KABARBANYUMASRAYA.COM – Program operasi katarak gratis di Rumah Sakit Pertamina Cilacap (RSPC), Jawa Tengah, memberikan harapan baru bagi warga kurang mampu. Salah satu penerimanya adalah Widianto (72), seorang tukang becak asal Kecamatan Maos yang mengaku tidak memiliki BPJS Kesehatan.
Widianto menjadi salah satu pasien yang mendapatkan kesempatan menjalani operasi katarak tanpa biaya dalam kegiatan bakti sosial pada 16-18 Oktober 2026. Program tersebut merupakan kolaborasi Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Kementerian Kesehatan RI, Noor Dubai Foundation (NDF) dari Uni Emirat Arab, dan RSPC.
Bagi Widianto, kesempatan tersebut sangat berarti. Penghasilannya sebagai tukang becak membuat biaya pengobatan menjadi pertimbangan, terlebih dia tidak memiliki jaminan kesehatan BPJS.
Dia mengetahui informasi mengenai operasi katarak gratis di Cilacap dari keponakannya yang tinggal di Baturraden. Setelah mendapatkan informasi tersebut, Widianto meminta bantuan anaknya untuk mendaftarkan diri sebagai peserta.
“Soalnya saya juga enggak punya BPJS. Penghasilan saya juga hanya tukang becak,” ungkap Widianto.
Widianto berharap operasi katarak yang dijalaninya dapat membantu memulihkan penglihatan. Dengan begitu, dia bisa kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.
“Ya, saya mengucapkan terima kasih kepada Rumah Sakit Pertamina karena saya telah dioperasi. Semoga penglihatannya nanti jelas,” tuturnya.

Operasi Katarak Gratis di RSPC Cilacap
Ketua Panitia Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis, Adissa Dinda, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas akses pelayanan kesehatan mata bagi masyarakat, terutama warga kurang mampu.
Panitia mengawali kegiatan dengan skrining atau pemeriksaan mata pada Jumat (16/10/2026). Selanjutnya, tim medis melaksanakan operasi pada Sabtu (17/10/2026) dan memeriksa kondisi pasien setelah operasi pada Minggu (18/10/2026).
Adissa menjelaskan, panitia membuka pendaftaran skrining mata tanpa membatasi jumlah peserta. Namun, tim medis menetapkan kuota operasi sebanyak 50 pasien berdasarkan hasil pemeriksaan dan kelayakan medis.
“Untuk target pasiennya, sebenarnya untuk skrining tidak dibatasi. Jadi, kita mencari pendaftar sebanyak-banyaknya, cuma untuk operasi memang dibatasi hanya 50 pasien saja,” kata Adissa.
Program operasi katarak gratis tersebut menyasar masyarakat Cilacap dan sekitarnya. Antusiasme warga juga terlihat dari pendaftar yang berasal dari luar daerah, seperti Kebumen, Ciamis, dan Sidareja.
“Awalnya kita buka untuk warga Cilacap, tapi alhamdulillah ternyata banyak pendaftar dari jauh, seperti Kebumen, dari Ciamis, bahkan ada beda provinsi,” ujarnya.

Tahapan Pemeriksaan Operasi Katarak Gratis
Sebelum menjalani operasi katarak, setiap peserta harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan. Tim medis memeriksa tekanan darah, ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, kadar gula darah, serta kondisi bagian dalam mata.
Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan diagnosis dan menentukan kelayakan pasien untuk menjalani operasi penggantian lensa mata.
Adissa mengatakan seluruh biaya pemeriksaan dan operasi dalam program bakti sosial tersebut tidak dibebankan kepada pasien. Namun, pasien mungkin perlu membeli obat tertentu saat menjalani kontrol lanjutan, bergantung pada kebutuhan pengobatan masing-masing.
Tim medis juga menjadwalkan pemeriksaan pascaoperasi pada hari kedua atau ketiga, hari ketujuh, dan hari ke-30. Pemeriksaan berkala tersebut bertujuan memantau perkembangan penglihatan serta mendeteksi kemungkinan komplikasi.
Pelaksanaan program ini melibatkan tenaga medis internal RSPC dan tim eksternal PERDAMI. Sejumlah dokter serta peserta pendidikan dokter spesialis mata dari Universitas Diponegoro turut membantu pelayanan kepada pasien.
“Tujuannya untuk memberikan akses kesehatan bagi masyarakat Cilacap, terutama yang tidak mampu. Jadi, kita memberikan akses kesehatan kepada mereka untuk mengatasi katarak agar bisa mendapatkan penglihatan lagi yang jelas dan menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelas Adissa.

PERDAMI Sebut Katarak Perlu Mendapat Perhatian
Perwakilan PERDAMI Jawa Tengah, Naila Zulva, mengatakan kegiatan operasi katarak gratis merupakan salah satu upaya membantu masyarakat mendapatkan penanganan kesehatan mata.
Menurutnya, PERDAMI rutin menggelar bakti sosial serupa di berbagai daerah untuk membantu mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan operasi katarak.
“Kalau dari PERDAMI sendiri, ini merupakan kegiatan yang sering dilakukan untuk mengurangi angka kejadian katarak. Karena di Indonesia sendiri angka kejadian kataraknya sangat tinggi, sehingga kegiatan ini rutin kami lakukan,” kata Naila.
Dia menyebut program operasi katarak yang mendapat dukungan Noor Dubai Foundation telah dilaksanakan di sejumlah daerah. Sebelum menyambangi Cilacap, kegiatan serupa berlangsung di Purwokerto dan Jepara.
“Kalau untuk NDF yang disponsori oleh NDF ini sudah yang ketiga. Sebelumnya di Purwokerto, Jepara, dan yang terakhir adalah di Cilacap,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat kurang mampu diharapkan bisa memperoleh akses operasi katarak tanpa terbebani biaya tindakan medis. Program ini juga diharapkan membantu pasien kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan penglihatan yang lebih baik.
