Setia Menjaga Tradisi
Banjarnegara

Di Balik Segelas Dawet Ayu, Ada Tangan yang Setia Menjaga Tradisi

Afifah Anis CH
Last updated: 3 Februari 2026 16:46
By Afifah Anis CH
4 Min Read
Share
Bengkel Dawet Ayu
Bengkel Dawet Ayu Mukodas setia untuk menjaga tradisi minuman tradisional. (dok. Kominfo)
SHARE

MINUMAN Tradisional Dawet Ayu telah lama dikenal sebagai ikon kuliner Kabupaten Banjarnegara. Kesegarannya bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang tradisi yang dijaga turun-temurun. Di balik itu semua, ada perajin yang bekerja dalam senyap, salah satunya Mukodas.

Contents
  • Lebih dari 20 Tahun Menjaga Warisan Dawet Ayu
  • Produksi Manual, Setiap Detail Punya Makna
  • Centhong Batok dan Kendi Tanah Liat, Rahasia Rasa Tetap Asli
  • Kuat, Sederhana, dan Bisa Dipakai Bertahun-tahun
  • Pesanan Datang dari Jawa hingga Papua
  • Dukungan Paguyuban dan Harapan untuk Pemerintah
  • Dawet Ayu, Warisan Juara yang Wajib Dijaga

Dari sebuah bengkel rumahan di Dusun Wanatangi, Kelurahan Argasoka, Banjarnegara, Mukodas memproduksi perlengkapan dagang Dawet Ayu yang otentik. Dari tempat sederhana inilah, rombong dan peralatan dawet dikirim ke berbagai daerah di Indonesia, bahkan hingga Papua.

Lebih dari 20 Tahun Menjaga Warisan Dawet Ayu

Mukodas telah menekuni usaha ini selama lebih dari dua dekade. Bersama sang istri, ia membangun Rumah Peralatan Dawet Ayu Banjarnegara, yang kini dikenal sebagai rujukan utama para pedagang Dawet Ayu.

Beragam perlengkapan diproduksi di sini, mulai dari rombong dawet, gerobak ukir khas, centhong, hingga aksesori pendukung lainnya. Semua dibuat dengan tangan, menjaga ciri khas minuman tradisional khas Banjarnegara agar tak tergerus zaman.

Produksi Manual, Setiap Detail Punya Makna

Dalam keseharian, Mukodas dibantu dua orang tukang. Dengan teknik manual, masing-masing mampu membuat lebih dari satu pasang rombong dawet per hari.

Setiap ornamen memiliki filosofi. Tokoh wayang Semar dan Gareng melambangkan musim mareng (kemarau), doa agar dagangan laris saat cuaca panas. Bendera hijau mencerminkan kesegaran daun pandan sekaligus harapan keberkahan bagi penjual dan pembeli.

Rombong Dawet Ayu bukan sekadar alat jualan, tetapi medium cerita dan nilai lokal. Untuk itu, tidak sembarang orang untuk dapat membat rombang sesuai dengan folosofi yang terkandung di dalamnya.

Centhong Batok dan Kendi Tanah Liat, Rahasia Rasa Tetap Asli

Keaslian Dawet Ayu Banjarnegara juga dijaga lewat bahan tradisional. Centhong batok kelapa dan kendi tanah liat dipilih bukan tanpa alasan.

Material alami ini mampu menjaga aroma dan kestabilan suhu gula merah, sehingga rasa Dawet Ayu tetap segar dan autentik. Perpaduan alat tradisional ini memperkuat identitas minuman tradisional khas Banjarnegara ini sebagai warisan budaya yang hidup.

Kuat, Sederhana, dan Bisa Dipakai Bertahun-tahun

Dari segi ketahanan, perlengkapan buatan Mukodas dikenal tangguh. Dengan perawatan baik, alat-alat tersebut bisa digunakan 3 hingga 5 tahun untuk pemakaian rutin.

“Alat tradisional ini melambangkan kesederhanaan, kerendahan hati, dan keharmonisan manusia dengan alam,” ujar Mukodas.

Soal harga, produk ini tergolong terjangkau. Sepasang rombong dawet dibanderol sekitar Rp600 ribu, sementara paket lengkap dengan gerobak dijual sekitar Rp2,2 juta.

Pesanan Datang dari Jawa hingga Papua

Keaslian dan kualitas membuat produk Mukodas diminati secara nasional. Pesanan datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa hingga Papua. Di era digital, mayoritas pembeli memesan secara online demi memastikan produk benar-benar asli dari Banjarnegara.

Meski peminat sudah merambah luar negeri, Mukodas masih berhitung soal ekspor.

“Pengiriman ke Papua saja bisa dua minggu sampai sebulan. Tantangannya menjaga barang tetap aman sampai tujuan,” katanya.

Dukungan Paguyuban dan Harapan untuk Pemerintah

Perkembangan usaha Mukodas mendapat perhatian dari Lurah Argasoka sekaligus Sekretaris I Paguyuban Dawet Ayu Banjarnegara, Fajar Maskuri. Ia aktif memberi arahan agar perlengkapan Dawet Ayu asli Argasoka semakin kuat bersaing di pasar digital.

“Keaslian adalah alasan utama pembeli. Mereka mencari peralatan yang benar-benar asli Banjarnegara,” ujarnya.

Mukodas dan para perajin berharap dukungan pemerintah, khususnya dalam penyediaan alat produksi modern yang tetap menjaga nilai tradisional, agar produktivitas meningkat tanpa kehilangan jati diri.

Dawet Ayu, Warisan Juara yang Wajib Dijaga

Harapan tersebut semakin bermakna karena Dawet Ayu Banjarnegara pernah dinobatkan sebagai Minuman Tradisional Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) 2020.

Prestasi ini menegaskan bahwaminuman tradisional khas Banjarnegara bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan identitas budaya Banjarnegara yang layak dirawat lintas generasi.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlengkapan Dawet Ayu orisinal, berkualitas, dan terjangkau, produk Mukodas dapat dipesan melalui Shopee (akun Wawangi), Facebook Muko Das, atau WhatsApp 0852-2787-5210.

*Ikuti media sosial kami.

Kabar Haru Jelang Ramadan, Penyintas Longsor Pandanarum Segera Tempati Huntara
Gebyar Undian BKK Jateng 2026: Namiati Menang Mobil, Nurcholis Dapat Umrah
Ratusan Pendekar Muda Banjarnegara Berebut Tiket Popda di Kejurda Pencak Silat Pelajar 2026
Hari Lingkungan Hidup 2026, Pemkab Banjarnegara Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi
BPJS Ketenagakerjaan Banjarnegara Serahkan Santunan Rp216 Juta kepada Ahli Waris
TAGGED:dawet ayu
Share This Article
Facebook Email Print
Previous Article Wagub Jateng saat mengikuti arapan Presiden Prabowo Subianto Komitmen Tegas Dukung Presiden Prabowo, Jateng Komitmen Fokus Pangan, Ekonomi, dan SDM
Next Article Kuliah Umum Mahasiswa Akuntansi Undip Isi Kuliah Mahasiswa Akuntansi Undip, Sekda Jateng Tekankan Beda Akuntansi Bisnis dan Pemerintahan

Berita Terbaru

GPM Jawa Tengah digelar 1.724 kali dengan transaksi Rp31 miliar. Ahmad Luthfi menekankan keterjangkauan harga pangan dan perlindungan petani.
Dorong Harga Pangan Jateng Terjangkau, Jateng Gelar 1.724 Kali GPM Tembus Rp31 Miliar
Banjarnegara Jateng Purbalingga
Kapolres Banjarnegara saat melakukan soslaisasi kewaspadaan di daerah rawan longsor
Rawan Longsor, Polres Banjarnegara Minta Warga Pagentan Siaga Jelang Musim Hujan
Banjarnegara
Sebanyak 62 pasangan mengikuti Santri Mantu di MAJT Semarang. Wagub Jateng Taj Yasin mengapresiasi program nikah akbar yang juga mendukung kemandirian ekonomi keluarga.
62 Pasangan Ikuti Santri Mantu di MAJT, Wagub Jateng Beri Apresiasi
Jateng
Peresmian sumur permanen di Desa Kaliajir menjadi satu solusi dalam penanganan krisis air bersih di desa tersebut.
Atasi Kekeringan, Polres Banjarnegara Resmikan Sumur Air Bersih di Desa Kaliajir
Banjarnegara
Kabar Banyumas RayaKabar Banyumas Raya
© 2026 kabarbanyumasraya.com. All Rights Reserved.